Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

5 September 2015

Review Novel | My Future - Ainun Nufus

Judul Buku : My Future
Penulis : Ainun Nufus
Penerbit : Diandra Creative
ISBN : 978-602-336-115-1
Kategori : Romance

And the synopsis..

Perjodohan, sebuah hal mainstream yang menjadi topik akhir-akhir ini. Dari perjodohan muncullah cinta, biasanya begitu. Cinta karena terbiasa. Tapi bagaimana kalau ada cinta lain sebelumnya? Ayla dengan cinta diam-diamnya dan Ghany yang mencintai sahabatnya.

Masing-masing punya cara tersendiri menjalani pernikahan ini. Ada yang berusaha menjaga hati, ada yang tetap memandang cinta sebelumnya penuh harap. Tapi mereka menyadari, akan ada hati yang tersakiti saat perpisahan menjadi pilihan. Kejujuran menjadi jalan keluar untuk masing-masing perasaan. Ada yang menangis kehilangan, ada yang tersenyum menemukan cinta baru karenanya.

Karena hidup penuh cinta di dalam doa masing-masing insan. Siapkah mereka untuk jatuh cinta lagi?



Here we go..

Kalau cinta ya diperjuangin, kalau udah nyerah dulu ya udah lupain (MF, hal. 3)

Aku masih mempunyai mimpi, saat tak bisa bersama dengan orang yang aku cintai, aku masih berharap bisa bersama dengan orang yang mencintaiku (MF, hal. 8)

Saat mendapat ucapan selamat dari orang yang bertahun-tahun dicinta itu rasanya sesak bukannya bahagia (MF, hal. 29)

Ucapan adalah doa (MF, hal. 29)

Pikirkanlah orang yang menyayangimu, jangan yang menyakitimu, Ayla (MF, hal. 58)

Berucap manislah denganku, bibir manismu nggak cocok dengan ucaanmu (MF, hal. 69)

Yakinkan hatimu! Saat kamu berani mengambil resiko untuk sebuah pilihan berarti kamu memang lebih membutuhkan itu di hidupmu (MF, hal. 86)

Mengenal orang lain lebih dalam ternyata tak ada salahnya (MF, hal. 99)

Kata bunda, memeluk seseorang akan membuat orang itu merasa lebih nyaman dengan kita (MF, hal. 111)

Menikah dengan perempuan yang menyukai sahabatmu adalah kebodohan (MF, hal. 114)

Padahal harapan terkadang menjadi awal kekecewaan yang berakhir dengan kesakitan (MF, hal. 119)

Nyamanlah bersamaku, jangan bersama orang lain (MF, hal. 137)

Jangan nangis, kamu tak perlu lagi obat penenang itu. Akulah yang akan jadi obatmu. Akulah penenangmu (MF, hal. 137)

Melepaskan memang bukan hal yang mudah. Tak ada kata melepaskan yang tak menyakitkan. Tak ada kata melepaskan yang menyenangkan. Tapi jika melepaskan dan mempertahankan adalah pilihan, saat ini aku memilih melepaskan dan berharap Ayla mau menerima kehadiranku. Menganggapku nyata dan layak untuknya 
(MF, hal. 145)

Jika melepaskan adalah pilihan yang terbaik, tak ikhlaspun akan aku coba lepaskan sebelum aku benar-benar memberikan segala rasaku untuk Ghany (MF, hal. 154)

Bukan aku nggak mau berusaha tapi memaksakan cinta itu menyakitkan. Biar saja berjalan semestinya, buka hati siapa tahu ada cinta lain yang lebih berarti 
(MF, hal. 157)

Kalau hidup hanya untuk menyerah, bahagiamu akan jauh (MF, hal. 160)

Aku sudah berjanji dengan Tuhan, dan aku tak pernah lagi membiarkan cintaku tak kuperjuangkan (MF, hal. 166)

Ingin merelakan, menyerah tapi aku takut tak bisa lagi bernafas semudah ini (MF, hal. 171)

Kamulah penyempurna hidupku, bagian dari tubuhku. Tanpamu aku cacat. I love you (MF, hal. 173)

Sebuah pelukan dan ciuman mampu mempererat hubungan, memberikan rasa nyaman, dan mengurangi tingkat stress karena meningkatkan oksitosin dan endoprin (MF, hal. 174)

Ternyata untuk jatuh cinta lagi yang kupikir sulit nyatanya sangatlah mudah. Tergantung diri sendiri siapkah tuk jatuh cinta lagi pada saat pilihan sudah ditentukan. Menerima atau melewatkan kesempatan (MF, hal. 176)

Jika bahagia semudah ini, kenapa mempersulit? Cukup ambil kesempatan dan beranilah jujur. Saat jujur menjauhkan jarak, tenanglah. Sudah ada seseorang yang menantimu dan selalu berdoa pada Tuhan agar segera didekatkan denganmu 
(MF, hal. 177)

Karena kebahagiaan perempuan adalah saat bisa mengandung dan melahirkan sang buah hati (MF, hal. 181)

Ketika cinta itu datang, bukalah pintu hatimu. Karena cinta itu adalah isyarat 
(Asri Rahayu MS - 22 Februari 2008)

Membaca cerita ini benar-benar bikin senyum-senyum sendiri. Pemilihan kata dan penyusunannya menjadi sebuah kalimat dituliskan dengan sangat baik. Pemilihan tempat, dan penggambarannya pun membawa kita berimajinasi dan membayangkan jika kita ada di sana. Ainun Nufus berhasil membuat pembacanya jatuh cinta kembali ketika membaca kisah ini.. Good luck to you, cintoo.. Semoga aku masih bisa membaca karyamu selanjutnya. Dermaga Masa Lalu. Hihi..

4 comments:

  1. Makasih cinto.....
    Moga bisa semedi ngelarin si Dermaga Masa Lalu dengamu hihihihi :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeayy.. Alhamdulillah.. Sama2, cinto..
      Aamiinn.. ngebolang ke pulau kapuk dulu ahhh.. biar dapat ide ngelarin Dermaga Masa Lalu hihi.. :*

      Delete
  2. jadi penasaran pengen baca hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoo, mba.. Dibaca yukk.. Boleh kok kalau mau beli ditempat saya, 45rb saja.. Bisa ikutan #MFPhotoContest.. hehe

      Delete

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...