Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

13 September 2015

Blog Tour + Review + Giveaway | Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu - Boy Candra

Judul: Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu
Penulis: Boy Candra
Penerbit: Media Kita
ISBN: 978-979-794-502-2
Genre: Romance

Holaaa..

Ketemu lagi sama Peek A Book. Yup, aku dipercaya untuk ikutan dalam rangkaian Virtual Blog Tour Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu karya Boy Candra. Terima kasih kepada mas Boy Candra dan Penerbit Media Kita yang sudah memberikanku kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi host Virtual Blog Tour kali ini. 

Oke, nggak perlu lama-lama kali yaa basa-basinya..

So, let's peek the review..

And the synopsis..

Ada banyak hal yang tak pernah kuceritakan kepadamu. Perihal betapa sakitnya masa lalu yang pernah singgah di dada. Bukan karena apa-apa, bagiku, menceritakan masa lalu hanyalah akan membuatmu merasa aku masih berharap padanya. Padahal tidak. Semenjak memilih untuk menjadi bagian dari hidupmu, aku sudah mengikhlaskan dia selamanya. Meski kami berakhir bukan karena ingin aku dan dia. Namun, ada hal yang tak dapat kami tembus. Nanti aku akan menceritakan perihal itu kepadamu, nanti pasti akan kuceritakan. 

Kali ini aku hanya ingin meyakinkan kamu lagi, bahwa cinta kita memang tak pernah salah. Meski tak banyak orang yang bisa menjalani hubungan begini. Namun, kepadamu, Wulan Sari, aku telah jatuh hati sedalam ini. Dan, aku ingin kamu menjaga hatiku yang jatuh agar tumbuh dan utuh bersama hatimu. 

“Bagaimana mungkin kamu bisa menyebutnya cinta, sementara kalian belum pernah bertemu?” pertanyaan itu memang tak bisa kujawab kepada teman-temanku. Namun, tahukah kamu, sungguh aku ingin meneriakan ke telinga mereka. “Kalian terlalu sempit mengartikan cinta!” Mereka terlalu sempit mengartikan apa yang kita rasa.


Here we go..

Karena cinta yang didekatkan jarak saja bisa menyakiti. Cinta tak pernah bisa ditakar hanya karena jarak (SKYBB, hal. 2)

Kamu tahu, salah satu hal yang paling menyedihkan di dunia ini bukan kemiskinan saja, tetapi dua orang yang menjalani hubungan, salah satu di antara mereka hanya bertahan karena rasa kasihan. Bukan karena rasa cinta yang ada di dada mereka (SKYBB, hal. 5)

Karena jika Tuhan ingin memberi lebih, Ia akan memberi lebih. Jika Ia ingin memberi secukupnya, Ia akan memberi secukupnya (SKYBB, hal. 7)

Bahwa cinta terkadang memang datang kepada dua orang yang dikehendaki Tuhan, meski Tuhan belum mempertemukan mereka di ruang yang sama (SKYBB, hal. 8)

Orang yang tidak mungkin jatuh cinta, adalah dua orang yang tidak pernah saling kenal, bukan orang yang tidak pernah saling bertemu (SKYBB, hal. 20)

Bagiku, memeluk orang yang kita sayang rasanya bisa menghilangkan semua masalah (SKYBB, hal. 47)

Orang yang pendendam selalu ingin membalas apa yang dilakukan oleh orang lain kepadanya. Ia juga ingin orang lain itu merasakan apa yang ia rasakan. Sedangkan susah melupakan ia hanya tidak bisa melupakan kesalahan orang lain, tetapi sama sekali tidak ingin membalasnya (SKYBB, hal. 48)

Katamu, kebahagiaan datang dengan cara bagaimana kita mewujudkannya. Bukan dari omongan orang lain (SKYBB, hal. 95)

Saat aku berani main api, berarti aku adalah orang yang harus siap juga terbakar kapan pun (SKYBB, hal. 119)

Ada dua hal terburuk perihal mencintai di dunia ini, Wulan. Pertama : tidak dibalas cintanya. Kedua : ditinggalkan tanpa alasan. Dan, ada dua hal yang paling menyakitkan di dunia ini. Pertama : Dikhianati oleh orang yang kamu sayang. Kedua : dilupakan (SKYBB, hal. 125)

Rasa penyesalan memang selalu datang setelah luka menyerang (SKYBB, hal. 145)

..ternyata Tuhan memang maha baik. Yang dulunya hancur pun bisa kembali indah, asal kita mau menatanya lagi (SKYBB, hal. 191)

Jangan lari dari kenyataan, Nak. Sesakit apa pun cinta, kamu harus menghadapinya. Karena berlari tak akan menyembuhkan apa pun. Kamu membawa dia di dadamu. Kamu membawa dia bersama perasaanmu. Ke mana pun tubuhmu pergi, perasaanmu tetap akan mengikuti (SKYBB, hal. 204)

Menanam harapan kepada seseorang yang tidak memperjuangkan kita sepenuh hati, hanya akan membuat kita merasakan patah hati (SKYBB, hal. 206)

Hari itu aku menyadari, bahwa tak ada cinta yang benar-benar sempurna. Namun, cinta yang selalu mencoba kembali menyempurnakan setelah hati terluka itu benar-benar ada (SKYBB, hal. 208)

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga review novel terbaru karya mas Boy Candra. Nggak nyangka punya kesempatan buat baca salah satu karya dari penulis best seller. Dari awal lihat covernya, aku udah jatuh cinta. Cover warna merah yang pas banget sama salah satu warna kesukaan aku, kemudian ada gambar hati di tengah dengan warna biru dan kuning, rasanya itu kayak disuguhi pelangi, walaupun ini hanya 3 warna (dan kemungkinan biru nggak termasuk di dalam warna pelangi, bukan?). Saat baca judulnya udah diam aja. Mikir panjang, ini tar ceritanya kayak apa yaa, terus kalau nggak ketemu, pada akhirnya ketemuan nggak yaa, komunikasinya gimana yaa. Banyak hal yang aku pikirkan awalnya saat baca judulnya, ini baru judulnya belum masuk ke cerita.

Lanjut saat masuk ke cerita, sempat mikir lagi, ini berasa baca narasi berita yang nggak ada percakapannya nih. Tapi, ternyata setelah masuk lebih dalam bacanya, ada percakapan, dan aku bisa masuk ke dalam karakter masing-masing tokoh. Gimana rasanya jadi Wulan dan Boy yang berhubungan LDR dan nggak pernah ketemu, saat Boy bertemu dan berhubungan dengan Della, pengakuan Boy, sakitnya Wulan. Completed banget disini. Dan aku pun terhanyut. Banyak pesan yang disampaikan di dalam buku ini, salah satunya adalah kasih sayang dan perhatian dari orang tua, dan keberanian untuk mengakui kesalahan. Overall, buku ini layak dan bagus buat dibaca. Good job, mas Boy Candra. Nggak sabar buat baca karya-karyamu yang lain. 

- GIVEAWAY -

Buat kalian yang suka banget ikutan giveaway dan pastinya mau banget kan dapatin 1 buku terbitan Media Kita, yuk ikutan giveaway-nya dengan cara berikut ini :

1. Wajib follow twitter @princessashr, @dsuperboy dan @mediakita
2. Share link post giveaway ini dengan #VirtualBlogTourSKYBB, mention ke 3 akun tersebut, atau buat yang nggak punya twitter, boleh share via FB - tag ke Asri Rahayu MS 
3. Jawab pertanyaan di kolom komentar dengan format jawaban :
Nama :
Twitter/FB :
Email :
Link Share :
Jawaban : 
4. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 13 - 20 September 2015. Pengumuman pemenang tanggal 21 September 2015 melalui blog, twitter dan FB. Jadi, buatlah jawaban semenarik mungkin yaa.
Pertanyaannya :
"Bagaimana jika kamu menjalani hubungan LDR dan belum pernah bertemu dengan pasanganmu. Apa yang akan kamu lakukan jika di dalam hubunganmu tersebut mengalami permasalahan yang mengharuskan dilakukan penyelesaian?"

Syaratnya mudah kan? Aku tunggu komentar dari Peek a Book's Lovers yaa.. Ah, iya, boleh sila mampir ke tetangga sebelah untuk ikut rangkaian Virtual Blog Tour Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu. 


Good luck, Peek a Book's Lovers (^_^)

Berikut aku bagikan link blog yang sudah post : Boy Candra, Aya Murning dan Laini Laitu 

15 comments:

  1. Ikutan Mbak Asri :)
    Nama :Rizka Alyna
    Twitter :@rizkaalyna
    FB : rizka alyna
    email : rizka.psikologi@gmail.com
    link share : https://twitter.com/rizkaalyna/status/642964462018760704
    Jawaban : Kalau saya yang mengalami, seandainya ada kesempatan untuk bertemu, tentu lebih senang menyelesaikan secara langsung. Tapi seandainya tidak memungkinkan, bukankah di jaman sekarang teknologi bisa digunakan? Bisa lewat video streaming atau teknologi yang lain. Semoga menang...*kedip-kedip mbak Asri :)

    ReplyDelete
  2. Aku udah punya bukunya, tertarik sama judulnya yang bisa dibilang sama dengan pengalamanku hahaha parah dah curcol. Ceritanya bagus. Karakternya hidup, sampe bisa ngerasain galaunya Boy, perasaannya Wulan juga. Eh iya, biru termasuk ke dalam warna pelangi, loh. Mejikuhibiniu. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu.

    ReplyDelete
  3. Nama :
    pramestya
    Twitter/FB :
    p_ambangsari
    Email :
    pramestya
    Link Share : twitter.com/p_ambangsari/status/642982643588550656

    Jawaban :
    Pakai telepati *ups* ya, kita harus pinter-pinter pergunain teknologi. Kalau bosen dan ngebet mau ketemu ya ketemu langsung aja tiap minggu. Atau sekalian pindah rumah dekat si dia *plak*

    Kalau soal masalah, mending langsung ketemu biar nggak salah paham. Keluar waktu sama uang dikit nggak apalah, yang penting jangan keluar dari zona 'dia miliku aku milikmu' *apa ini?*

    ReplyDelete
  4. Nama : Thia Amelia
    Twitter: @Thia1498
    Email : thiameliasn@gmail.com
    Link Share : https://twitter.com/Thia1498/status/643001469474467840

    Bagaimana jika kamu menjalani hubungan LDR dan belum pernah bertemu dengan pasanganmu. Apa yang akan kamu lakukan jika di dalam hubunganmu tersebut mengalami permasalahan yang mengharuskan dilakukan penyelesaian?

    Pernah beberapa kali membaca novel yang seperti ini, dibeberapa novel berbeda yang menceritakan bahwa mereka berkenalan lewat social media. Saya juga punya teman yang pernah mengalami itu, berkenalan lalu berhubungan hanya lewat social media. Saya pribadi belum pernah merasakan hal seperti itu. Karena kehilatan nya aneh saja, dan ketika menjalani nya juga pasti aneh. Secara, walaupun kita berhubungan lama lewat social media, tapi kan belum tentu kita kenal dengan pasti bagaimana orang itu kan? Bukan bermaksud menentang, hanya saja kita seharusnya bias lebih logis. Berpacaran dengan orang yang bahkan wujudnya saja masih samar itu pasti ga mudah kan? Ibaratnya begini deh, kita ingin membeli barang lewat online, barangnya diiklan kan beberapa kali lewat foto, tapi kan belum tentu aslinya bagus seperti apa yang digambarkan lewat online itu. Yah sama seperti pacaran yang belum pernah bertemu dan hanya berhubungan lewat social media.

    Lalu, jika kita mengalami hal seprti itu dan ternyata hubungan kita mendapat masalah, bagaimana cara menyelesaikan nya? Bertemu, itu hal paling pasti yang harus dilakukan. Kata guru saya, jika dalam kelompok terdapat masalah, maka hal yang harus dilakukan adalah berdiskusi, SECARA LANGSUNG, tidak dengan social media. Kenapa? Yang pertama, karena bertemu secara langsung akan memudahkan diskusi, yang kedua, akan memudahkan mendapat penyelesaian. Aku belum pernah sih LDR dan belum pernah bertemu dengan pasangan. Tapi Cuma cara ini yang terbaik yang bisa aku kasih. Hehe 

    ReplyDelete
  5. Nama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia
    Email : afikayuliaakb@gmail.com
    Link Share : https://twitter.com/afikayulia/status/643367150288134144

    Yang akan saya lakukan adalah mengajaknya bertemu dan berbicara empat mata. Engga mungkin masalah besar yang harus diselesaikan hanya menggunakan via telpon atau medsos. Engga enak juga kan. Lalu berikutnya mengajak dia berbicara dengan tenang tanpa emosi. Memberi kesempatan satu sama lain untuk mendengarkan penjelasan masing-masing. Entah apa akhirnya keputusan yang diambil, saya dan dia harus terima dengan ikhlas dan lapang dada.

    ReplyDelete
  6. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta / Rini Cipta Rahayu
    rinspiration95@gmail.com
    Lihat Tweet @RiniCipta: https://twitter.com/RiniCipta/status/643771608927043585

    Pasangan LDR pasti ujian dalam hubungannya lebih banyak daripada yang terus ketemu. Apalagi kalo LDR an dan belum pernah ketemu sama sekali. Waah, berantem dikit urusannya bakal runyem. Haha
    Kalo aku tipikal orang yang gak bisa berantem dan nggak suka berantem. Jadi ketika aku ngerasa marah atau kesel, aku pasti berusaha nyari kesempatan dan minta waktu untuk sendiri menenangkan diri biar nggak emosi. Karena pas emosi, otak sama mulut suka gak sinkron, mungkin aja bilang putus tapi padahal sangat sayang.
    Alangkah baiknya pasangan LDR harus bertemu untuk menyelesaikan masalah, tapi kalau nggak mungkin ya pergunakan teknologi dengan sebaik2nya. Bisa kirim voice note, video dsb. Atau gunakan cara yang unik lain, misalnya kirimin dia surat atau hadiahkan sesuatu biar dia nggak ngambek lagi. Kunci keberhasilan suatu hubungan yang utama adalah komunikasi

    ReplyDelete
  7. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta / Rini Cipta Rahayu
    rinspiration95@gmail.com
    Lihat Tweet @RiniCipta: https://twitter.com/RiniCipta/status/643771608927043585

    Pasangan LDR pasti ujian dalam hubungannya lebih banyak daripada yang terus ketemu. Apalagi kalo LDR an dan belum pernah ketemu sama sekali. Waah, berantem dikit urusannya bakal runyem. Haha
    Kalo aku tipikal orang yang gak bisa berantem dan nggak suka berantem. Jadi ketika aku ngerasa marah atau kesel, aku pasti berusaha nyari kesempatan dan minta waktu untuk sendiri menenangkan diri biar nggak emosi. Karena pas emosi, otak sama mulut suka gak sinkron, mungkin aja bilang putus tapi padahal sangat sayang.
    Alangkah baiknya pasangan LDR harus bertemu untuk menyelesaikan masalah, tapi kalau nggak mungkin ya pergunakan teknologi dengan sebaik2nya. Bisa kirim voice note, video dsb. Atau gunakan cara yang unik lain, misalnya kirimin dia surat atau hadiahkan sesuatu biar dia nggak ngambek lagi. Kunci keberhasilan suatu hubungan yang utama adalah komunikasi

    ReplyDelete
  8. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta / Rini Cipta Rahayu
    rinspiration95@gmail.com
    Lihat Tweet @RiniCipta: https://twitter.com/RiniCipta/status/643771608927043585

    Pasangan LDR pasti ujian dalam hubungannya lebih banyak daripada yang terus ketemu. Apalagi kalo LDR an dan belum pernah ketemu sama sekali. Waah, berantem dikit urusannya bakal runyem. Haha
    Kalo aku tipikal orang yang gak bisa berantem dan nggak suka berantem. Jadi ketika aku ngerasa marah atau kesel, aku pasti berusaha nyari kesempatan dan minta waktu untuk sendiri menenangkan diri biar nggak emosi. Karena pas emosi, otak sama mulut suka gak sinkron, mungkin aja bilang putus tapi padahal sangat sayang.
    Alangkah baiknya pasangan LDR harus bertemu untuk menyelesaikan masalah, tapi kalau nggak mungkin ya pergunakan teknologi dengan sebaik2nya. Bisa kirim voice note, video dsb. Atau gunakan cara yang unik lain, misalnya kirimin dia surat atau hadiahkan sesuatu biar dia nggak ngambek lagi. Kunci keberhasilan suatu hubungan yang utama adalah komunikasi

    ReplyDelete
  9. Bagus ya bukunya, bikin penasaran juga nih ulasannya..
    btw, sukses ya untuk giveawaynya ^^

    ReplyDelete
  10. Nama : Naning Pratiwi
    Twitter : @chelseas_lovers
    Email : chelsea_lovers83@yahoo.com
    Link Share : https://twitter.com/chelseas_lovers/status/643984870490812416

    "Bagaimana jika kamu menjalani hubungan LDR dan belum pernah bertemu dengan pasanganmu. Apa yang akan kamu lakukan jika di dalam hubunganmu tersebut mengalami permasalahan yang mengharuskan dilakukan penyelesaian?"

    Jawaban : Diselesaikan secara tuntas tas tas.. Kalau harus ketemu ya ketemu. Face to face. Kalau cukup lewat telepon (karena banyak hal yang tidak memungkinkan) ya,, mau bagaimana lagi.. Yang penting diselesaikan sampai selesai. Hehehe.. :D :D

    ReplyDelete
  11. Nama : Fita
    Twitter : @fitania09
    Email : fitania90@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/fitania09/status/644001507906457601?s=01

    Jawaban : Jika aku menjalani sebuah LDR dimana belum pernah bertemu dengan pasangan ku itu dan tiba-tiba ditengah perjalanan terdapat permasalahan yang harus diselesaikan maka aku harus bertemu dengannya meski hanya 1 hari. Minimal kita mempunyai kesepakatan untuk solusi terbaik apa yang harus digunakan. Selebihnya kita bisa membicarakan solusi lainnya via inbox. Jika hanya lewat medsos/telpon maka itu tidak cukup efektif. Sekiranya memang bener-bener tidak bisa bertemu maka mau gak mau kita bisa video call. Lalu kita mencoba instropeksi diri masing-masing dan berusaha memperbaiki diri. Pasangan yang menjalani LDR emang membutuhkan pengorbanan cukup besar baik tenaga, pikiran ataupun finansial. Dan pastinya jika aku sudah mau berLDRan dengan si dia maka aku juga uda siap dengan konsekuensinya.

    ReplyDelete
  12. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Email : agathavonilia@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/644171824243281920

    "Bagaimana jika kamu menjalani hubungan LDR dan belum pernah bertemu dengan pasanganmu. Apa yang akan kamu lakukan jika di dalam hubunganmu tersebut mengalami permasalahan yang mengharuskan dilakukan penyelesaian?"

    Jawaban : Bersikap bijaksana, bersikap postif dan melihat kondisi diri sendiri serta pasangan. Ada 2 hal yang dapat dilakukan.
    Pertama, mencari akar permasalahannya terlebih dahulu dengan meminta bantuan sahabat terdekat dengan menanyakan beberapa solusi yang dapat membantu. Tetap saling berkomunikasi satu sama lain entah lewat media komunikasi apapun. Aku harus menghadapi masalah tersebut dengan kepala dingin. Berusaha mengalah dan tulus meminta maaf jika memang benar aku yang salah. Tidak semua masalah harus disikapi dengan emosi apalagi aku dan pasanganku LDR. Jadi, harus saling mengerti dan memahami. Jalan satu-satunya karena tidak dapat bertemu dalam waktu dekat adalah saling memaafkan dan menginstropeksi diri. Apakah salahku? Ataukah apa salahnya? Aku tidak boleh mengulanginya lagi dan aku harus memperbaiki sikapku. Aku butuh dia, dia butuh aku.

    Kedua, gimana caranya aku harus bertemu dengan dia. Kami harus bertatap muka saat itu juga karena aku merasa persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya lewat dunia maya saja. Harus dibicarakan secara langsung. Kami tidak dapat mengambil keputusan yang terbaik tanpa bertemu terlebih dahulu. Angkuh. Mungkin sifat inilah yang menyebabkan permasalahan kami terus berlarut-larut dan tidak menemukan pangkal ujungnya. Jalan satu-satunya adalah bertemu langsung menghilangkan LDR di antara kami.

    ReplyDelete
  13. Nama : Velika Natalia
    Twitter : @VelikaNatalia
    Email : fransis93.sis.lia@gmail.com
    Link : https://twitter.com/VelikaNatalia/status/644591404342231041?s=09

    30 Menit q merenung baca ulang review buku ini. Baca lagi dan lagi. Mikir gimana itu terjadi jika padaku. Q belum juga menemukan jawabanya. Sebagai wanita q akan memilih untuk terdiam. Mengulang kembali bagaimana awal perkenalan kita. Gimana kita saling komit untuk LDR, jelas itu bukan hal yang mudah dan mungkin tidak menyenangkan. Akan ada satu titik menyesali segalanya, kenapa memulai dan hingga akhirnya muncul konflik tak terselesaikan. Satu yang terlintas dibenak "aku berharap dia berucap akan menemuiku dalam waktu dekat" tapi itu juga bukan jawabannya. Karna konflik mungkin bukan timbul karna tidak saling bertemu. Tapi bagaimana mereka tetap komit dan menjalankannya sampai akhir. LDR itu permainan hati menurut ku karna bagaimana kita bisa suka?? kalau kita ga tau gimana cara makannya, cara dia memejamkan mata, cara dia menggenggam jemari kecilmu, cara dia menatap matamu, cara dia mengucapkan aku cinta padamu. Semua abu-abu hanya perasaan dan hati yang mengatur smua. Ketika konflik terjadi maka smua logika akan hancur dalam hubungan LDR. Dan aku akan mengakhiri hubungan itu tanpa syarat. Dan berucap "Terima Kasih karna sudah mengisi hari-hariku membuatku selalu berimajinasi akan sosokmu, memberiku riuh tawa dan candamu, q mengerti kamu. Sangat!" "Jika kita bertemu suatu saat nanti tanpa saling mengenal aku ingin kita membawa pasangan kita masing-masing"

    TerimaKasih

    ReplyDelete
  14. Nama : Rina Eko Wati
    Twitter : @HikariMio
    Email : rinaeko87(at)gmail(dot)com
    Link Share : https://mobile.twitter.com/HikariMio/status/645417303132114944?p=v

    Bagaimana jika kamu menjalani hubungan LDR dan belum pernah bertemu dengan pasanganmu?

    LDR itu mustahil, tapi gimana buat kamu?Listen to your heart. Toh, yang jalanin, kan kamu.Benerkan? Sebenarnya, bukankah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita mau berusaha buat mencapainya ? Ya, walaupun aku belum pernah merasakannya dan semoga saja tidak #Hehe.

    Tapi jika sampai itu terjadi padaku, jalani aja, kenapa nggak ? Selama kita percaya dengan si dia dan dia juga begitu, insyaallah akan tetap jalan tuh hubungan. Menurutku, LDR itu sejenis cobaan buat para pasangan, apakah mereka sanggup bertahan atau memilih ‘stop’ dan cari yang baru alias lebih deket. Kita cuma bisa jalaninnya sebaik mungkin. Termasuk kalau harus LDR, ya LDR-lah sebaik mungkin. Lebih baik daripada langsung nyerah. LDR-an itu juga harus saling percaya. Kalau nggak, cuma buang-buang waktu, karena pada akhirnya, kita tidak hanya nggak satu tempat, tapi juga nggak satu tujuan. Kita akan belajar jalan sendiri-sendiri. Lagipula ketemu langsung emang penting. Tapi, yang lebih penting, kita masih ngerasain kehadiran masing-masing meskipun jauhan. Daripada dekat, tapi kerasa jauh, bahkan nggak kerasa ada lagi. Itu lebih miris.

    Sekadar jarak tak bisa membuat dua hati menjadi jauh. Pengkhianatanlah yang membuatnya. Tidak hanya menciptakan jarak, tapi juga sekat. Dunia bisa menciptakan segalanya untuk meniadakan jarak, tapi tak bisa menghapus sekat itu. Kepercayaan yang kedua mungkin bisa menghapusnya. Long distance relationship tidak hanya cukup saling percaya, tapi juga bagaimana menjadi orang yang bisa dipercaya.

    Apa yang akan kamu lakukan jika di dalam hubungan tersebut mengalami permasalahan yang mengharuskan dilakukan penyelesaian?

    Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa ketemu langsung emang penting. Dan kalau memang permasalahan itu mengharuskan kami untuk bertemu dalam menyelesaikannya, nggak ada pilihan lain selain bertemu, ya kami akan bertemu. Kalau kami disibukkan dengan pekerjaan masing-masing dan sulit untuk bertemu, lebih baik memilih hari dimana kami memang free. Saling memahami satu sama lain dalam hal ini aku rasa cukup penting agar permasalahan yang ada nggak semakin rumit.

    ReplyDelete
  15. Ananda Nur Fitriani
    @anandanf07
    Anandanftrn@gmail.com
    https://twitter.com/anandanf07/status/645502969291497472

    Menurut aku, hubungan LDR itu butuh rasa percaya yang sangat besar. Kalau lagi ada masalah, aku akan merenungkannya terlebih dahulu, bersikap bijak dan dewasa, berpikir positif dan meningkatkan kepercayaan pada pasangan. Setelah itu, aku akan mencari cara untuk bertemu langsung dengan dia. Supaya permasalahannya cepat selesai dan hubungan kami pun dapat baik kembali. Namun jika jarak dan waktunya tidak memungkinkan untuk bertemu, maka aku akan menggunakan teknologi untuk dapat berkomunikasi (telepon atau video call). Bagaimana pun caranya, masalah itu harus terselesaikan. Karena rasa percaya ku juga membutuhkan kepastian dan kebenaran dari masalah tersebut :)

    ReplyDelete

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...