Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

4 February 2017

Sajak Rindu - S. Gegge Mappangewa | Blog Tour, Giveaway




Judul : Sajak Rindu
Penulis : S. Gegge Mappangewa
Penerbit : Penerbit Indiva
ISBN : 9786026334084

And the blurb..

“Di balik dadanya yang membenci dan merindu, terbangun tanggul raksasa untuk sesamudera air mata yang tak ingin diperlihatkan debitnya pada siapa pun.”

Inilah kisah Vito, seorang remaja Bugis dari Desa Pakka Salo dalam mengemban rindu.
  
Here we go..

Kolong rumah panggung orang Bugis ibaratnya sebuah gudang sebaguna

Sajak rindu bercerita mengenai kepercayaan masyarakat Bugis mengenai manusia reptil. Dimana manusia reptil ini dipercaya sebagai kembaran anak-anak Bugis yang lahirnya bersamaan namun kehidupannya berbeda dengan dunia manusia.

Vito adalah murid SMP yang berusia tiga belas tahun. Dia jago dalam hal memanjat pohon, bercerita, bertanggung jawab. Namun, dia kreatif. Banyak hal yang dia lakukan demi mengurungkan niatnya untuk masuk sekolah. Salah satunya, dia mengarang cerita jika kakeknya meninggal dunia. Sehingga dia didiamkan oleh Pak Amin, gurunya di sekolah. Kreatif sekali, bukan?

Vito tak pernah merasa takut karena ada kakeknya yang selalu siap membela Vito dari amukan Mamanya. Mamanya Vito senang memukul Vito, itu semua dikarenakan kenakalan, kalau boleh bilang kekreatifan Vito selama ini. Bukan tanpa sebab, kakeknya Vito sayang dengan Vito. Itu semua disebabkan sebagai penyembuh sakit dimasa lalu. Mama Vito sangat sayang pada anaknya, terlepas beliau sering marah pada Vito. Terlebih beliau dipisahkan oleh anaknya yang lain, Vino.

Lalu bagaimanakah kelanjutan kisahnya?

Penasaran? Novel ini bisa juga lho kalian dapatkan di toko buku terdekat di kota kalian.

Di dalam kamar mandi, Vito menitikkan air mata saat dia terkenang dengan bukti cinta yang pernah diberikan ayahnya padanya

Membaca novel ini seriusan, bikin aku seneng dan nyesek sekaligus. Gimana nggak seneng, ada banyak ilmu pengetahuan yang bisa aku ambil dari novel ini. Mengambil latar belakang di Desa Pakka Salo di Sulawesi Selatan. Tempat yang dikelilingi gunung kemudian ada Danau Sindereng yang indah, aku seolah-olah diajak untuk mengetahui keadaan saat itu. Ditambah keadaan yang terjadi pada hidup Vito dan orang-orang di sekelilingnya.

Kemudian disini aku belajar banyak mengenai adat budaya. Seperti yang penulis tuliskan mengenai fakta kolong rumah bagi rumah panggung di masyarakat Bugis. Bikin aku sedikit mengingat-ingat pelajaran saat sekolah dulu. Dan aku lupa. Maafkan. Selain itu, penulis juga menceritakan mengenai kondisi desa Pakka Salo yang tidak lepas dari perkembangan modern.

Disini aku juga belajar mengenai arti keluarga, arti rasa syukur, arti teman dan lingkungan sekitar. Bagaimana perjuangan Vito saat berjumpa dengan Vino. Bagaimana perasaan kedua anak ini yang ternyata adalah korban dari kedua orangtua yang berpisah.

Aku berpesan kepada tiga golongan: kepada raja, hakim, dan pelayan masyarakat. Jangan sekali-kali engkau meremehkan kejujuran itu. Berlaku jujurlah serta peliharalah tutur katamu, engkau harus tegas. Sebab kejujuran dan tutur kata yang baik itu memanjangkan usia. Oleh karena takkan mati kejujuran itu, takkan runtuh yang datar, takkan putus yang kendur, takkan patah yang lentur

Dari kehidupan Vito aku sedikit banyak belajar mengenai arti perjuangan, rasa cinta kepada keluarga, dan bagaimana mewujudkan ide kreatifnya menjadi nyata. Peran keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar dalam kehidupan Vito memang terlihat di dalam cerita ini. Selain itu, ada peran dari cerita mistis di dalam kehidupan Vito. Dimana awalnya aku sempat kaget, nggak percaya, dan bingung selanjutnya merinding. Duh, maafkan, rada trauma sedikit dengan yang berbau mistis.

Aku sempat geleng-geleng kepala saat tahu ide kreatif Vito demi mengurungkan niatnya untuk masuk sekolah. Coba kalau aku punya ide seperti itu, udah deh, mungkin langsung dikasih voucher makan kali yaa. Tokoh-tokoh lain selain Vito dan keluarganya adalah Pak Amin, seorang guru SMP yang memiliki wawasan yang luas dan bijaksana. Kemudian ada Irfan, teman Vito. Dia mendapatkan satu posisi karena memiliki pandangan berbeda mengenai cita-cita.

Novel ini benar-benar komplit banget. Selain cerita mengenai indahnya setting tempatnya, juga ada cerita yang membuat novel ini semakin menarik untuk dibaca, yaitu kisah perjuangan tokoh utamanya, ada kisah kehangatan keluarga, persahabatan, dan sejarah. Dijamin deh, saat kamu membaca novel ini, kamu akan langsung jatuh cinta. Jangan lupa, siapkan camilan yaa.

Dan aku menunggu karya kamu selanjutnya yaa..

Orang yang pesimis tak akan pernah bisa berhasil. Sementara orang yang optimis, meskipun itu optimis dengan mimpi yang semua orang menganggapnya aneh, suatu saat akan berhasil. Kalaupun gagal, apa salahnya? Daripada tak pernah mencoba?


=== GIVEAWAY TIME ===


Kalian mau mendapatkan 1 novel Sajak Rindu yang ditulis oleh kak S. Gegge Mappangewa dan diterbitkan oleh Penerbit Indiva? Caranya gampang banget lhooo :

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia
2. Follow akun twitter @Penerbit Indiva, Follow akun IG Penerbitindiva, akun twitter  @GeggeMappangewa dan @princessashr, kemudian share info GA ini dengan mention ke akun kita bertiga dan jangan lupa sertakan hashtag #SajakRindu
3. Like Fanpage Indiva Media Kreasi
4. Follow blog ini bebas, bisa via Google + atau follow Instagram atau follow fanpage Peek A Book juga boleh *boleh salah satu, boleh ketiganya*
5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar dengan menyertakan Nama, akun twitter, domisili, link share, akun goodreads (jika punya) dan jawabanmu yaa..

Pernahkah kamu mendengar cerita legenda di daerahmu? Cerita apakah itu?

Giveaway ini berlangsung dari tanggal 4 – 8 Februari 2017 hingga jam 24.00 WIB. Pengumuman pemenang akan diumumkan 1 - 2 hari dari deadline. So, selamat mengikuti dan good luck yaa..

17 comments:

  1. Nama : Irham Maulana
    twitter : @gusirham
    goodreads: Irham
    link share : https://twitter.com/gusirham/status/828192146524041217
    domisili : Medan
    Jawaban:
    legenda Batu Gantung
    memang sih legenda ini enggak pas dimedan cuma daerah nya namanya prapat itu dekat banget sama medan well jadi terkenal di medan kan juga masih satu provinsi yaitu provinsi sumatera utara
    ceritannya tentang gadis putus asa karena asmara kemudian dia terperosok kelubang,gadis itu mengatakan prapat prapat batu agar batunya menyempit yang akhirnya batu merapat tempat daerahnya namanya prapat dan batu tempat gadis itu namanya batu gantung

    ReplyDelete
  2. Nama: devira belin
    Twitter: @virscnd
    Link share:https://mobile.twitter.com/Virscnd/status/828260341905633281
    Domisili: Semarang
    Jawaban:
    Disini aku akan ngasih tau suatu legenda yaitu selat Bali. Cerita ini aku dikasih tau sm temenku langsung kebetulan pas banget sm soal GA kali ini. Jadi seperti inilah 👇👇👇
    Legenda di bali tu ada yg asal muasal selat bali. Dulu ada seorang prabu, aku lupa namanya. Dia sangat sakti, dan dia juga mempunyai teman seekor naga emas. Tetapi dia juga mempunyai anak seorang anak yg boros, yg suka berfoya-foya, berjudi dan hal negatif. Namanya manik, lengkapnya manik angkera klo gasalah. Suatu ketika saat si manik berjudi, dia kehabisan uang dan meminta uang kpd ayahnya, dan ayahnya pun pergi kegua untuk meminta satu sisik naga emas untuk diberikan kepada manik. Dan terus begitu sampai si manik penasaran, ayahnya mendapat uang itu darimana. Dan suatu hari, manik mengikuti ayahnya yg sedang pergi ke gua untuk mengambil sisik emas. Dia melihat ada naga besar dan ekornya juga terbuat dari emas. Saat ayahnya sudah pergi dan sang naga tertidur, si manik pun diam" masuk kedalam goa, dia berfikir untuk memotong ekor naga trsbt sehingga dia bs menjadi kaya raya, dan akhirnamya dipotong lah ekor naga trsbt dan sang naga pun mati. Mendengar suara sang naga, sang prabu langsung kembali ke gua dan menemukan anaknya yg memotong ekor sang naga. Karena murka, sang prabu mengutuk manik agar mati ditempatnya dia berdiri sekarang, lalu di pukulkannya tokat yg dibawa sang prabu ketanah, seketika mengeluarkan air. Dan perlahan menenggelamkan manik yg rakus dan tamak tersebut. Tempat manik meninggal skrg disebut oleh masyarakat setempat yaitu selat bali

    ReplyDelete
  3. Nama: insan gumelar ciptaning gusti
    akun twitter: @surakarta
    domisili: Surakarta
    link share: https://twitter.com/san_fairydevil/status/828445487766269952

    Pernah, tapi sepertinya cerita legenda ini tidak masuk ke buku dongeng-dongeng legenda. Walaupun domisili aku tulis Surakarta, sebenarnya hampir seluruh hidupku aku habiskan di kota Jember. Baru-baru ini aja aku pindah. Jadi aku bakal sedikit menceritakan tentang legenda yang ada di kota Jember bukannya Surakarta. Hehehe :D

    Di sana itu ada pantai, namanya Pantai Watu Ulo. Pantai ini tidak terlalu diminati sebagai tujuan wisata, seperti pantai yang ada didekatnya, Pantai Tanjung Papuma. Ombaknya terlalu besar. Pantainya hanya terlihat jika air laut surut dan menyisahkan banyak karang-karang yang terbawa ombak. Nah, setiap air laut surut, ada batu panjang yang terlihat. Tumpukan batu itu memanjang dari tengah pantai dan menyempit masuk ke laut. Kita enggak bias mengikuti tumpukan batu yang mengarah ke laut itu karena hantaman ombaknya, seolah ombak-ombak itu menjaganya. Kita hanya bisa melihat, memegang, bahkan menduduki tumpukan batu yang ada pantai.
    Kabarnya, batu itu memanjang sampai ke pulau seberang, melalui bawah laut. ceritanya ada pertarungan hebat yang terjadi di sana. Si ular yang jahat akhirnya bisa dikalahkan dan tergeletak begitu saja di sana. Tumpukan batu itu dipercaya adalah makam dari sang ular. Dan yang ada di pantai itu adalah bagian dari badannya.

    Hehehe :D
    Aku cuman tau gitu sih, soalnya aku pernah diceritai seperti itu waktu aku SD. Hehehe :D

    ReplyDelete
  4. Nama : Riza Putri Cahyani
    Akun twitter : @Zhaa_Riza23
    Domisili : Bogor
    Link share : https://twitter.com/Zhaa_Riza23/status/828454107677548544

    Jawaban :
    Karena aku lahir dan besar di salah satu kota di Aceh dan baru beberapa bulan ini menetap di Bogor jadi aku mau share tentang salah satu legenda yg terkenal di daerah asalku. Legenda ini dipercaya sebagai asal muasal munculnya danau laut tawar dan gua putri pukes. Ceritanya pada zaman dahulu di Takengon ada sebuah kerajaan yg mempunyai putri namanya Putri Pukes. nah, putri ini jatuh cinta sama pangeran dari kerajaan lain tapi gak direstui. Tapi putri ini sgt mencintai pangeran itu jadi akhirnya mereka menikah. Nah, terus si putri ini mau di bawa ke kerajaan suaminya itu, terus orangtuanya bilang,"kalau udah meninggalkan kerajaan ini jgn pernah berbalik melihat kebelakang". Sewaktu mereka udah berjalan, karena putri pukes merasa berat untuk meninggalkan orangtuanya, dia pun melihat kebelakang. Setelah itu datang petir menyambar-nyambar dan hujan turun deras. Para pengawal nyuruh mereka istirahat di sebuah gua sambil menunggu hujan reda. Pas udah di dalam gua, pengawal manggil-manggil putri ternyata gak disahut dan pas didekati putri pukes udah berubah jadi batu. Hujan yg terus turun itu membentuk sebuah danau yg sekarang dikenal dgn nama Danau Laut Tawar. Gua Putri Pukes ini letaknya di pinggir danau. Kalau kalian main-main ke Takengon kalian bisa lihat sekarang batu putri pukesnya tapi bgian bawah badannya besar karena katanya air mata putri masih terus mengalir tapi bagian kepala sama sanggulnya masih keliatan. Terus di dalam guanya juga kalian bisa lihat ada jalan kecil yg katanya tempat suami putri itu lari. Legenda ini di ceritakan secara turun temurun dan biasanya banyak orangtua yg jadiin cerita ini buat nakut-nakutin anak yg nakal dan suka membantah orangtua, termasuk nenekku dulu.

    ReplyDelete
  5. Nama : vena dwi
    Twitter : @venaquict
    Domisili : tulungagung - jatim
    Link : https://twitter.com/venaquict/status/828480316218109952

    Jawaban:

    Ada kok namanya legenda gunung budheg (tuli)
    Legenda ini karena ada anak laki-laki yang pengen jadi pinter dengan cara bertapa di kaki gunung. Saat dia bertapa ini si ibunya memanggil namanya namun si anak tidak menyahut. Karena dipanggil tidak menyahut itulah si ibu mengutuk anaknya sehingga menjadi tuli. Tidak hanya tuli tapi malah jadi batu. Yang dimana gunung budheg ini kalau dilihat dari jauh bukitnya itu menyerupai wajah seorang laki2 yang menggambarkan si anak laki-laki tersebut.

    ReplyDelete
  6. Bety Kusumawardhani20:16

    Nama: Bety Kusumawardhani
    akun twitter: @bety_19930114
    domisili: Surakarta
    link share: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/828256361641152512?p=v

    Jawaban: pernah karena ibu ku sering menceritakan dongeng legenda dari berbagai daerah ketika aku masih kecil. Legenda yg paling aku ingat di daerah sekitar tempat tinggalku yaitu terjadinya candi prambanan. Cerita tentang pemuda bernama Bandung Bondowoso yg jatuh cinta pada gadis bernama Roro Jonggrang. Roro tidak menyukai Bandung dan bermaksud menolaknya dengan mengajukan syarat pada Bandung untuk membangun seribu candi dalam satu malam. Karena tipu daya Roro, Bandung gagal membuat seribu candi yg disyaratkan. Candi yg dibangun Bandung baru berjumlah 999. Roro Jonggranglah yg menjadi candi ke-1000 yg dibuat Bandung Bondowoso.

    ReplyDelete
  7. Nama: Ana Bahtera
    Twitter :@anabahtera
    Domisili: Aceh
    Link: https://twitter.com/anabahtera/status/828613736424370178
    Goodreads: Ana Bahtera
    Jawaban:

    Legenda Puteri Pukes.

    Dikisahkan dahulu ada seorang Puteri yg menikah dgn seorang pemuda desa.
    Ketika Puteri itu dbawa krmh sang pemuda, ibunya berpesan jangan pernah menoleh ke belakang. Namun dpenghujung jembatan Puteri itu ingin sekali melihat orgtuanya untuk terakhir kali sebelum dia benar2 pindah krumah suaminya.
    Ketika dia menoleh maka seketika dia dan suaminya menjadi batu yg saat ini masih tetap ada lestari di gua Puteri Pukes yg berada di pinggir danau laut tawar di kampung saya.
    Kisah ini dimaksudkan agar kita patuh terhadap perintah kedua orgtua kita.

    ReplyDelete
  8. Nama : Fera Lestari
    Twitter : @feralestari95
    Domisili : Aceh
    Link Share : https://twitter.com/feralestari95/status/828792582960406528
    Jawaban :

    Pernah.

    Legenda Putroe Neng.

    Dikisahkan saat tampuk pemerintahan Aceh masih dipimpin oleh seorang raja datanglah laksamana dari China bersama pasukannya, seorang wanita cantik yang ingin menguasai sejumlah kerajaan. Setelah dikalahkan oleh pasukan Meurah Johan, yang meminta bantuan dari kerajaan Pereulak, laksamana dari Negeri Tiongkok itu memeluk Islam dan digelar dengan nama Putroe Neng.

    Kekalahan dalam perang telah mengubah sejarah hidup Putroe Neng, dari seorang maharani yang ingin menguasai sejumlah kerajaan malah menjadi permaisuri dalam sebuah pernikahan politis. Adalah Sultan Meurah Johan, pendiri kerajaan Darud Donya, menjadi suami pertama wanita jelita tersebut yang kemudian menjadi lelaki pertama yang meninggal di malam pertama. Tubuh sang sultan ditemukan membiru setelah melewati malam pertama dengan istrinya Putroe Neng.

    Berkat kecantikan yang dimiliki oleh Putroe Neng, setelah suami pertamanya meninggal, banyak lelaki bangsawan yang ingin memperistrikannya, padahal tidak mudah bagi Putroe Neng untuk menerima pinangan setiap lelaki. Ia memberikan syarat berat seperti mahar yang tinggi dan pembagian wilayah kekuasaan. Laki-laki yang telah berhasil menikahi Putroe Neng dengan bangga mereka mengatakan, "Nanti malam aku akan tidur dengan Putroe Neng." Namun, hampir tidak ada lelaki yang berhasil mengatakan,"Tadi malam aku tidur dengan Putroe Neng." Malam pertama selalu menjadi malam terakhir bagi 99 lelaki yang menjadi suami Putroe Neng.

    Adalah Syekh Syiah Hudam yang selamat melewati malam pertama dan malam-malam berikutnya dengan wanita cantik bermata sipit tersebut sekaligus menjadi suami terakhirnya. Konon, Syiah Hudam memiliki penawar racun yang berhasil mengeluarkan bisa beracun dari alat kewanitaan Putroe Neng. Sejak saat itu Putroe Neng hidup bahagia dengan suami terakhirnya meskipun cahaya kecantikannya meredup dan sampai ajal menjemputnya, beliau tidak mempunyai keturunan.

    ReplyDelete
  9. Nama: Rina Fitri
    Twitter: @Rinafiitri
    Domisili: Aceh
    Link Share: https://twitter.com/Rinafiitri/status/828983002558406656
    Pernah, yaitu cerita Legenda Tapak Tuan.
    Legenda Tapak Tuan ini sangat terkenal di tempat asalnya yaitu di Kabupaten Aceh Selatan. Alkisah, dahulu kala hiduplah dua ekor naga, jantan dan betina. Suatu hari ketika kedua naga tersebut sedang berenang di laut mencari makan, mereka melihat sekelompok udang besar yang sedang berenang menuju ke muara sungai. Kedua naga itu berenang semakin cepat. Setelah dekat dengan kelompok udang, dihirupnya air laut kuat-kuat sehingga seluruh udang masuk ke dalam perut mereka. Hingga sekarang, tempat itu disebut Desa Air Berudang dan termasuk salah satu desa di Kecamatan Tapaktuan. Suatu ketika naga tersebut menemukan seorang bayi manusia yang terombang-ambing di laut. Pasangan naga tersebut sangat senang mendapatkan putri seorang manusia karena sudah lama mengidam-idamkannya. Lalu mereka memutuskan untuk merawat bayi tersebut dan diberi nama Puteri Bungsu. Kedua naga tersebut sangat menyayangi putri pungut mereka, bahkan naga jantan membuat tempat bermain nan indah di gunung tempat mereka tinggal agar sang putri betah.
    Waktu terus bergulir hingga Putri Bungsu merangkak remaja. Pada suatu hari ia mendengar pembicaraan kedua naga yang menyebutkan bahwa dia bukanlah keturunan naga, melainkan manusia. Lalu Putri Bungsu ingin melarikan diri. Dia menunggu waktu yang tepat, sampai pada suatu hari lewatlah sebuah perahu dan Putri Bungsu langsung menaikinya. Pada saat itu naga sedang tidur, dan ketika terbangun naga tersebut baru menyadari bahwa sang putri telah menghilang. Naga itu langsung mengejar perahu tersebut.
    Sementara itu, di Gua Kalam, Tuan Tapa yang terkenal dengan tongkat saktinya tersentak ketika sedang bertapa. Lalu ia melihat kelaut lepas dan mendapati kedua naga tersebut sedang mengejar perahu. Kemudian Tuan Tapa dan kedua naga bertarung dengan sengit. Ketika naga jantan menyerang, Tuan Tapa melibasnya menggunakan tongkat sehingga tubuh naga terpelanting, darahnya memerahkan lautan dan batuan. Sementara naga betina juga tidak bisa melarikan Putri Bungsu, malah hewan itu mengamuk dan melarikan diri ke Cina. Setelah itu, sang putri pun kembali kepada orangtuanya.
    Setelah kejadian itu, Tuan Tapa sakit.
    Seminggu kemudian Tuan Tapa meninggal dunia pada Bulan Ramadhan Tahun 4 Hijriyah. Jasadnya dikuburkan di dekat Gunung Lampu, tepatnya di depan Mesjid Tuo Kelurahan Padang, Kecamatan Tapaktuan, dan makamnya masih bisa disaksikan hingga saat ini.
    Hingga sekarang bekas tubuh naga yang berupa gumpalan darah itu masih bisa dilihat di pantai, berupa tanah dan batu yang memerah. Kini disebut dengan Tanah Merah. Batu Merah, sekitar tiga kilometer dari kota Tapaktuan.
    Sedangkan hati sang Naga, yang pecah dan terlempar menjadi beberapa bagian akibat pukulan tongkat sakti Tuan Tapa, peninggalannya hingga sekarang masih terlihat berupa batu-batu berwarna hitam berbentuk hati. Daerah ini kemudian diberi nama Desa Batu Hitam, masih dikecamatan yang sama. Pada waktu Tuan Tapa hendak membunuh sang naga, terjadi kejar-kejaran antara Tuan Tapa dan sang naga. Maka pada suatu ketika, berbekaslah tapak kaki Tuan Tapa ini. Sekarang yang masih terlihat hanya sepasang telapak kaki sangat berjauhan, di batasi oleh gunung tempat naga tinggal sebelumnya. Jejak tapak kaki tersebut, seperti jejak seseorang yang melangkahi gunung, karena tak dapat ditemukan jejak yang sama di antara kedua jejak tersebut.
    Ukuran jejak kaki tersebut adalah 3x1,5 meter. Jejak kaki yang sebelah kanan, berada di pinggir laut di atas sebuah batu. Sedangkan jejak kaki sebelah kiri berada di dalam kota di atas tanah, jaraknya sekitar 500 meter. Diberilah nama daerah yang terdapat jejak “Tapak Tuan Tapa” itu dengan nama kota “Tapak Tuan”, atau juga sering disebut “Kota Naga Tapak Tuan”.

    ReplyDelete
  10. Nama : Aenun Nasyifa Z.A.
    twitter : @AenunNasyifaZA
    domisili : Solo, Jateng
    Link Share : https://twitter.com/AenunNasyifaZA/status/829045576041836544

    Pernahkah kamu mendengar cerita legenda di daerahmu? Cerita apakah itu?

    -------------------------- P E R N A H ------------------------------

    di sini ada sungai namanya kali gung katanya dihuni sama siluman ular namanya gringsing. awal mulanya itu si gringsing nemu telor terus telornya dimakan terus dia berubah jadi ular dan istrinya nyari-nyari dia sampe nemu ular itu terus si gringsing yang jadi ular bilang gara gara makan telor itu dia jadi begini terus istrinya makan juga telornya terus dia berubah jadi ular juga tapi mereka berdua dipisah, yang satu di kali gung sebelah selatan yg satunya di utara sampe hari kiamat baru mereka disatuin dan orang orang percaya kalo kita main main deket kali gung kita bisa didatengin si gringsing, hehe

    ReplyDelete
  11. Nama : Syifa
    twitter : @syifaa_id
    domisili : tegal, Jawa Tengah
    Link Share : https://twitter.com/syifaa_id/status/829058123499343873

    Sintren, sebuah tarian yang berbau mistis / magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dan Raden Sulandono. Tersebut dalam kisah bahwa Raden Sulandono adalah putra Ki Bahurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari.

    Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Bahurekso. Akhirnya Raden Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung melalui alam goib. Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula Raden Sulandono yang sedang bertapa dipanggil rohnya untuk menemui Sulasih, maka terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan Raden Sulandono.

    Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya. Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci (perawan), dibantu oleh pawangnya dan diiringi gending 6 orang. Pengembangan tari sintren sebagai hiburan rakyat, kemudian dilengkapi dengan penari pendamping dan pelawak.

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Nama : Arum Wahyuningtyas
    Twitter : @nin9ty4z
    Domisili : Pati, Jawa Tengah
    Link share : mobile.twitter.com/nin9ty4z/status/828948981401030657?p=v

    Pernah. Judulnya Roro Mendut. Gadis cantik penjual rokok. Strategi pemasarannya bagus. Ia akan membakar dan mengisap rokoknya dihadapan pembeli. Semakin pendek rokoknya, harganyapun semakin mahal.

    Karena kecantikannya, ia sangat disukai oleh Tumenggung Wiraguna, abdi kerajaan Mataram. Hingga sang Tumenggung ingin memperistri dirinya meskipun sudah memiliki banyak istri. Roro Mendut menolak, dan sang tumenggung meminta ganti rugi berupa satu peti emas. Ia setuju, dan minta dibuatkan kios untuk jualan rokok.

    Sebenarnya Roro Mendut menjalin kasih dengan prana citra, pemuda tampan pemelihara kuda milik tumenggung. Mereka berhubungan secara diam-diam.

    Sampai akhirnya, hubungan mereka diketahui oleh tumenggung, dan sang tumenggung membunuh Prana Citra
    Roti Mendut yang tak terima, bunuh diri dengan menusuk perutnya dengan keris sang tumenggung yang masih berada di perut kekasihnya.

    ReplyDelete
  14. nama : Farida ENdah
    Akun Twitter : @farida271
    Domisili : Pacitan Jawa Timur
    Link Share : https://twitter.com/farida271/status/829263471799914496
    Jawaban :

    pernah, tepatnya di desa ku Kak,tentang cerita "Manthu Kucing" ini dipercaya dapat mendatangkan hujan. jadi begini ceritanya dua kucing dari dua desa yang berbeda salah satunya adalah desa ku, itu di hias layaknya seorang pengantin dan di letakkan di wadah besar kalau orang sini biasa menyebutnya 'Jedi biasa dipakai untuk membuat jenang dodol wajan yang sangat besar' kemudian kedua kucing itu diarak keliling dan di bawa ke air terjun di dekat desa.
    antara percaya atau tidak. beberapa tahun yang lalu hal ini pernah dicoba waktu pemerintah kabupaten mewajibkan setiap desa untuk mengeluarkan satu tradisi dan memang benar terjadi hujan selama satu minggu penuh dan terjadi hanya waktu kesenian ini di tampilkan saja. ALLAHUALLAM

    ReplyDelete
  15. Nama: Rizki Fitriani
    twitter: @Kikii_Rye
    domisili: Sidoarjo
    link share: https://twitter.com/Kikii_Rye/status/829336407143391233
    goodreads: Kiki Ryeo

    pernah. cerita legenda mengenai upacara nyadran. dari yg ku dengar upacara Nyadran alias Tasyakuran Laut alias Petik Laut menjadi hajatan meriah bagi keluarga besar nelayan Sidoarjo. Sebuah tradisi orang kampung untuk bersyukur kepada Allah atas hasil tangkapan di laut.

    di balik upacara ada cerita yg mengisahakan ttg pengorbanan Dewi Sekardadu yg mencoba menyelamatkan anaknya, Raden Pakuㅡdikenal sbg salah satu wali penyebar ajaran islam dijawaㅡ yg dihanyutkan oleh kakeknya sendiri ke laut akibat yg merasa terancam dg kelahiran cucunya. Dewi Sekardadu mencoba meraih anknya dg meceburkan diri, namun sia-sia. Gelombang terlalu besar, dan apalah kemampuan berenang manusia.
    Akhirnya jasad Dewi Sekardadu dan peti yang membawa Raden Paku harus terpisah.
    Kebetulan pada saat itu ada nelayan yg sedang mencari kerang melihat jasad perempuan cantik yang digotong ramai-ramai oleh ikan keting. Jasad itu terdampar di pantai, dan dikebumikan secara terhormat oleh warga.
    Karena itu, upacara Nyadran senantiasa menjadi momen untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang telah mereka nikmati. Mereka juga berdoa, menggelar pengajian di kompleks makam Dewi Sekardadu, agar rezeki dari laut selalu dilimpahkan kepada para nelayan.

    ReplyDelete
  16. Nama: Dwita Andhara
    Twitter: @dwitaandhara
    Link share: https://twitter.com/dwitaandhara/status/829357963076739073
    Domisili: Makassar
    Goodreads: Dwita Andhara

    Pernah dan itu adalah kisah legenda parakang, mahluk jadi-jadian yang ada di Sulawesi Selatan. Parakang ini merupakan makhluk mistis yang bisa berubah wujud menjadi apa saja yang di inginkan. Tidak hanya menganggu, parakang juga tidak segan membunuh. Menurut legenda, parakang itu manusia jadi-jadian, bukannya jin apalagi hantu seperti hantu-hantu lain yang di kenal secara umum. Banyak versi yang saya dengar tentang asal parakang, ada yang bilang parakang itu manusia yang belajar ilmu hitam tapi gagal, ada juga yang bilang parakang ada karena ilmu dari orang tua dulu yang diturunkan ke anaknya. Konon, ilmu itu harus diturunkan turun temurun karena jika tidak orang yang menjadi parakang akan sangat menderita saat diambang kematian. Namanya legenda, saya gak pungkiri perasaan percaya tidak percaya itu ada tapi pernah sekali saya dengar cerita teman saya yang baru balik dari kampung kalau tetangganya ada yang meninggal karena parakang. Wallahu a'lam





    ReplyDelete
  17. Anonymous11:53

    Eny @Enythxz Jogja
    https://mobile.twitter.com/Enythxz/status/829902862998134786?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C6053100999

    sama halnya dengan udara,aku tidak bisa mendefinisikan cinta dengan kongkret. Coba saja kamu lihat udara? apa kamu bisa melihatnya, apa kamu bisa menyentuhnya? apa itu udara? bedanya udara bisa dijelaskan dalam pelajaran sekolah saat kita SD sedangkan cinta tidak perlu dipelajari namun dipahami dan datang dengan sendirinya. Udara dan Cinta sama sama tidak bisa kita lihat,tidak bisa kita mencium baunya namun meski dengan begitu kita dapat merasakan kehadiran udara& cinta. Udara dapat kita rasakan saat bernafas dan cinta dapat kita rasakan ketika kita merasa nyaman dengannya dan takut kehilangannya. Itulah cinta ,bahkan teori apapun tak dapat mengartikan cinta secara logis karena cinta bukan sekedar diartikan tapi untuk dinikmati manusia sebagai kebutuhan hidup agar dunia lebih bermakna & berwarna.

    ReplyDelete

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...