Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

11 June 2016

Ada Apa dengan Cinta? - Silvarani | Book Review

29893408 Judul Buku : Ada Apa dengan Cinta?
Penulis : Silvarani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN :9786020326450

And the synopsis..

Apa lagi yang kurang dalam hidup Cinta? Ia punya keluarga yang bahagia, popularitas di sekolah, banyak pengagum, dan yang paling penting, ia punya sahabat-sahabatnya. Alya, Maura, Milly, dan Karmen membuat hari-harinya selalu berwarna. Mereka adalah pusat dunia Cinta.

Sampai suatu hari, ia berkenalan dengan Rangga, cowok jutek dan penyendiri yang lebih suka berteman dengan buku daripada manusia. Ternyata mereka sama-sama menyukai puisi, minat yang tak bisa Cinta bagi dengan keempat sahabatnya. Dan perlahan hal itu membawa perubahan pada dirinya, membuat orang-orang di sekitarnya bertanya-tanya, ada apa dengan Cinta?

Ketika Cinta sendiri pun ikut mempertanyakan dirinya dan persahabatannya menjadi taruhan, apa yang sebaiknya ia lakukan?
  


Here we go..

Masalah salah satu di antara kita, berarti masalah kita semua

Bercerita mengenai Cinta, si cantik, ketua ekskul mading dan idola di sekolah yang memiliki kehidupan yang cukup sempurna karena dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang luar biasa baiknya dengan berbagai karakter dan sifat yang berbeda. Ada Milly, Maura, Karmen, dan Alya. Belum lagi, ada penggemar seperti Mamet yang terang-terangan menunjukkan rasa sukanya pada Cinta. Jangan lupakan juga Borne, yang masih menunggu harap akan perasaan Cinta.

Pecahkan saja gelasnya biar ramai! Biar mengaduh sampai gaduh!

Cinta yang memang menyukai puisi, tak menyangka jika puisinya kalah di lomba penulisan puisi tahunan oleh seseorang yang namanya masih terasa asing di telinga. Ya, pemenang lomba penulisan puisi tahunan jatuh kepada puisi dari Rangga. Cinta sebagai ketua mading yang memang memiliki kewajiban untuk mewawancarai pemenang puisi, menjadi BT, bad mood dengan pertemuan pertama mereka di perpustakaan. Pertemuan pertama yang akhirnya menjadi awal dari kedekatan mereka berdua.

Barusan saya melempar pulpen gara-gara ada yang berisik di ruangan ini. Saya nggak mau pulpen itu balik ke muka saya, gara-gara berisik ngomong sama kamu  

Hingga kedekatan mereka berdua, membuat sahabat-sahabat Cinta menemukan ada yang aneh dalam diri Cinta. Cinta semakin sulit untuk bersama mereka, dan obrolan yang disampaikan pun terkadang membuat sahabat-sahabatnya gagal paham. Sebenarnya, ada apa dengan Cinta? Rangga? dan juga sahabat-sahabatnya? Bagaimana nasib Borne dan Mamet?

Bila emosi mengalahkan logika, terbukti banyak ruginya. Benar kan?

Membaca novelisasi film Ada Apa dengan Cinta? dari mbak Silvarani ini langsung deh putar ingatan kembali ke masa 14 tahun yang lalu. Saat film ini baru awal-awalnya diputar di bioskop, di mana di kota Yogyakarta, seingat aku hanya 1 bioskop yang menayangkan film ini. Masih ingat dulu mau beli tiket aja sampai ngantrinya astagah.. Sampai kegencet segala, nungguin dari pagi sampai siang, yang alhasil akhirnya disusul sama Om, biar aku bisa pulang dan nanti tinggal masuk, nonton. Waa.. makasih banyak, Om. Diantarin sama Bapak, Ibu ke bioskop buat nonton karena waktu itu nontonnya malam. Nontonnya sama adik, keluar-keluar mewek deh.

Jadi, sebenarnya, aku nggak perlu pakai nonton filmnya lagi sih buat baca novel ini. Kenapa? Masih ingat dari adegan awal-akhir, mungkin karena yang main cantik sama ganteng dan filmnya udah berulang kali diputar di TV swasta atau aku dulu sering banget nonton VCDnya. Jadi, alhamdulillah, masih ingat dengan jelas. Ha.. haa. ha.. *ghaya banget*. 

Kulari ke hutan, kemudian teriakku. Kulari ke pantai, kemudian menyanyiku. Sepi.. sepi.. dan sendiri aku benci

Aku suka dengan cara mbak Silvarani menuangkan sebuah karya film (skenario film) ke dalam sebuah novel ini. Kece banget. Apalagi saat menggambarkan sosok Cinta, Milly, Karmen, Alya, dan Maura. Pas banget. Apalagi chemistry antara masing-masing tokoh benar-benar dapat banget. Ada sisi positif dan negatif dari masing-masing tokoh, terutama Cinta yang diceritakan di novel ini. Apalagi sosok Rangga, penggambarannya pas banget. Jutek, sinis, smart, gantenggggggg banget. Interaksi antara Cinta dan Rangga benar-benar bikin aku kadang senyum sendiri, ketawa sendiri, sebel sendiri, manyun sendiri. Ha.. ha.. ha..

Endingnya pun benar-benar bikin aku sukses ketawa sampai kututupin bantal, biar kagak kedengaran sama orang rumah. Bingung ntar kan. Habis dikasih adegan mewek, terus ketawa deh. Pemilihan kalimatnya itu lhooo, pas banget. Jadi, terhanyut di dalam cerita ini.

Pada akhirnya, manusia harus mengikuti detik demi detik yang bergulir maju

Dimana dulu, filmnya menjadi trendsetter banget buat anak muda. Gaya Cinta dan sahabat-sahabatnya. Kemudian basket menjadi olahraga favorit. Berlomba-lomba menulis puisi, mencari dan membaca buku puisi. Warbiyasak banget. Ada juga yang kemudian bikin geng Cinta di sekolah, nggak mau dipanggil namanya sendiri, maunya dipanggil Cinta. Dan fenomena tersebut ternyata nggak berhenti hanya sampai di tahun itu saja, tapi berlangsung hingga kini. 

Adegan favorit? Ada sih, waktu Rangga dan Cinta masak bareng. Itu keren abis. Jarang kan waktu itu, cowok bisa masak. Seringnya cewek. Langsung ngebayangin dimasakkin Nicholas Saputra. Duh, bang, mau dong dimasakkin.

Tokoh favorit sih tak lain dan tak bukan, siapa lagi kalau bukan Rangga. Kenapa bukan Cinta? Karena aku ini Cinta *dipeluk sama babang Nicho, eits nggak boleh, belum muhrim*. Rangga yang digambarkan selain jutek, sinis dan gantengnya bikin meleleh ini, juga nggak takut sendiri, berbeda, nggak sama dengan teman-temannya. Enjoy banget dia menikmati hidupnya. Nggak peduli dengan omongan orang. Asalkan dia nyaman dan nggak mengganggu kenyamanan orang lain, dia oke aja. Kepedulian dia terhadap sesama menambah nilai plus juga. Masih ada nggak sih cowok kayak babang Rangga, eh babang Nicholas Saputra?

So, buat kamu yang pingin nostalgia tahun 2002 dulu sewaktu film ini tayang pertama kali di bioskop Indonesia, kamu kudu baca novel ini juga. Nggak lengkap lhoo rasanya. Dijamin rasa nostalgia kamu akan bertambah

Kalau sampai dia menengok kemari, berarti dia ngarepin kau mengejar.

         

No comments:

Post a Comment

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...