Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

26 September 2015

Review Novel - Buntelan | Hazel's Wedding Story (First Sight) - Leonna Amorette Ferdinand

Judul Buku : Hazel's Wedding Story (First Sight) 
Penulis : Leonna Amorette Ferdinand
Penerbit : Diandra Creative
ISBN : 978-602-336-085-7
Category : Romance, wedding

Holaa..

Akhirnya, Peek A Book kembali membawa review novel lagi. Kali ini tentu saja novel dari mba Leonna Amorette Ferdinand. Itu lho yang nulis novel A Present from The Past. Langsung aja yaa.. Biar nggak kelamaan.. Oke? Let's peek the review..

And the synopsis..

Hazel
"Aku menginginkan pernikahan yang dilandasi kejujuran, kesetiaan dan penghargaan terhadap cinta dan komitmen. Namun, mengapa yang kurasakan sungguh berbeda? Jika kamu sungguh-sungguh mencintaiku, mengapa harus menyakitiku?"

Marvin
"Semua salahku. Jika saja aku bisa memilih untuk tidak mempermainkan komitmen pernikahan kita, kita berdua akan hidup bahagia bersama. Maaf karena menyakitimu, membuatmu terluka. Aku bersalah, namun masihkah ada maaf untukku?"

Riana
"Dulu, satu-satunya cintamu hanya aku. Namun mengapa cintamu terbagi untukku dan untuknya? Apakah aku tidak lagi pantas untukmu? Setelah semua pengabdian cintaku yang tulus padamu?"


Here we go..

Hazel's Wedding Story ini menceritakan tentang perjalanan cinta seorang gadis bernama Hazel yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang terkenal 'playboy' bernama Marvin. Awalnya Hazel enggan menerima dan cenderung menolak. Tapi, sikap Hazel yang jelas-jelas menolak ini membawa dia kepada sebuah bencana, ayahnya masuk rumah sakit karena serangan jantung sesaat setelah Hazel meminta bantuan Bram, sepupu dari sahabatnya, Karina.
Walaupun pada akhirnya mereka tetap menikah, namun sikap Hazel terhadap Marvin tak berubah. Hingga terungkap satu fakta mengenai sosok Riana yang selama ini tak diketahui Hazel. Marvin pun dipaksa untuk memilih. Dan pilihan itu membuat kondisi rumah tangganya berbeda. 

Mereka berdua sama-sama saling mencintai dan ingin memiliki. Tapi, dengan keadaan yang sekarang sedang terjadi, mereka tinggal menunggu waktu. Kehadiran Katrin, Aaron, dan Karina pun tak mampu membuat gundah gulana Hazel berkurang. 

Adakah setitik harap untuk pernikahan Hazel dan Marvin?

Berarti lo beruntung, dianya ketiban sial (HWS, hal. 10)

No, kagum beda sama cinta. Yang lebih tau isi hati gue kan gue sendiri? Bukan lo? (HWS, hal. 11)

Kekaguman sama seseorang bisa bikin lo jatuh cinta (HWS, hal. 11)

Semua orang pasti bisa berubah. Iblis saja bisa berubah jadi malaikat kalau mereka mau bertobat (HWS, hal. 43)

But this woman is different. She's tough. Very tough (HWS, hal. 92)

Keputusan terbaik tidak bisa didapatkannya secepat itu (HWS, hal. 147)

Di saat kemarahan seseorang masih berada di titik tertinggi, kata maaf sekeras dan setulus apapun tidak akan mampu mendamaikan (HWS, hal. 174)

Ibarat memaksakan memadamkan kobaran api dengan sedikit air, sedangkan api tersebut sudah terlanjur membakar dan menghanguskan segalanya (HWS, hal. 174)

When you are in relationship with me, all you have to do is accept all of my rules (HWS, hal. 185)

Tapi cinta tanpa kepercayaan apa gunanya? (HWS, hal. 199)

Aku nggak bisa memutar waktu kembali untuk nggak menyakiti kamu. Tapi apa nggak ada sedikitpun maaf kamu buatku? (HWS, hal. 259)

Semakin banyak orang yang tahu, semakin sulit masalahnya terselesaikan (HWS, hal. 297)

Karena aku punya tanggungjawab yang nggak bisa aku tinggalkan (HWS, hal. 302)

Novel ini membuat setiap orang yang membaca gregetan dan penasaran (termasuk saya tentunya). Novel ini mengajarkan kita, sebagai perempuan, untuk selalu kuat dan tegar dalam menghadapi masalah. Selain itu, di dalam novel ini juga menceritakan tentang kuatnya persahabatan antara Karina dan Hazel, hangatnya sebuah keluarga, kesetiaan, kepecayaan, saling menghargai dan tentu saja cinta kasih. Walaupun endingnya bikin rada keki, karena gantung dan sad ending, aku tetap percaya kok, nggak segala cerita novel endingnya harus happy Kadang kala bisa juga sad ending.

Cara mba Leonna menyampaikan pesan dalam novel ini cukup baik. Pemilihan kalimatnya juga bagus. Feel yang kudapat saat membaca novel ini juga pas banget, nggak terlalu berlebihan banget. Konfliknya udah tajam banget. So, novel ini pantas diacungi jempol. Proud of you, mba Onna.. Can't wait to read the second book of HWS. Good job, mba..

2 comments:

  1. Jadi pengen beli juga novelnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih buat komentarnya..

      Ayo beli, mba, novelnya..

      Delete

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...