Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

20 December 2016

Kabut di Bulan Madu - Zainul DK



31821733Judul : Kabut di Bulan Madu
Penulis : Zainul DK
Penerbit : Ellunar Publisher
ISBN : 9786020805733

And the blurb..

Tersangka kasus penembakan di sebuah kafe yang menewaskan seorang preman adalah Roby. Ia melakukan penembakan itu karena tak terima kekasihnya, Linda, diganggu. Ia pun berhasil ditangkap oleh Inspektur Ariel untuk menjalani hukuman penjara. Tidak sanggup melihat sang kekasih bersedih mengetahui dirinya dijebloskan ke penjara, Roby menyuruh Linda untuk berlibur.

Di sisi lain, ada pasangan yang baru menikah hendak berbulan madu: seorang penyiar berita bahasa Jepang, Helena Lizzana, dan pria keturunan keturunan Jepang - Timur Tengah, Ihdina Shirota. Mereka berencana menikmati momen indah itu dengan naik kapal pesiar.

Pasangan muda tersebut berada dalam satu kapal pesiar yang sama dengan Linda. Tak disangka terjadi musibah: kapal pesiar itu menabrak karang dan karam. Dari hasil evakuasi, dinyatakan bahwa hanya ada satu korban jiwa meninggal, yaitu LINDA!

Memperoleh berita nahas ini, Roby tentu saja tidak terima. Menurutnya, ada keanehan yang menyebabkan kekasihnya saja yang menjadi korban. Ia percaya seseorang sengaja membunuh Linda. Ia pun menyusun rencana untuk kabur dari penjara, dan mencari tahu siapa pembunuh sang kekasih. Inspektur Ariel mesti mati-matian mencegahnya!


Here we go..

Pria boleh saja datang dan pergi untuk menyakiti hati wanita, tetapi bahasa jepang takkan pernah menyakitiku dan hati semua wanita!

Kabut di Bulan Madu bercerita mengenai pengabdian seorang inspektur kepolisian di daerah Jeyakarta, Ariel Stallone. Inspektur Ariel ini sedang sibuk mengurus kasus pembunuhan di kafe Expose. Selain itu dia harus menghadapi kebawelan Roby, tersangka dari kasus pembunuhan di kafe Expose tersebut. Roby sering menanyainya mengenai kewajaran dari kematian kekasihnya, Linda.

Linda meninggal karena kecelakaan sebuah kapal pesiar yang mewah. Linda sengaja pergi menggunakan kapal pesiar karena sedih mendengar kabar jika Roby akan dipenjara dan hal tersebut menimbulkan berbagai macam pertanyaan di benak Roby. Siapa sebenarnya yang membunuh Linda, apa motifnya. Mengapa hanya Linda yang mati diantara penumpang kapal pesiar tersebut.

Sedangkan di tempat lain, ada sepasang suami istri yang sedang menikmati pernikahan mereka, akhirnya memutuskan untuk pergi berbulan madu di atas kapal pesiar mewah. Ihdina Shirota, pengusaha minuman kesehatan “KULT”. Dia rela memberikan apa saja demi sang kekasih hati, Helena Lizzana.

Bulan madu yang sudah direncanakan dan dibayangkan dengan sangat indahnya, hancur berantakan dan berubah menjadi mimpi buruk. Kapal pesiar tersebut menabrak karang, dan penumpang dibuat kalang kabut. Tak terkecuali dengan Ihdina dan Helena.

Helena terpisah dari genggaman tangan Ihdina. Para penumpang saling berlomba menyelamatkan dirinya masing-masing, tak terkecuali Helena. Apa sebenarnya yang terjadi pada Linda – Helena – Ihdina?

If you educate a man, you just educate A MAN. If you educate a woman, you educate A GENERATION

Membaca novel ini bikin tegang, bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi pada Linda. Apakah ada hubungannya dengan kasus yang sedang membelit Roby? Lalu apa hubungannya dengan pasangan suami istri, Ihdina dan Helena. Agak membosankan saat membaca di awal, namun terasa menyenangkan begitu sampai di pertengahan.

Kemudian, agak bingung sebenarnya dengan panggilan yang digunakan oleh si Ariel ini. Dia memanggil “you” kepada para penjahat, namun kepada bawahannya pun juga sama. Jadinya agak bingung sedikit disini. Kemudian jangan lupakan penggunakan kata “deh” yang digunakan oleh seorang pria dewasa.

Ditunggu ya besok. Pesan terakhir untuk Mr Roby, mumpung masih muda, tetaplah semangat. Jangan pernah putus asa! LIVE WHILE WE’RE YOUNG

Jangan lupakan juga kalimat “Jangan ada dusta di antara kita”, “Sakitnya tuh disini”, “Saya minum tiga”. Mungkin disini dimaksudkan untuk pembaca tidak merasakan tegang saat membaca novel ini dan bisa bersantai sejenak. Tapi, agak lucu sih jadinya.

Untuk tokoh-tokohnya, karakter masing-masing tokoh tidak cukup kuat dan terkesan menyebalkan dan berlebihan. Hanya saja ada kejutan di akhir cerita yang memang tidak disangka-sangka malah menjadi kunci utama cerita. Bikin aku nggak nyangka dan salah menebak aja. Ekspektasinya nggak kesana padahal. Sebagai penggemar cerita detektif, bisa dipastikan, saya kurang beruntung di cerita ini.

Sejujurnya tak ada masalah. Bukankah kepercayaan itu fondasi terpenting dalam membangun satu hubungan?

Penulis dalam menuliskan ending ceritanya benar-benar warbiyasak. Pengecohan akan tokoh Ariel pun yang genit dengan Helena, benar-benar sukses mengecoh perhatian. Berbicara mengenai cover yang bisa dibilang dominan gelap, itu sudah menggambarkan cerita dari Kabut di Bulan Madu ini. Kemudian kalung inisial H yang merupakan komponen penting dan merupakan inti dari cerita ini juga tergambar jelas.

Buku ini punya bonus CD lagu lho. Ada 6 lagu yang merupakan karya penulisnya. Dan belum dapat feelnya aku saat mendengarkan lagunya, mohon maaf banget. Mungkin saat mendengarkan belum dapat momentnya, mungkin.

Ada beberapa pesan yang disampaikan di novel ini. Manusia cenderung suka menutupi jati diri mereka masing-masing. Mereka lebih senang untuk tidak mengungkapkannya kepada khalayak ramai. Terlebih peribahasa “Don’t judge a book by its cover” itu benar adanya. Jangan pernah menilai orang dari luarnya saja. Belum tentu yang terlihat baik di luar tak terlihat baik di dalam. Pada dasarnya, ada batasan atau prinsip yang harus kita miliki saat mengenal orang baru atau orang-orang di sekitar kita. Itu namanya waspada sih. Biar gak dijahati juga sih.

Saran saya, berhubung idenya menarik banget, mungkin dari sisi kepenulisan bisa dibuat dengan lebih baik dan lebih enak dibaca. Penulis juga mempunyai peluang untuk membuat cerita menjadi lebih asyik. Semoga, novel ini bisa terbit ulang dan menjadi lebih baik yaa. Saya suka dengan idenya. Dan tentu saja nggak sabar buat menanti karyamu selanjutnya.

Luka di badan seiring waktu dapat sembuh, tapi luka di hati oleh perkataan kasar, hanya waktu dan kerelaan yang kuasa menghapusnya

2 comments:

  1. Trims tuk reviewnya, Asri.. Sukses selalu. Cheers!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kembali, kak. Semoga berkenan dengan reviewnya yaa. Sukses selalu untuk kakak :)

      Delete

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...