Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

1 September 2015

Review Novel | Dirty Little Secret - Aliazalea

Judul : Dirty Little Secret
Penulis : Aliazalea
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-0146-4
Kategori : Romance

Holaa..

Ketemu lagi sama aku.. Ada yang kangen nggak? Nggak ada? Oke, bye! Haha.. Just kidding. Oke, kali ini aku mereview bukunya mba Aliazalea yang ngehits banget. Nah, apakah di antara kalian ada yang punya rahasia? Sstt.. just keep it, don't share! Oke, let's peek the review..

And the synopsis..

MEET THE HERO

Ben Barata. Sukses dengan kariernya dan berkehidupan mapan, tapi masih merasakan kekosongan dalam hidupnya. Dan dia yakin kekosongan itu hanya bisa diisi oleh Jana, cewek yang menghilang tanpa jejak setelah hatinya dia injak-injak bertahun-tahun yang lalu. Dia bertekad untuk bertekuk lutut meminta maaf dan mendapatkan kesempatan kedua dengan Jana.. Namun, bagaimana dia bisa melakukannya tanpa membuat Jana mengambil langkah seribu ketika melihatnya?
MEET THE HEROINE

Jana Oetomo. Ibu dari sepasang anak kembar yang bandelnya setengah mati dengan sebuah rahasia yang memberikan definisi baru pada ungkapan "skeletons in the closet". Namun sepertinya rahasia itu tidak bisa tetap terkubur, terutama ketika Ben, orang terakhir yang dia inginkan mengetahui rahasia itu, tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupannya. Dan dia lebih baik mati daripada membiarkan Ben dekat-dekat dengannya lagi.

Here we go.. 

Dan biasanya cuma ada dua alasan kenapa orang terobsesi sama kerjaan mereka. Pertama, karena mereka mencoba membuktikan sesuatu, dan yang kedua, karena mereka mencoba melarikan diri dari sesuatu (DLS, hal. 19)

Pertama, cowok yang hanya bisa jadi teman karena meskipun mereka bisa membuat kita merasa nyaman, bayangan mencium mereka membuat kita menggelengkan kepala kuat-kuat; kedua, cowok yang cuma bagus untuk dilihatin selain tubuh dan wajah, tidak ada lagi yang menarik tentang mereka; ketiga, cowok yang merupakan boyfriend material. Mereka bukan saja ganteng nggak ketolongan, tapi juga membuat kita merasa nyaman dengan mereka (DLS, hal. 41)

Cinta membuat kita buta dan rela melakukan hal-hal yang biasanya tidak akan kita lakukan (DLS, hal. 43)

I guess someone has a very romantic boyfriend (DLS, hal. 110)

Aku cuma bisa mencoba memperbaiki kesalahan yang udah aku buat dan berusaha sebisa mungkin untuk nggak mengulang kesalahan yang sama ke depannya (DLS, hal. 147)

Pertalian darah yang lebih daripada hanya DNA (DLS, hal. 154)

Kata-kata itu cuma angin kalau nggak diikuti sama tindakan yang benar (DLS, hal. 166)

Kita mungkin mencintai orangtua, adik, kakak, atau teman karena mereka adalah sebagian hidup kita, tapi kita hanya akan jatuh cinta dengan orang yang membuat kita tidak bisa membayangkan hidup tanpa mereka (DLS, hal. 222)

If you love someone, you gotta let them go (DLS, hal. 238)

Seperti yang aku bilang sebelumnya, Jana. All you have to do is ask. Kamu tahu kan aku akan selalu available untuk kamu (DLS, hal. 245)

Love sucks. Being in love is even sucker. Jadi kenapa orang-orang tetap melakukannya? Karena kita semua suckers (DLS, hal. 245)

Karena Jana telah memberinya sesuatu yang lebih berharga. Yaitu kesempatan (DLS, hal. 265)

Anak-anak seharusnya bisa rileks di hadapan orangtua mereka, karena orangtua adalah tempat anak bisa mengadu tanpa dinilai yang tidak-tidak (DLS, hal. 274)

Seorang laki-laki tidak akan menjadi laki-laki sejati hingga mereka menjadi seorang suami. Dan seorang suami tidak akan menjadi suami sejati hingga mereka menjadi seorang ayah, dan dia tidak pernah betul-betul mengerti kata-kata itu hingga sekarang (DLS, hal. 297)

Alhamdulillah, selesai sudah mereview novel ini.. Awalnya waktu baca judulnya, yang ada di pikiranku adalah 'jangan-jangan ini novel bakalan ada adegan dewasanya nih, aduh gimana dong, aku kan belum cukup umur buat baca'.. Tapi, ternyata waktu baca novel ini benar-benar terhenyak. Memang sih, awalnya aku rada bingung bacanya. Mana yang adegan dan obrolan dari sisi Ben, mana yang dari sisi Jana. Mungkin karena aku udah terbiasa baca novel yang ada keterangan 'XXX Pov' atau 'YYY Pov'. But, overall, aku suka sama jalan cerita. Mengalir apa adanya. Walaupun cerita ini berkisah antara 2 orang manusia, namun orang-orang di sekitar mereka berdua juga dilibatkan. Jadi, nggak melulu bercerita hanya 2 orang itu saja, tapi ada juga scene dengan yang lain. 

No comments:

Post a Comment

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...