Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

16 May 2016

The Chemistry of Marriage - Asri Tahir | Blog Tour, Giveaway

28821775 Judul Buku : The Chemistry of Marriage
Penulis : Asri Tahir
Penerbit : Self Published
ISBN :
9786027012127

And the synopsis..


Gadisa Elora:

“Dia itu seperti bintang di langit; indah dipandang, tapi tidak untuk dimiliki.”
Aku selalu berpikir seperti itu tentang Rangga. Dalam diam, aku mengaguminya. Cukup aku yang tahu … karena hanya menunggu waktu. Mungkin sebentar lagi, aku akan jatuh cinta pada pesonanya.

Rangga Abimanyu: 

“Wanita mana pun boleh, tapi yang berkerja di GreenLine terlarang.”
Sejak pertama kali saya bertemu Gadisa, dia mencuri perhatian saya dengan sikap yang apa adanya. Demi dia saya melanggar prinsip yang saya buat, tapi Gadisa dengan keras kepala menampik baik perasaan saya ataupun apa yang dia rasa. Butuh kesabaran juga waktu agar Gadisa menerima bahwa sayalah pria yang menempati hatinya. Untuk dia, saya akan terus menunggu.

***
Mereka dua orang yang terikat dalam pernikahan, yang mana saling meragu atas perasaan juga arti kebersamaan mereka. Namun waktu memberikan mereka kesempatan untuk meyakinkan bahwa yang mereka rasa adalah nyata.


Here we go.. 

Menikah itu perkara hati, bukan hanya urusan logika. Memang mudah dijalani kalau kamu hanya berpikir dengan logika, tapi tidak dengan hati kamu... hati kamu dan dia yang akan menentukan, apakah kalian bisa menerima satu sama lain atau tidak hingga kalian bisa menjalani sebuah pernikahan yang sebenarnya

The Chemistry of Marriage ini bercerita tentang seorang Gadisa yang bekerja di sebuah perusahaan bernama Green Line. Dimana disitu, dipimpin oleh seorang Rangga yang menjadi pujaan hati kaum hawa di Green Line. Berhubung, Gadisa anak baru, dia tak tau yang mana Rangga. Hanya sekedar mendengar dari teman-temannya saja. Merupakan satu tradisi di Green Line untuk memberi masa percobaan yang teramat 'mengenaskan' atau bisa dibilang lucu buat anak baru seperti Gadisa. Gadisa percaya saja saat teman-temannya memintanya mengantarkan berkas ke Rangga. Dan terjadilah pertemuan pertama mereka.

Rangga memang seorang yang pintar, jenius, dan memiliki pengetahuan yang luas serta mau menerima kritikan dan saran dari karyawannya. Selain itu, dia bekerja secara profesional. Tak segan-segan memberikan masukan yang positif untuk kemajuan Green Line kepada karyawannya, termasuk Disa. Satu event besar pun akhirnya dipercayakan kepada Disa. Walaupun dalam hati Disa mulai mengagumi Rangga, namun seperti kata pepatah "Bagai pungguk merindukan bulan". Karena Rangga susah diraih, terlebih lagi ada kekasih cantiknya, Renata, si super model terkenal. 

Menikah itu urusan seumur hidup, janjinya bukan sama pemerintah aja tapi juga sang pemberi kehidupan, Pak

Disa terjebak dalam friendzone dengan sahabatnya, Erick. Kejadian itu pun terjadi dalam hidup Disa. Di saat kantornya ada perayaan, sebelum Disa datang ke perayaan tersebut, terlebih dahulu Disa pergi menemui Erick. Berpikir yang tidak-tidak, ternyata Disa harus memendam kekecewaan kembali. Disa pun bergegas pergi ke perayaan kantornya dan meluapkan segala emosinya disana. Rangga pun demikian, mengetahui kekasihnya selingkuh dan akan menikah, membuatnya patah hati

Rangga menolong Disa, tapi pertolongan Rangga berbuah sesuatu hal yang membuat hidup Disa berubah. Terlebih, berita tersebut masuk ke televisi dan membuat Ayah Disa menemui Rangga untuk meminta pertanggung jawaban. Rangga diminta menikahi Gadisa, anak gadisnya. 

Kemarin kenangannya bersama Rangga memang memalukan, tapi hari ini, kenangan memalukan itu justru membawanya pada situasi yang menyenangkan 

The Chemistry of Marriage merupakan novel ketiga dari mbak Asri Tahir yang terbit, tapi sebenarnya merupakan karya pertamanya sebelum Not A Perfect Wedding dan Over the Rain. Novel ini diterbitkan secara self publish, jadi kesalahan di dalam novel ini sangat dimaklumi, yang tentu saja nggak akan aku bahas. Karena terlanjur tenggelam di dalam cerita ini. Cerita TCOM ini awalnya kubaca di Wattpad. Sebelum terbit, mbak Asri sempat bilang, jika cerita ini diubah. Dan iya, begitu aku baca cerita ini diubah di bagian-bagian awalnya. Tapi, aku tetap suka. Terlepas dari diubah atau tidaknya cerita ini, tulisan khas mbak Asri terlanjur membuatku jatuh cinta.

Tema yang diangkat masih seputar tema tentang pernikahan. Konfliknya pun sebenarnya sederhana, namun ditulis dengan bahasa yang apik, sehingga sensasinya terasa berbeda serta membuat perasaanku saat membaca cerita ini benar-benar dapat banget. Emosinya dapat banget. Nggak bosen bacanya (Baca : aku sudah baca 3x lho). Bahagia, senang, sedih, marah, semua dapat. Berharapnya, mbak Asri bisa menuliskan satu kisah berbeda di luar tema pernikahan ini. Apapun itu yang akan ditulis mbak Asri, aku akan setia menanti karyanya dan membacanya. 

Rangga selalu ingin menjaga apa yang dia punya! Maka ketika dia memutuskan untuk melamar kamu … semuanya terjadi karena dia tidak ingin laki-laki lain meremehkan kamu karena kesalahannya

Suka dengan penyelesaian permasalahan yang terjadi pada hubungan Rangga dan Disa. Bagaimana cara Rangga memberikan Disa ruang dan waktu untuk bisa berdamai dengan dirinya sendiri, memberi kesempatan untuk Disa kembali sadar, memberi jarak yang tidak terlalu jauh bagi Disa, sehingga sewaktu Disa membutuhkannya, dia akan selalu ada. Selain tema pernikahan yang diangkat disini, ada juga tema tentang persahabatan, cinta kasih di dalam keluarga.

Tokoh favorit aku tentu saja Disa *sebenarnya mau pilih Rangga*. Dia seorang gadis yang kuat, apa adanya alias nggak neko-neko, ceria, pribadi yang menyenangkan, energik, idenya melimpah ruah, pintar, mudah berteman dengan siapa saja, dan memiliki prinsip yang tegas serta masuk akal.

Di novel ini kita belajar mengenai cinta kasih, kehilangan, persahabatan, kekeluargaan, kepercayaan, dan waktu. Terkadang kita memang butuh rasa curiga terhadap pasangan kita, tapi jangan lupakan juga berikan rasa percaya pada pasangan kita, karena pernikahan tanpa kepercayaan bagaikan sayur tanpa garam.

Recomended banget buat kalian yang suka kisah romantis, persahabatan, kekeluargaan. Saran aja sih, siapin tissue, camilan dan guling. Karena ada air mata, ada tawa, ada kebahagiaan disini. Santai, novel ini aman dari adegan yang membutuhkan kipas atau AC. Dan terima kasih, mbak Asri, namaku ada di novel ini lhooo.. Terkejut dan surprise.. Nggak nyangka.. I love you full, mbak.. Sukses selalu untukmu, mbak Asri, kumenanti karyamu selanjutnya.

Kamu harus inget, aku mencintai kamu dalam keadaan apa pun. Sekalipun nanti kamu melakukan kesalahan," Rangga tersenyum sambil menggenggam tangan Disa, "atau aku yang melakukan kesalahan, jangan berpikir untuk pergi. Tolong, tetap bertahan sampai kita bisa membuatnya benar

  

Buat kalian yang ingin membeli buku The Chemistry of Marriage ini, silahkan hubungi mbak Asri Tahir via email di asri.tahir20@gmail.com

Book trailer dari The Chemistry of Marriage-nya bikin mupeng. Gimana kalau Gadisanya diganti aku ajah, mbak? Terus Rangganya Nicholas Saputra? Mbak Asri, kamu juara banget, bikin book trailernya. 

  
==== GIVEAWAY TIME ====


Ada 1 novel The Chemistry of Marriage karya mbak Asri Tahir buat kamu. Mau dapatin buku tersebut? Caranya gampang banget lhooo..

1. Follow akun twitter @princessashr dan @as_sharliz 
2. Follow blog ini via G+ atau email (pilih salah satu ajah)
3. Share link postingan ini di akun social media yang kamu punya, jangan lupa sertakan hashtag #TheChemistryOfMarriage, boleh mention kedua akun diatas yaa..
4. Jawab pertanyan di bawah ini di kolom komentar, sertakan Nama, Domisili, Link Share, akun twitter

Jika kamu melamar / dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau menolaknya? Sertakan alasannya yaa.

Giveaway ini berlangsung mulai tanggal 16 - 22 Mei 2016. Pengumuman pemenangnya, paling lambat akan aku umumkan 2 hari setelah deadline giveaway ini berlangsung. So, selamat mengikuti, dan good luck yaaa..

Giveaway ini juga bisa kamu ikuti di blog-blog kesayangan kamu yaaa..

31 comments:

  1. nama : Wulandari
    domisili : madiun, JATIM

    LINK share https://t.co/gWwEfJmZNX

    Yuk ikutan GA nya check TL kak @princessashr @as_sharliz #TheChemistryOfMarriage



    twitter @wulanchayaank


    aku akan menerima lamaran itu karena bagiku lamaran adalah pintu menuju pernikahan yang sah.meskipun rasa cinta itu belum ada aku akan tetap menerimanya jika Ia berasal dr keluarga baik baik dan bertujuan membina rumah tangga dengan aku. rasa cinta akan menyusul tumbuhnya seiring berjalannya waktu. percayalah.

    ReplyDelete
  2. nama : Wulandari
    domisili : madiun, JATIM

    LINK share https://t.co/gWwEfJmZNX

    Yuk ikutan GA nya check TL kak @princessashr @as_sharliz #TheChemistryOfMarriage



    twitter @wulanchayaank


    aku akan menerima lamaran itu karena bagiku lamaran adalah pintu menuju pernikahan yang sah.meskipun rasa cinta itu belum ada aku akan tetap menerimanya jika Ia berasal dr keluarga baik baik dan bertujuan membina rumah tangga dengan aku. rasa cinta akan menyusul tumbuhnya seiring berjalannya waktu. percayalah.

    ReplyDelete
  3. Kalo saya punya perasaan sekecil apapun ke si pelamar, iya. Saya akan terima lamarannya. Meskipun saya tahu dia tidak punya perasaan apa-apa ke saya. Meskipun saya tahu dia ngelakuin itu karena kasihan. Tapi setidaknya setelah nikah, saya punya kesempatan mengubah perspektifnya terhadap saya. Setelah jadi istrinya, peluang saya besar untuk merebut hatinya karena frekuensi pertemuan kami yang sudah intens. Secara kan sudah serumah. :)


    Nama: Dian Maya
    DOmisili: Makassar
    Twitter: @dianbookshelf
    Link share: https://twitter.com/dianbookshelf/status/732123398269112320

    ReplyDelete
  4. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Domisli : Jepara
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/732208410691653632

    Jika kamu melamar / dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau menolaknya? Sertakan alasannya yaa.

    Jawab : Saya melihat dulu kondisi yang ada. Mencari tahu alasan dulu kenapa ketika dia belum memiliki perasaan berani melamar saya? Tentu ada sebab musababnya. Jika niatnya baik, tentu perlu dipertimbangkan. Tapi tidak hanya asal iya saja. Saya akan meminta waktu untuk berpikir, bermunajat pada Tuhan dulu untuk mencari kemantapan. Jika nanti nya hati saya mantap, baru saya akan menerima lamaran itu. Dengan catatan, dia memang seseorang yang pantas dijadikan imam yang baik yang bisa mengajak pada kebaikan.

    Dan jika saya tidak memiliki kemantapan saya akan tegas menolak. Saya tidak ingin nantinya hanya ada penyesalan dalam pernikahan itu. Toh sebagai wanita kita tetap punya pilihan, atau hak untuk memilih atau tidak.

    Dalam setiap hal memang selalu ada kemungkinan, dan bagi saya ketika menemui dilema semacam itu, hanya pada-Nya, saya meminta tolong untuk mencari jawaban yang paling tepat.

    ReplyDelete
  5. Gita | Batam | https://twitter.com/oneonlygzb/status/732210969078693888 | @oneonlygzb

    Jawaban :
    Aku akan bertanya dulu, apa alasannya melamarku? walaupun perasaan cinta itu bisa tumbuh sendiri, tapi akan terdengar aneh tiba-tiba melamar.
    Tidak akan ada asap kalau tidak ada api.

    Apalagi perkara pernikahan bukan hal yang gampang.
    Ini tentang ikatan dan janji terhadap Tuhan, tentang sehidup dan semati, tentang berbagi hidup dalam satu atap, tentang hak-hak dan kewajiban, tentang menyatukan dua isi kepala yang berbeda.
    Walaupun perceraian tidak bisa di pungkiri, tai sebagai dua manusia biasa, harus bisa menjauhkan dari hal itu dan encari solusi lain.

    Apakah dia baik? Apa berasal dari keluarga baik-baik?
    Lalu juga dengan orangtuaku, bagaimana pendapat mereka, apa mereka setuju.
    Setelah mencapai kesepakatan dna perbincagan serius, barulah menjawab lamaran tersebut.

    ReplyDelete
  6. Nama :Yohana
    Domisili:Pematangsiantar
    Link Share: https://twitter.com/MrsSiallagan/status/732214224571633664
    akun twitter:@MrsSiallagan

    saya tidak akan menerima lamarannya.Kenapa karna saya bukan tipe orang yang suka terburu-buru akan pernikahan.Pernikahan bukan hal yang main-main,pernikahan menyatukan 2 kepala atau 2 keluarga,banyak yang perlu dipertimbangkan ,walaupun dia mempunyai perasaan kepada saya saya harus minimal mengenal dia dan pribadinya ,apakah dia sosok yang tepat atau tidak apakah dia lelaki idaman saya atau masuk lelaki kriteria saya?.Saya butuh waktu untuk mengenal dia.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Nama : Muhy Mughniri
    Domisili : Tangerang
    Link Share : https://t.co/lJq2HCj3eY
    Akun Twitter : @muhyimughniri


    Answer :
    Dilamar sama orang yang tidak mencintai Saya? Tentu saja saya menolaknya. Kenapa? Ya karena dia tidak mencintai saya dan melamar saya tanpa alasan. Hidup saya bukan berjalan di dalam novel dimana happy endingnya dalam kisah itu di tentukan oleh penulis. Saya nyata dan saya ada, kalau saya menerima lamaran itu apa menjamin hidup bahagia dan happy ending? tentu saja tidak, ya walaupun ada mungkin yang menikah dengan cara sepertiitu dan bahagia, tapi itu bukan berarti saya harus menikah seperti itu jugakan. Misalpun orang yang melamar saya orang terdekat dan sudah saling mengenal sejak lama tapi tidak ada rasa cinta untuk saya, saya tetap akan menolaknya.Apalagi kalau melamar saya tanpa alasan yang tidak saya mengerti. Karena pernikahan bukan hal buat main-main itu janji kepada allah dan termasuk ibadah dalam agamanya. Tapi beda hal lainnya seandainya tetap dia menjadi jodoh saya, sekeras apapun saya menolaknya kata allah jodoh walaupun tanpa cinta dari dia, berarti itu memang takdir yang tidak bisa saya ubah meski sudah berusaha dengan menolak.

    ReplyDelete
  9. Nama :Lista Kurniawati
    Domisili: Bekasi, Jawabarat
    Link Share:http: https://www.facebook.com/lhasa.lista/posts/972606916216036
    https://twitter.com/Listakurniawat1/status/732338926900248577
    Akun twitter :@listakurniawat1

    Jika kamu melamar / dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau menolaknya?

    Hmm, dilamar sama orang yang belum mencintai kan ? bukan tidak mencintai. kalo saya, saya terima. tapi, dengan syarat dia dan saya harus belajar mencintai. pernikahan kan sesuatu yang sakral, bukan buat main main dan nikah kan ga cuma sebentar, mungkin bisa sampe seumur hidup. jadi apa salahnya kita saling belajar mencintai satu sama lain.

    makasih :)

    ReplyDelete
  10. Nama : Asep Nanang
    Domisili : Bungo, Jambi
    Link Share : https://twitter.com/asepnanang59/status/732343627146350592
    Akun Twitter : @asepnanang59

    Jika saya melamar seseorang yang tidak memiliki perasaan pada saya tentu menjadi tugas yang berat untuk menyesuaikan diri setelah menikah nantinya. Namun, keputusan saya untuk melamar dia tentu memiliki alasan yang kuat, seperti kualitas sang perempuan yang luar biasa baik. Jika perempuan itu luar biasa baik dari segi paras dan perilakunya, kenapa tidak saya perjuangkan untuk jadi pendamping saya.

    ReplyDelete


  11. Nama : Nyi Penengah Dewanti
    Twitter : @nyipenengah
    Domisli : Kendal, Jateng
    Link Share : https://twitter.com/NyiPenengah/status/732429677676003328

    Jika kamu melamar / dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau menolaknya? Sertakan alasannya yaa.

    Melamar bukanlah hal yang main-main, namun dia dengan serius berani. Maka saya akan bertanya untuk apa melamar tanpa ada perasaan cinta sama sekali. Jika keyakinannya melamar dengan niat yang baik dan karena Allah, saya akan menjawabnya iya.

    ReplyDelete
  12. MAila'ul izza annabiila | @Mailaul | Jakarta Barat | https://twitter.com/mailaul/status/732453300327485442

    Melamar belum memiliki perasaan cinta? kok sepertinya agak janggal,hehe.
    tapi jika saya mengalami situasi seperti itu, mungkin saya akan menerimanya (setelah saya mencari semua hal tentang dirinya di google dulu,haha).

    Tapi bila tidak memiliki kesempatan untuk mencari tau tentang dirinya terlebih dulu dan harus langsung menjawab maka jawaban saya adalah, ya, saya menerimanya.

    Mengapa?

    sejak dulu saya selalu suka tema film/buku yang menceritakan tentang 2 orang yang tidak saling mengenal dan dipaksa menikah gitu. Rasanya sepertinya menyenangkan. Jadi kalau ada yang melamar, bukankah ada kemungkinan untuk sampai ke jenjang pernikahan? Jadi ya, mungkin saya bisa merasakan bagaimana rasanya seperti di beberapa sinetron dan drama korea itu XD

    ReplyDelete
  13. - Cahya Widyastutik
    - Gresik
    - https://twitter.com/cahyawid/status/732103223402627073
    - @cahyawid

    Saya akan melihat dulu siapa yang melamar. Jika orangnya asik diajak ngobrol, nyambung, dan tentunya bisa bikin nyaman untuk diajak hidup bersama, saya akan jawab iya.
    Saya akan menawarkan sebuah komitmen kepada dia, biar hubungan ini ada pegangan meskipun tanpa adanya rasa cinta.
    Menyatukan dua kepala dalam satu kesatuan rumah tangga itu susah, apalagi belum ada modal apa-apa (baca: cinta).

    Duhh. Saya jadi ingin nikah. Hahaa~

    ReplyDelete
  14. ailina
    probolinggo
    @ailina85
    https://twitter.com/ailina85/status/732779717888073729

    Jika kamu melamar / dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau menolaknya? Sertakan alasannya yaa..

    Saya tanya dulu dong alasannya kenapa melamar saya. trus saya harus tau juga dong asal usulnya, keluarganya, agamanya, kerjanya, sifatnya. Karena pernikahan itu bukan main-main lho, sekali seumur hidup. Apalagi nantinya dia bakalan jadi imam saya, bapak anak-anak saya, harus dan wajib banget ditelusuri bobot bibit bebetnya. Yang paling penting, harus tanya persetujuan orang tua saya. Jika orang tua berkata jangan, ya harus jangan dong. Restu orang tua adalah restu buat kita, ya kan, ya kan..

    #emak-emak beranak 2 ikutan GA keren ini juga lhooo
    Sukses ya GA-nya :)

    ReplyDelete
  15. Nama : Fitriani Dewi
    Domisili : Cirebon, Jawa Barat
    Link share : http://peekthebook.blogspot.co.id/2016/05/the-chemistry-of-marriage-asri-tahir.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter&m=1
    Twitter : @fitrianidewi914

    *Jawaban : Menolaknya.
    Menikah bukan hal main-main atau bahkan menjadi ajang percobaan. Pernikahan adalah suatu hal yang sakral, harus adanya persiapan lahir dan batin. Keseriusan dalam pernikahan yaitu melalui sebuah lamaran dan ketika ada seseorang yang melamar tetapi orang tersebut tidak memiliki perasaan apapun kepada kita, lalu apa jadinya ketika sudah menikah nanti? Karena ketika menikah, sebuah tanggung jawab adalah hal yang terpenting dalam sebuah hubungan pernikahan. Alangkah baiknya kita mendiskusikannya terlebih dahulu kepada keluarga dan juga kepada Sang Pemilik Skenario kehidupan. Karena menikah bukan hanya menyatukan 2 pribadi yang berbeda tetapi juga menyatukan 2 keluarga dari masing-masing pihak.

    ReplyDelete
  16. Nama: Dian Maharani
    Domisili: Kota Bengkulu
    Link Share: https://twitter.com/realdianmrani93/status/732251423396634625
    Akun Twitter: @realdianmrani93

    Jika kamu melamar / dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau menolaknya? Sertakan alasannya yaa.

    Menerimanya.
    Belum memiliki perasaan cinta belum tentu tidak bisa atau tidak akan mencintai aku, kan? Semua ada prosesnya. Jalani saja. Justru, dibanding yang telah dicintai tapi tidak berani untuk melamar dengan yang belum dicintai tapi berani melamar lebih berani lho! Cinta yang diridhoi Allah swt., siapa yang tidak mau? MAU BANGET! *mendadak mau nikah ._.*

    ReplyDelete
  17. Nama : Humaira
    Domisili : Purwakarta - Jawa Barat
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/732906633374765056?p=v

    Akun Twitter : @RaaChoco


    Jika kamu melamar / dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau menolaknya? Sertakan alasannya yaa.

    Tidak menerimanya dan tidak menolaknya, tapi mempertimbangkannya. Setiap orang yang datang dan pergi dari hidup setiap orang itu adalah kehendak Allah, semua sudah diatur oleh-Nya dengan sangat baik. Dan ini merupakan salah satu cara Allah membukakan jalan untuk menyempurnakan hidup hamba-Nya. Allah sudah bermurah hati memberikan kebaikan, kenapa harus ditolak. Tidak dengan pacaran yang jelas-jelas dilarang oleh-Nya. Shalat istikharah dan minta diberi petunjuk dalam mengambil keputusan. Jika kami berdua merasa cocok dan menginginkan hubungan yang lebih lanjut juga serius, ditambah jika keluargaku sudah tau bagaimana keluarganya, insyaallah pernikahan bisa terjadi. Tapi, harus disertai peretujuan dan ridho dari orang tuaku dan orang tuanya. Jika ada salah satu diantara kami yang tidak mau (aku atau dia), jangan paksakan agar pernikahan itu terjadi.

    Cinta bisa hadir karena terbiasa dan kecocokan adalah awal mula suatu hubungan dapat terbentuk. Sedangkan, kesempatan tidak akan datang dua kali. Bisa jadi orang tersebut adalah yang terbaik untukku dan disaat aku menolaknya, mungkin setelah itu orang yang datang tidak sebaik orang pertama yang aku tolak sebelumnya. Jadi, pikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan.

    *kalo boleh jujur ka, jawaban ini berasal dari kenyataan. Karena memang seperti ini adat yang dijalankan dikeluargaku. :D

    Bismillah, semoga aku beruntung :)

    Makasih ka Asri :) :)

    ReplyDelete
  18. Nama: Luana Yunaneva
    Domisili: Bandung
    Link Share: https://twitter.com/luanayunaneva/status/733210016245682176
    Akun twitter: @luanayunaneva

    Kalo aku dilamar cowok yang belum mencintaiku, aku bakal bertanya dulu sama dia, apa sih tujuan dia menikah? Seberapa besar keyakinannya untuk menjadikanku sebagai istri? Kenapa dia yakin untuk memilihku sebagai pendamping hidupnya sampai menutup usia? Berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk proses saling mengenal sebelum masuk ke jenjang pernikahan?

    Sesudahnya aku akan minta beberapa waktu untuk berdoa, minta petunjuk Tuhan dan konsultasi dengan kedua orang tuaku. Ketika kami memiliki persepsi yang sama mengenai tujuan pernikahan dan jawaban atas pertanyaan di atas, serta dia yakin bahwa akulah pasangan yang pas untuk mendampingi dia, aku bersedia.

    Sebaliknya, jika kami berdua memiliki prinsip yang berbeda dan pondasinya untuk 'memintaku' dari kedua orang tuaku belum kuat, aku akan menolaknya. Karena menikah tidak hanya berbicara tentang aku dan kamu tetapi juga keluargaku dan keluargamu. Juga keluarga di masa depan, lantaran bakal punya anak :)

    ReplyDelete
  19. Nurul Islamiyah
    Bantul-DIY
    @nurullislamiyah

    https://twitter.com/Nurullislamiyah/status/733323204505133059

    Jika kamu melamar / dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau menolaknya? Sertakan alasannya yaa.

    Dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu? Lalu atas dasar apa dia melamar? Apa tujuannya? Apa motifnya? Sebab pernikahan bukanlah hal main-main. Perlu ada alasan kuat. Saya pasti akan menyelidiki dlu kenapa dia melamar saya sementara dia belum memiliki perasaan apa-apa ke saya. Jika memang insha Allah niatnya baik. Mengapa tidak diterima? Bukankah menyegerakan menikah adalah hal yang baik? Bukannya menyempurnakan agama akan menambah pahala di hadapan Allah? Jatuh cinta saat menikah insha Allah sama indahnya dengan jatuh cinta sebelum menikah..

    ReplyDelete
  20. Putri Prama A.
    Probolinggo
    https://twitter.com/PutriPramaa/status/733419145417494528
    @putripramaa
    Belum tahu.
    Aku akan tahu jawabannya setelah aku tahu alasan seseorang tersebut melamarku. Apalagi ini perkara menikah, yang berarti perkara aku menyerahkan kehidupan kepada seseorang. Aku harus menentukan pilihan bijak, nggak cuma karena 'asal bapak/ibu/dia senang saja'.
    Tapi, yang aku ketahui dari kalimat pertanyaan tersebut, pastilah seseorang tersebut cukup berani untuk melamar dengan perasaan yang belum pasti. Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa dia bisa mencintai aku apa adanya (perhatikan kalimat pertanyaan: "...belum memiliki perasaan cinta ke kamu"). Aku salut dengan keberanian seseorang tersebut untuk melamarku, aku berharap keberaniannya itu sama besarnya dengan kesanggupannya untuk membawa pulang anak orang dengan izin.
    Hmmm, terima kasih untuk giveawaynya. Hope I am lucky. :D

    ReplyDelete
  21. Nama : Dwita Andhara
    Akun Twitter : @dwitaandhara
    Domisili : Makassar
    Link share : https://twitter.com/dwitaandhara/status/733441654179258368

    Jika kamu dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau menolaknya?

    Kalau di kasih pilihan gini sih aku kadang bingung mau jawab apa. Tapi di sini aku realistis aja yah sebagai perempuan. Kalau si dia itu seiman, akhlaknya mulia, baik di mata keluargaku ataupun orang lain mungkin aku akan langsung nerima dia. Apalagi kalau dia tampan dan juga mapan? Beuh aku yakin pasti cewek-cewek langsung pada ngiri sama aku hahaha.

    Tapi gimana kalau dia nggak cinta sama aku? Uh rasanya tuh kayak udah terbang ke awang - awang langsung terjun bebas ke dasar rawa. Sakit. Terlebih kalau kita cinta sama dia? Uh pasti lebih sakit lagi.

    Jadi, sebagai wanita yang di lamar mungkin aku akan bingung setengah mati. Tapi kembali lagi yang perlu di ingat bahwa aku di sini punya Tuhan, Allah SWT. Tempat aku berpegang. Sang Maha Pengasih lagi Maha Pemberi Petunjuk. Dan sarana yang telah diberikan Allah SWT kepada kita ummatnya ketika sedang di hadapkan oleh dua perkara yang begitu sulit diputuskan apalagi untuk hal seperti menyangkut masa depanku nanti yaitu shalat istikharah. Shalat dan berdoa minta kepada Allah agar di beri petunjuk apa langkah terbaik yang harus ku diambil. Bukankah hanya kepada-Nya aku dapat meminta?

    Jadi intinya yang akan aku lakukan yakni memperbanyak sujudku lewat shalat istikharah, meminta kepada Allah SWT langkah apa yang harus ku pilih. Dan masalah menolak atau tidak itu kembali lagi kepada kehendak Allah SWT.

    * Maaf yah kak kalau gantung.. aku mah apa tuh hihihi. Tapi bukankah hanya kepada Allah SWT tempat seharusnya kita bergantung?

    ReplyDelete
  22. Heni Susanti | @hensus91 | Pati – Jawa Tengah
    Link share : https://twitter.com/hensus91/status/733470459539296256

    Kalau hal itu terjadi padaku maka aku akan mempertimbangkan 3 hal dulu. Pertama, melihat bagaimana dia, apakah dia memiliki kualifikasi sebagai calon imam dan pemimpin keluarga yang baik juga memiliki kemungkinan paling kecil akan menyakitiku, diterima keluarga terutama orang tuaku? Kedua, bagaimana perasaanku padanya, kalau aku memiliki perasaan sedikit saja untuk orang itu dan ada kemungkinan perasaan itu berkembang? Ketiga, apakah dia bisa berjanji untuk berusaha mencintai dan membahagiakanku, juga memberi aku alasan untuk mencintainya?
    Kalau ketiga hal itu terpenuhi, aku akan menerima lamarannya. Karena berarti dia sudah cukup layak menjadi suamiku dan kupercaya untuk membimbingku walaupun kami tidak saling mencintai, misalnya, dan kami bisa berproses bersama untuk saling mencintai. Tapi kalau ketiga hal itu tidak terpenuhi maka aku akan dengan tegas mengatakan ‘MAAF’.

    ReplyDelete
  23. Julia dwi kartikasari
    Nganjuk, Jatim
    https://twitter.com/juliakartika326/status/733426127406911488
    @Juliakartika326

    Kalau Agamanya sama denganku dan bisa jadi imam yang baik untukku. Aku menerimanya. Mungkin meskipun dia tidak mencintaiku, tapi aku yakin dia sudah berpikir masak-masak ketika hendak melamarku. Sebenarnya dia juga akan terus memikirkannya, dan pastinya disela pikirannya dia akan memikirkanku. Dan saat kami sudah melewati pernikahan, baru aku akan tanya kenapa dia mau menikah denganku walau sudah tahu dia tidak cinta padaku, kami akan mendiskusikannya, hingga tercapai mufakat. Dan kalaupun dia belum bisa mencintaiku sepenuhnya, itu tidak menjadi masalah, karena cinta pada dasarnya adalah saling mengerti, dan aku mengerti keputusan untuk mencintaiku seutuhnya sulit untuk dia pilih.

    Seiring berjalannya waktu, aku akan terus memahaminya lebih dalam, hingga mungkin suatu saat nanti dia membuka hatinya dan mencintaiku sepenuhnya. Rencana tuhan itu indah dan menakjubkan, tidak ada yang tahu. Begitu juga dengan jodoh. Sejauh apapun menolak cinta jodoh kita, pada akhirnya kuasa tuhanlah yang menang. Jadi apa salahnya menerima lamaran orang yang jelas adalah jalan untuk hubungan yang sah?

    ReplyDelete
  24. Anonymous17:08

    Nama : Dhea Nur'Aini Rachmayanti
    Domisili : Semarang ,Jawa Tengah
    Link :https://twitter.com/dhedhea_98/status/733818573886345217
    Akun twitter : @dhedhea_98

    Jika kamu melamar / dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau menolaknya?

    Jawabanku adalah Menolaknya.
    Karena apa ? Karena haruslah dirimu mengenal lebih dekat terdahulu seseorang yang melamar kamu. Mengerti dan memahami segala akan tindak tanduk diribya serta sifatnya. Tujuan dari sebuah lamaran yaitu menuju ke hubungan yang lebih seriusyaitu pernikahan bukan ? Hidup bersama dengan pasangan yang dapat menerima segala kekuranganmu bukan hanya kelebihanmu saja. Pasangan yang dapat mengasihi setulus dan sepenuh hatinya. Pasangan yang dapat mengerti dan memahati dirimu secara keseluruhan. Pasangan yang bertanggung jawab atas dirimu. Pasangan yang menjadi tempatmu mengadu dan menumpahkan segala keluh kesahmu. Pasangan yang dapat menajdi imam untukmu serta anak-anakmu kelak. Lantas apa jadinya jika pernikahan tidal dilandasi dengan perasaan cinta? Bukankah itu hanya sebuah pondasi. Intinya, jika kamu menerima lamaran seseorangharuslah difikirkan terlebih dahulu dan memantapkan hati. Jangan sampai keputusan yang kamu buat merugikan dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  25. Nama : Fitri Anty
    Domisili : Bogor, jawa barat
    Link share https://mobile.twitter.com/fitrianty512/status/733438687912955904
    Akun twitter : fitrianty512

    Dilamar sama orang yg belum mencintaiku yaa ?
    Hmmm...
    Pertama yg aku lakuin, pasti minta petunjuk Allah dulu, aku akan pasti in apakah dia emg di takdir kan Allah untuk ku atau bukan, karena untuk memutuskan sesuatu kita perlu tanya dulu sama Allah..
    Jika Allah membuat aku yakin bahwa dia di takdirkan untukku, maka aku akan berusaha untuk menerimanya, dan membuat dia bangun cinta bersamaku. Aku akan belajar menjadi istri yg sholeha untuknya, walaupun dia belum mencintai aku.. Karena keyakinan aku terhadap Allah, maka aku percaya, Allah akan menunjukkan jalan bagi dia untuk mencintai aku..
    Namun, jika Allah tidak menetapkan hatiku padanya, aku akan menolaknya, karena keputusan Allah selalu yg terbaik..
    Karena aku mau apa yg aku jalani adalah atas ridho-Nya.. :)

    ReplyDelete
  26. Nama : Devi Ambar Wati
    Domisili : Kediri
    Link Share : https://twitter.com/princessashr/status/732419023514669462
    Akun : @ivedvedi

    Menikah , bukan tentang persoalan mudah. Ini akan berakibat fatal bila yg menjalaninya tidak bersungguh sungguh dalam membina suatu hubungan rumah tangga.
    Dalam hal mencintai atau pun tidak mencintai, itu merupakan perkara yg menjadi pondasi dalam suatu hubungan... Dalam arti hal tersebut bisa menjadi pengaruh bahkan bisa lebih besar dari kelihatannya.
    Dengan berat hati, bilamana dalam hubungan suatu pernikahan saya, ada yg tidak saling mencintai. Lebih baik, menolak adalah jalan keluar nya. Ini akan memperkecil akibat dari kehancuran rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga.
    Suatu hubungan apalagi akan memasuki sebuah ikatan suci, tidak hanya membutuhkan harta apalagi wajah yg rupawan saja. Melainkan sebuah cinta yg tumbuh dari hati masing-masing individu.

    ReplyDelete
  27. Nama : Mukhammad Maimun Ridlo
    Domisili : Sleman
    Link Share : https://twitter.com/MukhammadMaimun/status/734219545263538176
    akun twitter : @MukhammadMaimun

    Jika kamu melamar / dilamar oleh seseorang yang belum memiliki perasaan cinta ke kamu, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau menolaknya? Sertakan alasannya yaa.

    Dengan tegas menolak karena kalau menerim kita berarti membohongi perasaan sendiri dan bisa berefek negatif nantinya karena adanya suatu keterpaksaan.
    Dan kalau digantung malah akan mebuat perasaanya terombang-ambing dan menyebabkan dia galau maksimal

    ReplyDelete
  28. Esty
    Mjokerto
    https://twitter.com/estiyuliastri/status/734278599918768132
    @estiyuliastri

    Aku tidak akan meng-iya-kan ataupun menolak. Namun aku akan mengajukan syarat yaitu melalui tahap penjajakan terlebih dahulu, hmmm...selama kurang lebih 1 bulan.
    Dalam waktu 1 bulan ini yg aku harapkan adalah aku & dia (yg melamar) sama-sama berusaha membangun chemistry, dgn cara lebih intens berkomunikasi.
    Kuncinya: aku & dia haruslah berkomitmen untuk saling jujur & terbuka. Tidak boleh ada yg saling menutupi perasaan masing2, karna ini demi kenyamanan & kebahagiaan kita kedepannya, juga agar tidak menyesal suatu hari. Dia tidak menyesal menikah denganku, aku pun tidak menyesal menikah dengannya.
    Apabila dalam proses penjajakan ini salah satu dari kami merasa gak cocok alias gak nyambung, sebaiknya diutarakan. Kemudian kami berdua menentukan langkah selanjutnya, apakah lamaran ini akan dilanjutkan atau tidakπŸ˜„
    Harapanku sih, smoga cowok yg ngelamar ini bisa bersikap kooperatif πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    ReplyDelete
  29. Kartika
    Cirebon
    Link: https://twitter.com/hoshinotika/status/734384832889790464
    @hoshinotika

    Aku memang mudah suka terhadap orang. Tapi tidak dengan cinta. Untuk urusan cinta, rasanya terlalu rumit tapi juga sederhana dalam waktu yang bersamaan. Mengenai pertanyaan itu, karena aku bukan penganut hubungan tanpa cinta. Jadi jawabanku tidak.

    Tidak akan menerimanya.

    Aku sangat menghargai itikad baiknya dan juga keberaniannya untuk melamarku, tentu saja. Karena yang aku tahu, melamar seseorang bukan suatu hal yang bisa dilakukan dengan hanya mengedipkan mata. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dan juga pastinya mengalahkan nervous.

    Tapi aku heran, bagaimana bisa seseorang yang sama sekali tidak memiliki perasaan padaku bisa datang dan melamarku?

    Mungkin mudah baginya menumbuhkan cinta. Tapi bagiku tidak. Maksudku aku juga setuju dengan pacaran setelah menikah. Hal itu lebih bagus. Tapi adanya cinta bukan berarti kita harus berpacaran dulu baru setelah itu menikah. Rasa cinta menandakan seseorang benar-benar menyayangi kita. Lalu bagaimana jika seseorang yang bahkan hatinya tidak bergetar ketika melihatmu datang dan melamarmu? Oh, jangan bercanda. Bahkan rasa sayang bisa terlihat di mata. Rasanya aneh ketika cinta bahkan tidak hadir disebuah momen yang penting. Aku tidak bisa. Rasa cinta itu membuktikan kepedulian. Dan untuk membangun suatu hubungan, dibutuhkan kepedulian dari dua pihak. Mungkin kalau dia sudah mengenalku dan mulai mencintaiku. Aku bisa mempertimbangkan niat baiknya itu. ^^

    ReplyDelete
  30. nama : Andreazs Yuza
    domisili : Depok
    linkshare :https://twitter.com/veatearsz/status/734114520130428928
    twitter : @veatearsz

    seseorang yang BELUM memiliki perasaaan cinta kepada kita.
    Saya tidak akan menerima ataupun menolaknya langsung pada saat itu, bahkan, jika seseorang tersebut sudah memiliki perasaan terhadapa saya.
    Melamar adalah kasus serius, ini berbeda halnya ketika seseorang menyatakan perasaannya.

    Ketika seseorang menyatakaan perasaaannya, hal ini bisa berakhir pada ya dan tidak, bisa berakhir dengan ketidakjelasaan,bisa juga berakhir dengan kita menerimanya namun belm tentu sampai pada tahap yang lebih serius, bisa saja dia hanyasekedar menyatakan perasaannya tanpa meminta jawaban, banyak kemungkinan yang tersembunyi dibaliknya.

    Tapi saat seseorang datang melamar, ada hal penting yang perlu diingat, dia membawa keyakinan yang mantap dan tekad yang bulat untuk melakukan itu dan satu hal yang pasti adalah dia meminta jawaban yang tegas dari saya, menolak atau menerimanya.

    seseorang yang BELUM mencintai kita datang melamar? bukankah hal ini aneh? tentu saja hal ini aneh dan mengundang pertanyaan, berani sekali seseorang yang tidak memiliki perasaaan cinta kepada saya datang melamar. tapi disisi lain hati saya akan tersentuh, banyak orang diluar sana yang 'katanya' saling mencintai tapi takut untuk melamar/dilamar, mereka takut akan komitmen dan berdalih dengan berbagai alasan.

    lalu apakah saya tidak akan menanyakan alasan dari dia? tenttu saya akan menanyakannya, mencari tahu niatnya dan mengalisa jawaban yang diberikannya.
    baikkah niat yang dibawanya ataukah buruk?
    jika dia berniat baik...



    karena itu, saya tidak akan terburu untu menjawab ya atau tidak. kita tidak tahu siapa jodoh kita.


    ReplyDelete
    Replies
    1. jika dia berniat baik, terus berhenti disana? tidak. Saya akan memintanya untuk saling mengenal terlebih dahulu, saya mengenal dirinya dan dia mengenal saya. Mencari tahu tentang dia melalui keluarganya, teman-temannya dan lingkunngannya. Setelah saya mengenalnya, saya akan menanyakan pada diri saya sendiri, menerimanya atau menolaknya dan saya akan mengembalikan pertanyaan itu kepada dia (si pelamar), masih yakinkah dia ingin melamar saya?
      jika dia menjawab "Ya", maka saya akan meminta petunjuk pada-Nya, Tuhan Yang Maha Kuasa dan Yang Memberi Petunjuk.
      apakah dia memang orang yang tepat untuk saya, jika iya,dekatkanlah hati saya dengannya, mantapkan dan yakinkan saya untuk enerima lamarannya.
      jika tidak, maka mantapkan dan teguhkan hati saya untu menolaknya.

      seorang pria datang melamar, maka dia akan melibatkan seluruh keluarganya, terutama, orangtuanya. dia butuh persetujuan mereka, dia butuh restu orangtua, mengizinkan dia untuk melamar si wanita. Maukah orangtuanya menerima pilihannya? meski dia blum mencintainya.
      Belum mencintai bukan berarti dia tidak mencintai kita. Dia dengan berani melamar kita, artinya dia menemukan suatu ketertarikan pada kita.
      bisakah dia mengatakan kalau dia iseng ingin melamar seorang wanita karena ingin mencoba pernikahan? Pengen tahu kehidupan pernikahan itu seperti apa, tidak peduli siapa wanita itu, tidak peduli apakah dia mencintainya atau tidak?
      yang ada, dia akan dibawa keluarganya menemui psikiater dari pada menyetujui keingginannya dan melamar wanita itu.
      atau mungkin saja yang meminta dia melamar kita adalah keluarganya, tapi dia tetap memiliki pilihan menolaknya jika dia tidak tertarikkan? kenapa pla dia harus mengorbankan hidup demi hal itu, dan akan berujung tiak baik.

      kemudian, orangtua kita sendiri. Mungkinkah dia tega membiarkan kita dilamar oleh orang yang tidak baik? yang akan membuat anak perempuannya terluka? Apalagi bagi seorang ayah, dia tidak akan membiarkan sembarang orang untuk memasuki kehidupan anak perempuan yang ia rawat, jaga, lindungi, bimbing sejak dari lahir. dia pasti akan menyelidiki si pria, mempelajari seluk beluk si pelamar, yang berani melamar anaknya.
      si pria yang berani meminta tangan anaknya, meminta seluruh tanggungjawab besar dan berat dari pundak sang ayah terhadap anak perempuannya, untuk dipindahkan ke pundak si pria, yang akan menggantikan sang ayah memikul tanggungjawab tersebut.
      sang ayah tidak akan diam sampai dia memastikan si pria memang orang yang pantas dan sanggup mengemban tanggung jwab ini. setelah dia yakin, baru dia akan memberi jwaban atas lamaran tersebut. meski keputusan final ada ditangan kita.

      Karena itu saya tidak akan terburu-buru untuk menjawabnya, ya atau tidak. Kita tidak tahu siapajodoh kita, bagaimana dan kapan kita akan dipertemukan dan hal apa yanga akan terjadi kedepannya.
      Apalagi dalam agama saya(Islam), menikah itu bkan sekedar menyatukan 2 hubungan, bukan sekedar membangun silahturahmi, bukan sekedar menghindari zina, tapi juga untuk menyempurnakan ibadah. jadi saya yakin semua akan baik-baik saja, menyerahkan pilihan kepada Tuhan, yang lebih tahu pasti yang terbaik untuk saya, karena, segala sesuataunya terjadi atas izin Tuhan.




      maaf, kalau masih boleh ditambahin, tadi sebagian isi jawabannya kepotong X_X"

      Delete

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...