Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

9 October 2015

Review Novel - Buntelan | Merajut Asa - Friska Adelia

Judul Buku : Merajut Asa
Penulis : Friska Adelia
Penerbit : Diandra Creative
ISBN :
Genre : Romance

Holaaa..

Peek A Book kembali lagi. Apa kabar semua? Sebelumnya, ikut prihatin dan hanya bisa membantu dengan doa untuk daerah yang terkena asap. Semoga keadaan lekas kembali seperti sedia kala. 

Nah, hari ini Peek A Book mau menulis review dari bukunya mba Friska Adelia. Setelah 2 bukunya yang berjudul Sweetest Destiny dan Senandung Rima Masa Lalu sudah pernah Peek A Book review, kali ini bukunya yang berjudul Merajut Asa. Let's peek the review..

And the synopsis..

Temuilah Asa, pria tampan rupawan yang usianya sudah menginjak kepala tiga. Tapi entah kenapa jodoh tak juga menghampirinya.

Temu pula Yuri, gadis polos cantik yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA, yang bisa-bisanya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada om dari sahabatnya sendiri.

Bagaimana jadinya jika mereka terlibat dalam satu kisah yang sama? Mungkinkah bagi mereka untuk merajut sebuah asa bersama?

Here we go.. 


Jawaban tanpa suara yang cukup menghancurkan semua harapan yang ada 
(MA, hal. 6)


Ini ketiga kalinya, Peek A Book membaca novel karya Ikadelia, setelah sebelumnya Peek A Book benar-benar menikmati kisah manis dan pelik di Sweetest Destiny dan Senandung Rima Masa Lalu. Masih termasuk ke dalam genre romance, Peek A Book diajak ikut menyelami karakter seorang Rehasa Atmaja dan gadis mungil, Yuri Matsumoto. Rehasa adalah seorang pria mapan yang sedang dikejar usia untuk segera menikah. Sedangkan Yuri adalah gadis berusia tujuh belas tahun yang jatuh cinta pada sosok Rehasa.




Jodoh itu dijemput, Sa. Jangan dibiarin.. (MA, hal. 13)



Rehasa pernah merasakan patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Rehasa yang masih ingin meneruskan pendidikannya mendapatkan ultimatum dari sang Bunda, untuk segera menikah. Ya, karena bundanya sudah tak mau lagi datang ke acara wisudanya dan menginginkan datang ke acara nikahannya. Tapi, jangan salah sangka dulu, novel ini tak menceritakan kisah tentang perjodohan antara dua keluarga untuk memperbesar perusahaan seperti yang biasa kalian baca di cerita-cerita lainnya.




Cinta nggak kenal usia, kali, dek (MA, hal. 31)



Kedatangan sosok Yuri bukanlah tanpa sengaja. Ada alasan tersembunyi kenapa sosok Yuri diperkenalkan oleh sang Kakak. Yuri layaknya seorang gadis yang langsung bisa mendapat tempat di hati dan pikiran Rehasa. Seolah, dunia Rehasa mulai terpusat pada Yuri.




Tapi kurasa, Tuhan memang menciptakan gadis kecil itu dari tulang rusukku, ya? Dan mentakdirkan kami untuk bersama? (MA, hal. 130)



Hingga saat hari itu tiba, Rehasa akhirnya meminta Yuri untuk pergi kencan dengannya. Walaupun awalnya, kecanggungan terasa, namun akhirnya sikap Rehasa yang benar-benar memperlakukan Yuri bagai ratu, membuat percikan rasa itu bertambah lagi. Yuri tak mampu menolak pesona Rehasa, begitu pun dengan Rehasa yang tak sanggup berpaling dari Yuri.




Karena saat melihat kamu, saya membayangkan sebuah keluarga kecil yang bahagia. Ada saya, kamu, dan anak-anak kecil yang berlarian di sekitar kita (MA, hal. 149)




Pantai itu membawa ketenangan. Angin, air, pasir, menyatu dalam satu landscape, menciptakan suasana yang nyaman, dan menyajikan pemandangan yang indah pula. Apalagi ditambah sinar matahari yang mengintip ketika akan terbit, atau ketika pamit untuk bergantian tugas dengan rembulan (MA, hal. 185)




Aku yang bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan kamu. Apapun yang kamu inginkan, itu tanggung jawabku, sayang (MA, hal. 226)



Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba juga. Penyatuan dua hati menjadi satu. Hal ini dibuktikan oleh Rehasa yang datang meminta Yuri kepada kedua orang tuanya. Sikap Rehasa yang sopan selama mengenal Yuri dan ajakannya menikah pada Yuri membuat Yuri dan keluarga mengiyakan niat baik tersebut. Apalagi yang harus dilakukan selain restu dan doa dari kedua keluarga?



Membaca novel ini begitu amat sangat menyenangkan. Peek A Book sampai larut ke dalam kisah Asa dan Yuri. Begitu apik menuliskan kehidupan Asa dan Yuri dari awal bertemu hingga akhir. Sebagai pembaca, Peek A Book diajak untuk berkenalan dengan sosok dewasa dan tegas seorang Asa. Dan diajak berkenalan juga dengan sosok mungil, baik hati dan dewasa seorang Yuri. Kisah cinta yang manis dan lucu.



Awalnya sih, aku agak ragu sama karakter Yuri yang masih kecil dan mesti bersanding dengan Asa yang dewasa. Tapi, ya itulah yang namanya cinta. Cinta akan datang tanpa mengenal usia dan kepada siapa. Yuri mungkin merupakan sosok gambaran gadis muda yang memiliki keinginan untuk menikah muda dan mendapat jalan yang lancar hingga bertemu dengan Asa.




I have done it, baby. Because I have loved you, and only you. That’s why I asked you to marry me (MA, hal. 250)



Memang kedewasaan itu tidak selalu ditentukan oleh factor usia. Seseorang yang masih muda sekalipun bisa saja memiliki jiwa yang dewasa (MA, hal. 281)


Sosok lain yang aku sukai di novel ini adalah Zara. Sejak awal dia yang tadinya hanya iseng mengira sang sahabat hanya suka-suka biasa, hingga tak merestui hubungan tersebut. Pada akhirnya menyetujui demi kebahagiaan sang sahabat bersama Omnya tercinta. Sikap Zara yang cuek malah membawa pada satu permasalahan dalam rumah tangga Asa dan Yuri karena orang ketiga yang tak diundang dan karena Zara.



Novel ini komplit banget, nano-nano rasanya. Tak hanya menceritakan mengenai kisah cinta antara sepasang anak manusia, namun juga mengenai kehidupan keluarga masing-masing tokoh. Ada satu kisah yang jujur membuatku sempat sebal dengan si tokoh utamanya, Asa. Tendang Asa ke bulan.



Kupikir inti dari dewasa, adalah mengutamakan kepentingan dan kebutuhan orang lain, orang yang kita sayangi, lebih dari kepentingan dan kebutuhan kita sendiri (MA, hal. 304)


Ternyata apa yang terlihat, tak selalu sesuai dengan apa yang terjadi 
(MA, hal. 308)


Terkadang, kita perlu bersikap manis, seperti membawakan bunga, bernyanyi atau apa misalnya, untuk menyentuh hati seorang wanita (MA, hal. 311)



Peek A Book menyukai kisah ini. Hingga tak ingin mengakhiri kisah ini terlalu cepat. Kita dibawa gregetan dengan sikap dan perilaku Asa dan Yuri. Ada beberapa quote yang banyak banget di novel ini, dan sempat tersindir dengan quote-quote tersebut. Saking asyiknya membaca novel ini, Peek A Book sampai tak sadar jika kisah ini benar-benar berakhir. Interaksi antar setiap tokoh sungguh manis sekali. Benar-benat mengalir indah. Peek A Book masih setia menunggu novel beliau selanjutnya *kedipin mata*



Novel yang sederhana dengan kisah cinta yang manis dan sungguh banyak rasa, membuat kita semakin jatuh dan jatuh lagi hingga tak ingin sekejap saja berpisah dengan novel ini. Melalui novel ini, Peek A Book banyak belajar mengenai adab hubungan antara lelaki dan perempuan yang belum muhrim maupun saat muhrim.



Ketika cinta sudah menyapa, dia tak akan peduli akan berlabuh di hati siapa, berapa usianya. Namun, yang perlu dilakukan hanyalah menjalaninya dengan hati yang ikhlas dan kesabaran serta mau menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan 
(Asri Rahayu MS – 081015)

No comments:

Post a Comment

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...