Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

15 April 2016

Book Review | Complicated Thing Called Love - Irene Dyah

28820794 Judul Buku : Complicated Thing Called Love
Penulis : Irene Dyah
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9786020325576

Buntelan dari penulis untuk #BacaBareng 

And the synopsis..

Awalnya, alur cerita ini sedikit membingungkan. Tak jelas mana hulu mana muara. Tapi jangan menyerah. Percayalah, ada titik ketika semua keping puzzle itu bertemu. Seperti cinta.

Kalau Garin Nugroho punya Cinta dalam Sepotong Roti, maka Nabila punya “Cinta (Monyet) dalam Sepotong Pisang”. Organik. Gadis yang biasanya patuh itu kali ini memilih berontak: tetap pacaran meski dilarang. Bisa ditebak, kisahnya berakhir dan monyet bernama Bayu itu harus diusir.

Lalu hadir Bagas, pria sempurna pilihan ibunda. Semua jadi terlihat mudah bagi Nabila. Sayang, Bayu belum betul-betul pergi dari hatinya. Duh, bagaimana bisa Nabila memilih di antara Bagas si calon suami idaman dan Bayu yang bengal dan bikin deg-degan? Dan kenapa Nabila mesti berguru pada kisah cinta para sahabatnya?

Sebabnya satu: cinta memang repot!



Here we go.. 

Orang menghargainya berkat prestasi kerja juga kepribadiannya, bukan karena dia sudah menikah, dengan siapa dia menikah, atau berapa jumlah anaknya

Complicated Thing Called Love dibuka dengan kisah Sora yang bertemu dengan Langit di Verona. Di tempat favorit orang-orang, Rumah Juliet Capulet. Pertemuan yang sebenarnya klasik sih, tapi benar-benar terlihat seru dan asyik. Langit yang memanfaatkan gaya lama hanya untuk berkenalan dengan Sora. Hingga akhirnya mereka pun terbuai suasana Verona sore itu. 

sumber
Kalau seorang wanita menatap wanita lain dengan penuh nafsu seperti itu, dunia akan memaafkannya
Adegan berlanjut ke Aalika dan Rain. Perjalanan mereka ke Chiang Mai benar-benar membuat mereka memanfaatkan moment tersebut sebaik-baiknya. Rain yang bersikeras menginginkan Aalika untuk tinggal lebih lama lagi di Chiang Mai menolak. Hanya mengikuti keinginan Aalika, demi kebahagiaan wanita tersebut, Rain mengalah. Mereka sempat mampir ke Lopburi, hingga akhirnya Aalika memutuskan untuk makan siang di Hotel Panviman.

Hujan selalu membuatku nyaman. Aku menunggu-nunggu dia datang, menyukai aromanya, suaranya, juga suasana yang dihadirkannya

Dania bertemu dengan hantu tampan di Roppongi, Caspar. Mereka mengobrol bertukar cerita hingga tanpa terasa waktu menunjukkan pukul dua pagi. Dania merasa sudah saatnya mereka harus berpisah. Tapi, ada satu hal yang membuat Dania bahagia sekaligus tak percaya diri, ketika Caspar memujinya cantik.

Dewa dan Dewi memutuskan untuk melakukan perjalanan mengenang kembali masa lalu mereka. Dimulai dari stasiun Shizuoka hingga ke Gunung Fuji. Dewa melakukan itu demi mengubah pemikiran Dewi yang menginginkan perpisahan. Dan di Gunung Fuji, masa lalu itu membuat jalan pikiran mereka terbuka.

Tidak ada yang abadi di dunia ini. Kecuali nama toko kelontong atau bus antarkota   

Salju di puncak Fuji-san itu seperti perasaan dua manusia yang merasa cocok, kemudian memutuskan membina rumah tangga bersama 

Nabila dan Bagas menjalin sebuah hubungan dikarenakan keinginan dari sang ibunda Nabila. Ibunda Nabila meyakini jika Bagas adalah sosok yang tepat untuk menjadi pendamping Nabila. Tanpa ibunya tahu, jika hati Nabila masih terikat pada seseorang di masa lalunya, cinta dalam sepotong monyet, alias cinta monyet, Bayu. Lalu siapakah yang akan dipilih Nabila? Bayu ataukah Bagas?

Restu dari beliau sama pentingnya dengan pendapatmu

http://www.infojepang.net/wp-content/uploads/Bianglala-di-Yokohama-Cosmo-World.jpg
sumber
Membaca novel ini tidak butuh waktu lama, hanya 2,5 jam saja. Jujur, awalnya sempat terkejut tatkala membaca novel ini kita tidak disuguhkan langsung kepada kisah tokoh utamanya. Melainkan kita diajak mengenal tokoh-tokoh atau sahabat-sahabat dari tokoh utamanya. Awalnya bingung, mau dibawa kemana sebenarnya cerita ini. Lho kok? Tapi, lambat laun, semakin paham dengan alur yang dituliskan oleh Mbak Irene. Bikin susah mau meletakkan novel ini walau hanya 5 menit saja. Penasaran banget sama endingnya.

Porsi yang dituliskan antara tokoh utama dengan tokoh lainnya sama, adil, porsinya pas. Kisah Nabila dan Bagas serta Bayu diimbangi dengan kisah Aalika, Dewi, Dania, dan Sora. Semuanya berimbang, tak ada yang kurang ataupun lebih. Sama-sama kuat. Membuat kisah ini seperti pelangi yang berwarna *uhuy*.
 
Menikah tidak mungkin hanya pakai cinta. Cinta kan bisa dipelajari, bisa dipupuk
 
Di novel ini tak hanya menceritakan mengenai kisah cintanya saja, namun juga ada kisah mengenai hubungan antara ibu dan anak. Dimana ibunya Nabila ini selalu mengatur kehidupan Nabila, atau kalau yang Nabila sebutkan adalah ibunya selalu benar. Dari sekolah, pekerjaan hingga jodoh. Wajar memang, setiap ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, walaupun terkadang cara dan tutur katanya kurang tepat. Komunikasi itu sangat penting. Disini juga diceritakan bagaimana akhirnya komunikasi dan kesalahpahaman itu dapat membaik hingga Nabila dan ibunya saling terbuka.
 
Suami adalah pria yang akan bersamamu 24 jam sehari, 365 hari dalam setahun, dan terus selama berpuluh-puluh tahun
 
Cinta memang buta. Kalau tidak buta, itu namanya matematika, yang semuanya bisa dihitung, dikurangi, ditambah, dikalikan, dibagi, dan hasilnya pasti
 
Kalau boleh jujur, jika menjadi Nabila, nggak akan memilih antara Bagas ataupun Bayu. Pasti yang akan dipilih adalah Langit *yeayyy*. 
 
Selain itu, kisah persahabatan juga diceritakan dengan apik di novel ini. Bagaimana seorang sahabat selalu ada di saat sahabatnya saling membutuhkan. Walaupun hanya melalui telepon, percakapan singkat, semuanya diceritakan dengan sangat apik oleh mbak Irene. 
 
Waktu adalah sahabat terbaik orang yang patah hati 

Di novel ini pula kita dapat belajar, jika terkadang keinginan tak semuanya dapat terwujud menjadi nyata. Selalu ada pilihan-pilihan lain yang menyertai. Tergantung kita mau menentukan ke arah mana tujuan hidup kita. Ke arah masa depan yang lebih baik atau kembali ke masa lalu yang tak ada harapan atau hanya diam berdiri tanpa melakukan apapun? 
 
Kalau boleh saran, berhubung novel inilebih fokus kepada kisahnya Nabila dan dua cowok ganteng, please dong, ceritakan kisah Sora dan Langit di bawah langit Verona. Penasaran. Berharapnya kisah mereka will be your next project yaa, mbak Irene. 
 
Good luck for your novel, mbak. Semoga kelak masih akan terus ada karya-karyamu yang bisa dibaca dan direview ala princess Langit *uhuk*. Buat kalian yang mencari kisah cinta, kisah tentang keluarga dan persahabatan, novel ini very recomended buat kalian baca.
 
At the end, women will marry good guys. That's for sure. They probably fancy cocky-cool-bad-guys and play around, but again, woman will marry a good guy  
 
 

No comments:

Post a Comment

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...