Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

8 June 2016

Baper bareng mbak Arumi





Holaaa...

Setelah kemarin kita Melihat Bintang Jatuh bersama Mbak Silvarani, nah sekarang saatnya kita Baper bareng mbak Arumi.
 
Udah kenal kan yaa sama mbak Arumi? Udah tau kan buku karya mbak Arumi? Yang belum kenalan, kenalan dulu yuk sama mbak Arumi . Buat yang udah kenal, akan lebih mengenal dan jatuh cinta dengan karya-karyanya.. Ho.. ho.. ho..

Oke, simak yuk acara Bincang Santai bareng mbak Arumi.. Sambil baper tentunya..
 

Hallo, Mbak Rumi, apa kabarnya? Waaahhh, lagi sibuk apa nih sekarang?

Halo Asri, sekarang lagi sibuk mengetik nih, menyelesaikan cerita ketiga dari seri Around The World with Love

Ehm, Mbak Rumi, maaf yaa, ganggu waktunya sebentar. Boleh nanya-nanya kan, mbak? Ehm, Mbak Rumi, kalau boleh tau nih, hobi menulis itu sejak kapan sih? Ceritain dong, Mbak Rumi, awal mula naskahnya diterbitkan sama penerbit Gramedia?

Boleh dong. Aku suka menulis sudah lama, sejak kelas 5 SD. Sejak dulu suka menggambar dan menulis. Jadi aku bikin komik yang aku gambar sendiri secara manual. Kemudian aku menulis kisah sepanjang satu buku tulis penuh. Saat itu aku belum bisa mengetik, jadi hanya ditulis tangan. Hobiku menulis terpengaruh karena suka membaca novel Lima Sekawan. 

Kemudian saat SMP alu leboh banyak membaca. Banyak sekali buku-buku di perpustakaan sekolah dan tempat penyewaan buku dekat sekolah yang aku pinjam. Di SMA aku ikut menjadi jajaran redaksi majalah sekolah dan majalah dinding. Tapi baru tahun 2005 aku mulai mengirim cerpenku ke majalah remaja dan dimuat. Dulu pertama kali dimuat di Majalah Aneka, judulnya Kucing Misterius. Setelah itu aku terus rutin menulis cerpen. 

Hingga tahun 2011 cerpenku yang dimuat di berbagai majalah mencapai kurang lebih 50 cerpen. Tahun 2012 barulah aku menerbitkan novel. Perjalananku cukup panjang sebelum akhirnya novelku bisa diterbitkan Gramedia. Awalnya aku menulis novel cerita Korea dan Jepang dengan nama pena ala Korea dan Jepang. Hingga sebanyak 4 novel cerita Korea dan 1 novel cerita Jepang. Baru kemudian tahun 2012 akhir aku menerbitkan novelku yang pertama memakai nama asli, Arumi, berupa novel teenlit. Hingga tahun 2013 aku mendapat kesempatan menulis novel paling fenomenal di sepanjang karir menulisku, berjudul Tahajud Cinta di Kota New York. Menjadi fenomenal karena novel paling tebal yang aku tulis, mencapai 416 halaman dan paling banyak pembacanya, hingga sekarang masih saja ada yang mencari. Novel ini pula kemudian dipinang MD Pictures untuk diangkat menjadi film, kontrak sudah ditandatangani sejak tahun 2014. Mohon doanya ya, semoga jadi difilmkan. 

Novel ini pula yang kemudian membuatku mendapat tawaran menulis untuk diterbitkan Grasindo. Karena Grasindo ini satu gedung dengan Elex Media dan Gramedia Pustaka Utama, maka ketika aku datang ke kantor Kompas Gramedia, aku pun mengirimkan naskahku ke Elex Media dan Gramedia. Dari situlah awal mula novelku terbit di Gramedia. Yang pertama terbit di Gramedia berjudul Hatiku Memilihmu terbit Mei tahun 2014.


Kalau boleh tau nih, ada alasan khusus nggak, Mbak Rumi memilih judul dari setiap novel Mbak Rumi dalam bahasa Indonesia atau Inggris? Kemudian bisa diceritain nggak, kenapa Manda memilih genre romance di setiap karya Mbak Rumi?

Pemilihan judul didiskusikan dengan editor. Ada yang menurut kami lebih sesuai dalam bahasa Inggris, ada juga yang lebih sesuai dengan bahasa Indonesia. Itu bergantung pada bagaimana judul itu bisa mencerminkan ceritanya.
Soal genre, sepanjang karir menulisku, aku tidak hanya menulis genre romance. Saat menulis cerpen, aku mencoba beberapa genre, romance, persahabatan, kemanusiaan, thriller, horor, komedi. Untuk novel pun ada genre romance, religi, petualangan dan yang terbaru nanti bakal ada novel horor

Adakah cerita di balik penulisan setiap karya Mbak Rumi tersebut? Ada tantangan/kesulitan tersendiri nggak? Kalau ada, di cerita apa, bab berapa?

Wah, selalu ada cerita. Bakal panjang kalau harus dijelaskan satu-satu. Intinya, apa yang aku tulis itu terinspirasi dari berbagai peristiwa. Ada yang terinspirasi pengalamanku sendiri. Seperti contohnya novel JOJOBA, tentang 5 mahasiswi yang bersahabat. Mereka bertemu saat sama-sama bertugas sebagai VO Sea Games di Jakarta. Terinspirasi pengalamanku sendiri pernah menjadi VO sailing Sea Games Jakarta 2011, walau ceritanya murni imajinasi. Lalu novel Pertemuan Jingga dengan latar perkebunan cabai di Megamendung, setting cerita sangat aku pahami karena aku punya pengalaman pernah bekerja di pertanian cabai itu. Kesulitan menulis cerita yang terinspirasi pengalaman sendiri lebih mudah karena saya bisa menceritakan secara detail suasana dan settingnya. Sedangkan untuk setting luar negeri yang belum pernah aku kunjungi, tantangannya lebih tinggi, harus disertai riset mendalam, bertanya kepada yang pernah tinggal di tempat tersebut serta berhati-hati dalam menuliskan setting jangan sampai salah mengolah data.


Cerita / Novel yang manakah yang favorit atau difavoritin sama Mbak Rumi? Apa alasannya?

Tentunya aku suka semua cerita yang aku tulis, karena semua cerita ada kisah di belakangnya. Semua butuh perjuangan untuk akhirnya bisa sampai menjadi buku dan dinikmati pembaca. Jadi, semua buku yang aku tulis adalah favoritku.


Apakah setiap kali Mbak Rumi menulis cerita selalu disertai dengan riset? Biasanya membutuhkan waktu berapa lama?

Riset itu perlu, karena sebelum mulai menulis, aku menyiapkan semua bahannya dulu. Karakter-karakter tokohnya, settingnya, plot ceritanya. Setelah semua bahan siap, baru mulai ditulis. Lamanya riset ini beragam tergantung kebutuhan. Bisa sambil santai, ada kalanya juga di waktu-waktu tertentu riset harus lebih intensif.
  
Ada rencana nggak dalam waktu dekat ini akan ada karya Mbak Rumi yang terbit lagi? Kasih bocorannya donggg. Atau ada rencana lain di dalam karir kepenulisan Mbak Rumi?

Yang akan terbit awal bulan Mei lanjutan Love in Adelaide, judulnya Love in Sydney. Dan ada satu lagi novel horor yang masih dalam proses. Rencana selanjutnya terus menulis. Setelah menyelesaikan lanjutan Love in Sydney akan menulis lanjutan Hatiku Memilihmu, lalu menulis satu novel romance lagi dan ada rencana menulis satu novel romance horor. Semoga semua bisa diselesaikan tahun ini.

Apakah Mbak Rumi ingin mencoba sesuatu yang baru selain genre romance? 

Aku sudah mencoba genre lain, selain romance, yaitu horor. Bagiku nggak masalah menulis berbagai genre.

Mungkin, buat yang belum tau mengenai karya Mbak Rumi, bisa diceritain sedikit mbak, mengenai karya-karya Mbak Rumi?

Ini aku rinci ya, buku-buku yang aku tulis solo. Sebelumnya ada juga buku-buku antologi dan novel yang aku tulis duet dengan penulis sahabatku.

Novelku cerita Korea
Saranghaeyo (Zettu) à dengan nama pena Karumi Iyagi
Four Seasons of Love (Zettu) à nama pena Karumi Iyagi.
Symphony of Love (Zettu) à nama pena Karumi Iyagi
Sweet Sonata (Zettu) à nama pena Karumi Iyagi.

Novel cerita Jepang :

Sakura Wish (Zettu) dengan nama pena Harumi Kawaii.



Kemudian baru mulai memakai nama asli, Arumi E.



Novel teenlit :

Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu (Zettu)

Cinta Valenia (Elex Media)



Novel romance :

 Jojoba (Deteens)

Unforgotten Dream (Elex Media)

 Amsterdam Ik Hou Van Je (Grasindo)

Longest Love Letter (Grasindo)

 Monte Carlo (Gagas Media)

Eleanor (seri amore Gramedia)



Novel romance religi :

Tahajud Cinta di Kota New York (Zettu)

Hatiku Memilihmu (Gramedia)

 Merindu Cahaya de Amstel (Gramedia)

Pertemuan Jingga (Gramedia) à religi berbalut romance, petualangan, misteri

Love in Adelaide (Gramedia)



Kumpulan cerpen anak :

Zara Sang Detektif Cilik (Zettu)

Kumpulan cerpen

Heart Latte (Salang Publisher)



Buku Komik :

Swag with G Dragon Bigbang (adibintang)

Untuk cerita Mbak Rumi yang mungkin masih tersimpan rapi di laptop, apakah ada rencana akan dilanjutkan kemudian dibukukan?  

Sekarang sedang menulis naskah selanjutnya dan ada 3 sampai 4 lagi naskah yang rencananya akan aku selesaikan tahun ini dan akan kukirim ke penerbit.  


Menurut Mbak Rumi sendiri, blogger buku itu penting nggak sih, dalam karir kepenulisan Mbak Rumi saat ini?

Sekarang ini aku mengamati semakin banyak blogger buku dan ini bagus sekali karena bisa membantu penulis memperkenalkan karya-karyanya melalui review yang dibuat oleh blogger buku. Antara penulis dan blogger pun bisa tercipta kerjasama yang saling mendukung satu sama lain. Aku emrasakan sendiri bekerjasama dengan beberapa blogger buku dan telah membantuku ikut memperkenalkan buku-bukuku pada calon pembaca.
  
Yang terakhir ya, Mbak Rumi. Ada pesan nggak untuk para pembaca setia novel Mbak Rumi? Dan juga untuk para blogger buku?   

Untuk pembaca yang sudah setia membaca karya-karyaku, terima kasih banyak selalu member aku motivasi dan semangat untuk terus menulis. Membuat aku semakin menyukai menulis dan selalu punya keinginan menulis lebih baik dan lebih baik lagi agar pembaca-pembaca karyaku senang membacanya. Aku selalu terbuka jika teman-teman pembaca ingin menyampaikan saran dan kritik membangun agar tulisanku menjadi lebih baik lagi.
Pesan untuk blogger semoga bisa menjalin kerjasama yang baik, saling mendukung dan menjaga kepercayaan, mari kita maju bersama-sama. Sebagai sama-sama hobi menulis. Terima kasih Asri sudah member kesempatan aku bercerita tentang passion-ku menulis dan buku-bukuku. Semoga Asri semakin sukses dan semoga semakin banyak yang mengetahui tentang karya-karyaku dan penasaran ingin baca. Aamiin J
***
Gimana bincang santai Peek A Book bareng mbak Arumi? Asyik kan? Seru banget kan? Jadi, tambah bikin nggak sabar menanti karya selanjutnya, lagi dan lagi. Kira-kira apakah karya selanjutnya sesuai dengan apa yang mbak Arumi cita-citakan? Hmm.. Kita tunggu saja tanggal mainnya. 

Makasih banyak, mbak Arumi, sudah bersedia meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang santai sama Peek A Book. Semoga dengan ini bisa menjadikan kita makin akrab yaa, mbak *akrab, catet*. Hi.. hi.. hi..

Untuk karya dari Arumi yang sudah terbit adalah :