Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

22 December 2014

Review Novel | Finally You - Dian Mariani

Judul Buku : Finally You
Penulis : Dian Mariani 
ISBN : 978-602-7572-28-7
Tanggal terbit : 30 Juni 2014
Berat : 250 gr
Dimensi : 13 x 19
Harga : Rp 49.000

Hai...

I'm back again with new novel. Kali ini novel karya mba Dian Mariani, yang judulnya Finally You.

Seperti biasa, aku ga ada maksud buat mereview novel seperti yang sebelum-belumnya. Cuma mau sharing aja, kalau setiap kali baca novel itu, aku pasti cari yang kata-katanya deep meaning. Dan aku dapatin juga di novel ini.


@luisa_andrea 
Semoga rindu ini tidak semu, kalau sendu saja tak apa. Kamu hadir tanpa rencana. Seperti embun menyapa daun. Kamu, hanya angan atau kenyataan? Jangan rusak hubungan ini dengan janji, kalau tak bisa menepati. Bayangan masa lalu menyerbu. Aku harus mengaku, di sini masih ada rindu. Tak ada lagi senyum yang selalu menenangkan itu. Hanya sepi yang bisa memelukku. Kamu itu candu. Melupakanmu, mana bisa aku? Sedih dan bilur, bersama luka terbalur. (hal. 90) 

@luisa_andrea 
Kita hanya 2 orang kawan yang bertemu kebetulan. Di persimpangan jalan. Ingin kembali ke masa lalu yang nyaman atau sama-sama menatap ke masa depan? (hal. 91) 

@luisa_andrea 
Seperti seribu kupu-kupu. Bernyanyi dan berbisik riang tanda rindu. Bagaimana rasamu? (hal. 94) 

@luisa_andrea 
Rasa yang hampa. Terlanjur cinta, ternyata . Masa lalu. Bisa datang mengganggu, walaupun sudah jadi batu. Lara lara lara. Kenapa hanya huruf vokalnya yang sama? Mentari yang pergi. Setelahnya, selalu ada pelangi. Dan hari pun berganti. Mungkin bahagia menyapa, dalam bentuk cinta yang berbeda. (hal.149-150) 

@luisa_andrea 
Malam belum berlalu, tapi sudah kelam dan sendu. Kemanakah kamu, sahabat-bicara-sebelum-tidur-ku? Pernahkah merasa mencintai dua orang yang berbeda, du waktu yang sama? Kalau iya keduanya benar cinta, apa bedanya? Ketika kadar cinta yang kita miliki untuk kedua orang sama besarnya, mungkin kita harus memilih orang yang lebih mencintai kita. Kenapa harus selalu ada dia? Apa dia juga ada dalam setiap nafasmu? Bersaing dengannya, aku sungguh tak mampu. Aku bukan dia, tak pernah menjadi dia. Apa aku yang hanya aku ini tak cukup buatmu? (hal.210-211) 

Raka Leonard 
Kamu lebih penting dari masa lalu kamu. Dan perihal harga diri, aku sudah meninggalkan masa lalu. (hal. 222)      

Luisa Andrea 
Aku minta maaf, karena cintaku nggak sebesar itu untuk bisa memaafkan kamu dan melupakan semua yang sudah kamu lakukan. (hal. 250) 

@luisa_andrea
Perasaan yang sembunyi di logika.. mungkinkah? Atau sebaliknya? Kamu itu entah ada dimana. Disini *otakku*.. disini *hatiku*.. atau keduanya? Kamu dan masa lalumu. Mana lebih penting, kamu atau masa lalumu? Kamu... Ternyata jauh lebih penting dari masa lalumu. (hal. 256) 

Dian Mariani 
Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu.

No comments:

Post a Comment

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...