Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

4 April 2015

Review Novel | Morning Breeze - Viera Fitani

Judul Buku : Morning Breeze
Penulis : Viera Fitani  Penerbit : Elex Media Komputindo
ISBN : 9786020259833


Sabtu.. Weekend.. Thanks God..

Sabtu awal April ini dimulai dengan sedikit bad mood atas segala macam hal yang sama *curcol*. Tapi, Alhamdulillah, langsung posthink alias positif thinking, mensugesti diri sendiri jangan sampai ke-bad mood-an mengganggu hari ini. Penting banget lho sugesti diri sendiri. Dan buat saya, terkadang itu berhasil hingga hampir 90 persen.

Oke, Book Review kali ini datang kembali dengan Novel perdana karya Mba VieraFitani yang berjudul Morning Breeze. Ada yang sudah baca atau baru bingung mau baca buku apa nih buat weekend gini apalagi yang masih single terus BT, pingin keluar, panas banget, pinginnya nemplok di kasur. Nah, buku ini pas banget buat kalian semua *jadi promosi ya*.

Tak perlu berlama-lama, karena pastinya udah pada penasaran kan gimana ceritanya. Kalau penasaran banget, disarankan langsung ke took buku terdekat atau ke took buku online. Langsung beli Morning Breeze.

And the synopsis..

Fabian Aganta, dokter tampan yang kelebihan hormone ramah dan baik hati sukses membuat suster Dinasty – yang baru saja menjadi asistennya – sebal setengah mati. Tapi sungguh tak disangka, di balik kelakuannya yang menyebalkan, dokter ganteng itu ternyata menyukai Dinasty yang selalu cemberut dan mengeluhkan setiap pekerjaan yang disuruhnya. Dirga, seseorang dari masa lalu Dinasty datang tepat ketika Fabian menyatakan perasaannya pada wanita itu. Seseorang yang sangat Dinasty cintai dan dinanti-nantikan karena kepergiannya yang tiba-tiba. Mungkinkah Dinasty akan menyukai Fabian dan meninggalkan orang dari masa lalunya? Atau Fabian-lah yang dipilih Dinasty untuk menemaninya seumur hidup?
“Dinasty, angin pagi adalah favoritku.
Dia bisa berhembus begitu kencang,
menyejukkan, namun terasa hangat karena sinar matahari yang mulai muncul.
Begitulah kamu bagiku.
Menyejukkan dan menghangatkan di saat bersamaan.
And whatever happens, you’ll always be my morning breeze…”
Baca sinopsisnya udah bikin penasaran kan, siapa yang bakalan dipilih sama Dinasty? Nah, kalau untuk itu, mendingan langsung baca sendiri ya Novelnya. Kalau aku lebih baik nulis favorit aku. Apakah itu?

Here we go..

“Percayalah, tidak ada yang lebih melelahkan daripada menunggu dalam sebuah ketidakpastian” (MB, hal. 82)

“Tapi semua orang yang sedang jatuh cinta pasti akan berubah menggelikan tanpa dia sadari. Mengerikan” (MB, hal. 97)

“Ketika aku bilang bahwa aku akan menemukan sejuta alasan untuk jatuh cinta pada Fabian, maka kata-katanya barusan adalah salah satunya” (MB, hal. 107)

“Maka saat itu kamu pasti tahu siapa yang lebih kamu butuhkan. Siapa yang paling diinginkan hati kamu” (MB, hal. 158)

“Lupakan apa pun yang mengganggu pikiranmu. Dan kalau itu menyangkut aku, tolong jangan pikirkan. Kehadiranku bukan untuk memperberat bebanmu” (MB, hal. 161)

“Ini. Akan selalu berdetak untuk kamu. Jangan sekalipun kamu ragukan itu. Perasaanku masih sama seperti pertama kali kita bertemu. Tapi takdir kita bukan bersama. Kamu berhak bahagia, Dinasty. Tapi bukan bersamaku” (MB, hal. 168)

“Tidak ada kata-kata yang penting diucapkan saat ini, aku hanya ingin dia tahu, bahwa mungkin malam ini aku sudah membuat keputusan untuk membuang jauh-jauh masa laluku dan menyambut tangannya. Aku hanya ingin dia tahu, bahwa aku akan belajar mencintainya. Hanya mencintainya” (MB, hal. 171)

“Meskipun saat memikirkannya aku sudah bisa membayangkan seperti apa sakitnya, tapi setidaknya aku yakin, aku masih bisa bangkit setelahnya” (MB, hal. 175)

“Ada hal-hal yang nggak perlu dicari alasannya, Dinasty. Beberapa hal terjadi memang tanpa alasan dan kita hanya perlu menerimanya, tanpa perlu bertanya kenapa dan mengapa” (MB, hal. 186)

“Seperti kebersamaan kita sore ini, Dinasty, seperti hubungan kita. Kita tidak perlu alasan mengapa sekarang kita berada di sini dan mengapa besok aku harus meninggalkan semua ini. Yang perlu kamu tahu hanya satu hal, aku melakukannya untuk kebahagiaanmu” (MB, hal. 186)

“Dinasty, angin pagi adalah favoritku. Dia bisa berhembus begitu kencang, menyejukkan, namun terasa hangat karena sinar matahari yang mulai muncul. Begitulah kamu bagiku. Menyejukkan dan menghangatkan di saat bersamaan” (MB, hal. 193)

“Mungkin saja kita sama. Sama-sama sedang mencoba menerima kenyataan” (MB, hal. 207)

“Andai senja bisa bicara.. Tentang kata yang tidak sempat terucap.. Tentang hati yang merindu setengah mati.. Tentang jiwa yang tidak berdetak lagi.. Dan tentang cinta yang tidak juga mau pergi, yang kemudian berkata, ‘biarlah.. biarlah aku di sini. Karena aku tidak butuh apapun kecuali merasa bahwa jantung ini masih berdetak untukmu’” (MB, hal. 210)

“Maka nikmatilah sakitnya, Dinasty. Itu jauh lebih baik daripada kosong yang kamu rasakan sebelumnya” (MB, hal. 212)

“Cinta tidak bisa diarahkan, ma, dia punya arahnya sendiri. Aku nggak mau jadi apa yang papa inginkan, karena aku ngga mencintai bidang itu. Dan aku nggak akan memaksakan Dinasty kembali padaku, ketika jantungnya tidak lagi berdetak untukku” (MB, hal. 213)

“Jangan pernah mecoba menebak isi hati dan pikiran seorang wanita. Sehebat apa pun dirimu, kemungkinan salahnya lebih dari 70%. Dia bisa saja baik-baik, tapi di dalam hatinya dia hancur. Dia bisa saja terlhat bahagia secara fisik tapi belum tentu secara mental” (MB, hal. 223)

“Dalam hidup kita selalu punya pilihan termasuk mencintai dan meninggalkan. Aku bisa saja meninggalkanmu, lalu kita berdua hidup dalam penyesalan seumur hidup. Atau kita bisa mencoba memulai sesuatu yang baru” (MB, hal. 247)

“Aku mencintainya. Lebih dari itu, aku membutuhkannya. Dia seperti oksigen yang membuatku tidak akan pernah cukup menghirupnya. Dia seperti udara yang membuatku sesak apabila berada jauh darinya. Melihat senyumnya seperti menyuntikkan semangat baru dalam hidupku. Bagiku, dia adalah paket sempurna yang sederhana yan Tuhan ciptakan untukku” (MB, hal. 249)

“Karena angin pagi selalu membawa semangat baru. Dia selalu membuat orang mempunyai harapan baru. Mereka akan menghirup sebanyak-banyaknya angin pagi untuk bekal menghadapi hari yang akan berlangsung” (MB, hal. 251)

“Oh ayolah. Ini sempurna. Hiruplah dalam-dalam sambil memejamkan matamu, maka kamu akan merasakan harapan dan semangat baru” (MB, hal. 256)

2 comments:

  1. Selamat mak untuk bukunya keren3
    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih, mak.. semoga suka sama book review ala saya :D

      Delete

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...