Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

29 January 2018

Rumah Tanpa Jendela - Asma Nadia | Blog Tour, Giveaway


36603404


Judul : Rumah Tanpa Jendela
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Penerbit Republika
ISBN : 9786020822853

And the blurb..

Bukan besarnya rumah atau luas halaman dari balik pagar rendah yang memesona Rara, melainkan jajaran pot-pot cantik yang ditaruh di depan jendela-jendela besar rumah tersebut.
Belum pernah Rara melihat jendela sedemikian indah.
Mulai hari itu, ia punya sesuatu untuk diimpikan. Bapak dan Ibu harus tahu

Rara adalah gadis yang periang dan suka bermain. Ia dan teman-temannya suka bermain di pinggir-pinggir jalan saat istirahat mengamen, di bawah derasnya hujan, juga di pekuburan tengah kota Jakarta yang menjadi lingkungan tempat tinggalnya. Sebagai gadis kecil, ia merasa tak kekurangan apa pun, apalagi orangtuanya tak pernah memarahinya seperti ibu-bapak teman-temannya

Tapi ada satu mimpi Rara yang ingin sekali ia wujudkan. Sebuah mimpi sederhana, untuk memiliki jendela. Ia ingin sekali bisa tetap melihat hujan, dan tak harus menyalakan lampu ketika siang meski pintunya ditutup. Namun Rara tak tahu, keinginan sederhananya diam-diam membuat pusing orang-orang terdekatnya hingga gadis kecil itu harus membayar mahal agar mimpinya terwujud
  
Here we go..

Rumah Tanpa Jendela bercerita tentang kisah dari seorang anak berusia 9 tahuna, dan dia tinggal di sebuah perumahan yang sempit dan dekat dengan pekuburan di Kota Jakarta. Mimpi Rara hanya satu, yaitu memiliki rumah yang ada jendelanya. Hal ini muncul saat tanpa sengaja dia melihat banyak jendela yang lebar di sebuah perumaha di dekat gedung sekolahan. Dan dia sudah menggambarnya di sebuah kertas.

Kehidupan Rara dan keluarganya yang terhimpit ekonomi membuat keinginan Rara tak bisa terkabulkan dengan segera. Tapi, rupanya bukan hanya Rara yang juga ingin memiliki rumah dengan jendela. Ada teman bermain Rara yang menginginkannya juga.

Tapi, di lain sisi, Alia yang memiliki mimpi membangun rumah singgah, mengajari anak-anak sekitar pekuburan Cina agar bisa membaca dan menulis, dipaksa oleh orang tuanya untuk bertunangan. Duh, mbak, yang sabar yaa. Siapa sangka Alia datang di tempat Rara tinggal. Dan membuat Rara dan teman-temannya bahagia. Mereka bisa belajar membaca dan menulis. Setidaknya yang diajarkan dan dibawa oleh Alia, membuka pengetahuan baru untuk Rara dan teman-temannya.

Hingga suatu hari, Bapak memberikan kabar kepada Rara jika ia akan memiliki seorang adik. Rara bahagia banget. Sampai-sampai dia mewujudkan keinginan ibunya untuk memakan rendang. Sepulangnya Rara menyewakan paying, Rara membawakan rendang untuk Ibu dan calon adiknya, tapi sesampainya di tempat, Rara kaget, Ibunya mengalami pendarahan dan akhirnya meninggal.

Beruntungnya Rara tak sendirian, ada Simbok dan Bude Asih yang tinggal bersama mereka. Namun sayang seribu sayang, terjadi perselisihan antara Bapak dan Bude Asih hingga akhirnya Bude Asih pun pulang kampung.

Mimpi Rara akan sebuah rumah dengan jendela membuatnya berani mengatakan kepada Bapak, dan Bapak berusaha untuk mewujudkannya, walaupun dengan pekerjaannya sebagai pemulung dan penjual ikan hias yang kemungkinan besar tak cukup untuk membelikan jendela buat Rara, akan tetapi, Bapak berusaha ingin mewujudkan keinginan Rara tersebut.

Sahabat baru Rara yang seorang autis bernama Aldo mengundangnya ke pernikahan kakaknya, Andini. Namun, sayang, Andini malu karena diejek oleh teman-temannya memiliki adik autis dan teman-teman adiknya yang berpakaian sederhana. Hingga kabar berita itu datang menghampiri Rara.

Apa yang terjadi selanjutnya dalam hidup Rara? Akankah Rara dapat mewujudkan mimpinya mendapatkan sebuah rumah lengkap dengan jendelanya? Temukan jawabannya di novel Rumah Tanpa Jendela.

Membaca novel ini benar-benar bikin aku gemas, baper, nangis terharu akan perjuangan Rara dalam mewujudkan mimpinya. Jujur, karena belum pernah nonton filmnya, jadi belum tau novel ini saat diangkat ke layar lebar. Rara yang ceria, dan memiliki keinginan kuat, memiliki banyak teman namun hidup di sebuah tempat yang mungkin banyak kita temui di kehidupan nyata. Aku pernah melihat kehidupan seorang Rara dan teman-temannya. Aku juga memiliki saudara jauh yang autis. Apakah lantas aku memutuskan untuk menjauhi mereka, malu? Nggak, aku malah bangga, setidaknya mereka tak teracuni kehidupan anak-anak jaman sekarang. Novel ini benar-benar mengetuk hati para pembacanya bukan hanya untuk peduli namun juga untuk bertindak. Apa nih yang bisa kita lakukan untuk mereka, untuk kehidupan mereka, untuk pendidikan mereka. Bagaimana cara kita mengenalkan dunia kepada mereka tak hanya lewat visualisasi tapi juga melalui sebuah buku.

Membaca novel ini membuat semangatku semakin membara. Impianku membuat blog, membuat instagram khusus buku hanya 1, mengenalkan dan menambah semangat minat baca anak-anak di seluruh Indonesia, syukur-syukur di dunia. Aku juga menginginkan memiliki sebuah perpustakaan mini untuk mereka, adik-adik yang selama ini mungkin tak pernah tersentuh oleh dunia luar. Alhamdulillah, melalui kantorku ada 2 rumah baca yang terealisasi. Bahagianya hatiku.

Untuk konfliknya sendiri banyak kita dapatkan dan kita alami di lingkungan sekitar kita. Seperti konflik Alia yang antara mimpi, cita-cita dan jodoh masih harus menuruti keinginan orang tuanya.
Banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari novel Rumah Tanpa Jendela ini. Mengenai kasih sayang dalam keluarga, kehilangan, kesedihan, perjuangan, keluarga, persahabatan, mimpi dan cinta. Penulis meramu semua rasa tersebut menjadi satu dan membuatku susah move on dari novel ini.

So, kalau kamu mencari novel dengan tema keluarga, cinta, persahabatan, perjuangan, jangan lupa untuk membaca Rumah Tanpa Jendela yaa. Aku rekomendasikan buat kamu semua.

Can’t wait to read your next story, bunda Asma Nadia ^^

Karena ini adalah pemberhentian terakhir dari Blog Tour dan Giveaway Rumah Tanpa Jendela, maka aku mewakili teman-teman blogger mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Republika atas waktu, kesempatan dan amanah yang sudah diberikan kepada kami. Sukses selalu untuk Penerbit Republika. Ditunggu selalu karya-karyanya.

=== GIVEAWAY TIME ===

 

Kalian mau mendapatkan 1 novel Rumah Tanpa Jendela  karya bunda Asma Nadia ini? Caranya gampang banget lhooo :

1.   Memiliki alamat pengiriman di Indonesia
2.   Follow blog ini via Google atau follow fanpage Peek A Book juga boleh
3.   Follow akun sosmed di bawah ini (boleh pilih salah satu)
- twitter @bukurepublika dan @princessashr
- instagram @bukurepublika dan @peekthebook
4.   Share info giveaway ini di twitter atau instagram kamu yaa
- twitter : sertakan link blogspot ini, mention @bukurepublika dan @princessashr, sertakan hashtag #RumahTanpaJendelaGA
- instagram : repost/reshare/regram banner blogtour ini beserta caption yang ada di akun @peekthebook, sertakan hashtag #RumahTanpaJendelaGA
5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar dengan menyertakan Nama, akun twitter/instagram, domisili, usia, link share, akun goodreads (jika punya), dan jawabanmu yaa..

Apa cita-cita dan mimpi kalian? Kenapa?

Giveaway ini berlangsung dari tanggal 29 Januari – 1 Februari 2018 hingga jam 24.00 WIB. Pengumuman pemenang akan diumumkan tanggal 2 Februari 2018. So, selamat mengikuti dan good luck yaa..

15 comments:

  1. Nama Sandra Hamidah
    Akun twitter @Sandra_artsense
    Domisili Bandung
    Usia 27th
    Link share https://mobile.twitter.com/Sandra_artsense/status/957879858805096449
    Jawaban
    Dear cantiks saya ingin menjadi seorang Nusantara Artist yang bermimpi keliling dunia untuk pameran dan mengajar seni 🎭 untuk anak anak karena setiap anak adalah seniman yang kreatif tapi karena saya masih menyusui bayi jadi saya hanya berkarya kecil-kecilan dulu, semoga nanti bisa melukis lagi dan menginspirasi mama muda lain untuk berkarya dari rumah😍

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Nama Rahma Liasa Zaini
    Twitter @Rachmaliasa
    Domisili Pasaman, Sumatra Barat
    USia 23 Tahun
    Link Share http://rahmazaini.blogspot.co.id
    Aku selalu kagum dengan buku-buku dan novel yang diterbitkan republika. Impian saat ini dalam jangka pendek aku ingin menjadi manusia paling sabar dengan keadaan, tidak cepat marah mengahadapi kondisi apapun memuliakan kedua orangtua disetiap waktu semoga terwujud (aaamiin) sedangkan jangka panjang ingin kuliah lagi dan menikah.

    ReplyDelete
  4. nama ; Farida Endah
    akun twitter ; @farida_271
    domisili ; Pacitan_jawa Timur
    Usia ; 25+
    Link Share : https://twitter.com/farida_271/status/957935927019454465
    akun GR ; @farida_271

    jawaban : cita cita atau mimpi aku bisa menjadi agen salah satu brand hijab di kota aku, karena selain ingin mempermudah para wanita / perempuan di Pacitan jika ingin memakai hijab yang berkwalitas tapi harga terjangkau dan karena meskipun dirumah aku masih bersosialisasi dengan orang lain dan menebar kebaiakn bagi sesama.

    ReplyDelete
  5. Nama: A.A. Muizz
    Twitter: @aa_muizz
    Domisili: Semarang
    Usia: 27
    Goodreads: aa_muizz
    Link share: https://twitter.com/aa_muizz/status/957987641646968833

    Jawaban: Sederhana saja sih, Kak. Pengin jadi kepala keluarga yang baik, yang bisa mendidik anak dan istri untuk menjadi rahmat bagi semesta dengan cara masing-masing. :)

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Nama:intan tsalits firdausia
    Instagram : @el.el.book
    Domisili : yogyakarta
    Usia :29
    Link share :https://www.instagram.com/p/BejswUNBQiU/

    Jawaban : cita cita dan mimpi....melihat anak2 saya bertumbuh dengan kondisi yang bagussehingga apa apa yg dibutuhkan anak2 dapat terpenuhi. Selain itu saya sangat berharap mereka menyukai buku sehingga koleksi buku2 saya benar2 bisa menjadi investasi keilmuan buat mereka kelak.

    ReplyDelete
  8. Nama : Rika Komala
    Instagram : rika_elfarrah.14
    Domisili : Bekasi-Jawa Barat
    Usia : 22 Tahun
    Link : https://www.instagram.com/p/BekNmcelD-c/

    Berbicara tentang cita-cita umumnya pasti ingin membahagiakan kedua orang tua. Yah benar, karena dengan ridhonya orang tua apa yang kita inginkan akan mudah tercapai. Namun secara khusus saya ingin menjadi muslimah yang sukses. Srikandi milenial yang multitalent dan multiprofesi. Karena saya tak ingin menjadi muslimah jangan hanya menjadi penghuni rumah, tetapi muslimah membawa perubahan. Sebagian orang beranggapan bahwa wanita adalah pendidik pertama dalam kehidupan. Ya.. Tidak salah yang beranggapan demikian. Tapi saya ingin menjadi seorang wanita pendidik saja. Tetapi pendidik yang cerdik. Saat ada yang sakit, saya siap berperan sebagai perawat. Saat keluarga lapar saya siap menjadi koki, saat dibutuhkan hiburan saya siap jadi entertainernya. Intinya menjadi seorang motivator, inspirator dan mediator dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  9. Nama : Lia Permana
    Twitter : @liapermana07
    Domisili : Bali
    Usia : 15
    Link share : https://mobile.twitter.com/liapermana07/status/958251824724697088
    Goodreads : lia permana

    Cita-cita aku ingin bisa terus melanjutkan pendidikan dijenjang lebih tinggi,tentunya halnitu akan membahagiakan orang" yang selama ini berjuang untuk aku dan salah satu usaha akun sekarang ini ya meningkatkan nilai rapot supaya bisa setidaknya masuk jalur SNMPTN nanntinya, atau mungkin jika belum beruntung bisa ikut SBMPTN, intinya bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, ingin memperbanyak ilmu. Ibuku juga pernah bilang "cukup ibu yang yang hanya lulus SMA kamu jangan" dan dari sana aku belajar berjuang bagaimana cara menambah ilmu, dan melanjutkan sekolah.

    ReplyDelete
  10. Nama: Qia Nur Mala

    akun instagram: @kiah_n
    domisili: Kota Bekasi
    Usia: 15 tahun
    Link share: https://www.instagram.com/p/BekScNKgXRN/

    Jawaban: Cita-cita saya ingin menjadi Penulis-Jilbab Traveler seperti Bunda Asma Nadia, Hafidzho Muda seperti Kak Wirda Mansur. Alasannya karena, dari kecil saya senang menulis kagum juga dengan tulisan karya-karyanya Bunda sebab itu, sampai sekarang ini saya berusaha terus untuk menjadi Penulis. Menjadi seorang Jilbab Traveler selanjutnya, karena jarang sekali para traveler yang sering menjelajah kemanapun yang ia mau itu, tidak memakai jilbab, itu juga keinginan saya untuk menjelajah ke tempat bersejarah sehingga menjadi sebuah jilbab traveler. Hafidzho Muda, alasannya karena menurut saya percuma saja bila kita, hanya bisa mengahapal ayat-ayat suci Al-Qur'anNya serta artinya tapi tidak menghafalkannya, berbagi ilmunya ke orang banyak. Sebab itu saya ingin menjadi hafidzho muda seperti Kak wirda, yang sering membagi ilmunya, mengamalkan ayat-ayat suci Al-QuranNya.

    ReplyDelete
  11. Nama: Melani

    Instagram: @wordsnpages_melani3

    Domisili: Situbondo, Jatim

    Usia: 27

    Link share: https://www.instagram.com/p/BelvGD4H9OI/

    Jawaban: cita-cita terbesar tentu saja masuk surga. Tapi nggak sendirian, bareng ortu&keluarga.
    Impian: bisa jadi penulis seperti Bunda Asma Nadia (salah satunya). Bukan semata karena bisa dikenal banyak orang,tapi karena beliau mampu melakukan banyak hal lewat menulis. Menginspirasi, menceritakan kisah menggugah hati, bertemu banyak orang dan berbagi lewat workshop kepenulisan,traveling ke berbagai belahan dunia lantas merekamnya dalam tulisan, hingga 'mengubah' jalan hidup orang lain lewat menulis, seperti yang pernah saya dengar kisahnya dari penulis novel Dedi Padiku yang berhasil mewujudkan mimpinya menjadi penulis setelah bertemu dan dimentori langsung Bunda Asma Nadia dan suaminya.

    Goodreads: Melani Savitri

    ReplyDelete
  12. Nama: Hidayah Nuril Phasa

    Instagram: @nurilaphasa
    Twitter : @phasa_ilanaya
    Domisili: Jogja
    Goodreads : nurila phasa
    Usia: 20

    Link share: https://twitter.com/Phasa_Ilanaya/status/958603733784412160

    ANswer :
    cita-cita dan impianku tidaklah muluk hanya ingin bisa segera membantu orang tua untuk menyekolahkan adik-adikku. menjadi anak pertama dengan lima orang adik bukanlah hal yang mudah. beban itu, benar-benar membuatku harus bekerja keras. membantu kedua orangtua dna mmebahagakan mereka. aku berharap impian menjadi dosen di luar negeri tercapai. agar apa yang menjadi usahaku selama ini bisa membantu kedua orangutaku agar terhindari dari segala prahara hutang. aku inginkan mereka hidup tanpa beban biaya. aku bermimpi untuk membantu keuangan mereka.

    ReplyDelete
  13. Nama : Brigitta Adelia Dewandari
    Instagram : @brigittaharjunathin @brigittaadelia
    Twitter : -
    Domisili : Yogyakarta
    Goodreads : -
    Usia : 17 tahun
    Link share : https://www.instagram.com/p/Bep1pgtljHi/
    Jawaban :
    Cita-cita, tak harus selalu berkaitan dengan diri sendiri. Jika ditanya cita-citaku ingin menjadi apa, aku akan menjawab ingin menjadi orang yang sukses. Jawaban yang sederhana namun mempunyai banyak makna sebenarnya. Ya, aku ingin menjadi orang sukses agar dapat membantu sesamaku yang kesusahan baik dari segi finansial ataupun yang lainnya. Aku ingin menyumbangkan separuh apa yang menjadi milikku untuk membantu kehidupan mereka. Aku ingin melihat tawa dari anak-anak yang berhasil mengecap nikmatnya bangku pendidikan. Aku juga ingin menjadi seorang relawan yang memiliki kerelaan hati untuk mereka dalam keadaan apapun tanpa imbalan sedikitpun. Menjadi sukses juga berarti dapat membanggakan orangtuaku. Memberi mereka kasih sayang seperti yang telah mereka berikan padaku. Membuat mereka tersenyum dengan hasil keringatku. Dan memberi mereka kebahagiaan di masa tuanya kelak. Aku ingin menjadi orang yang sukses dalam agama. Agar apa yang aku kerjakan selalu dalam jalan Allah. Dan terakhir untuk diriku sendiri, aku ingin sukses dengan menjadi seorang yang terus mencintai karya sastra dan mampu terjun didalamnya entah sebagai seorang penulis atauapun jurnalis. Tak lupa, aku ingin sukses dan dapat mewujudkan mimpiku berkunjung ke seluruh Indonesia dan melihat pedalaman-pedalaman di Indonesia dan membawanya ke permukaN bahwa Indonesia menyimpan mutiara keindahan yang masih suci namun tersembunyi.
    Terimakasih :))

    ReplyDelete
  14. Nama : Abdul Basri
    Akun Twitter : @abdulxbasri
    Domisili : Boyolali
    Usia : 19 Tahun
    Link Share : https://twitter.com/abdulxbasri/status/959052376559636480
    Goodreads : Abdul Basri
    Jawaban : Cita-cita dan mimpi? Saya ingin menjadi seorang Insinyur Muslim yang hebat, Insinyur yang menciptakan sebuah mesin pertanian yang sangat dibutuhkan pada saat ini. Kenapa? Yap, dengan background sebagai anak petani, sedih rasanya melihat Bapak dan Ibu saya bertani sampai mandi keringat karena masih menggunakan cara manual. Malu rasanya sebagai generasi muda ngga bisa berbuat apa-apa untuk sekedar berkontribusi memajukan negeri.. saya ingin pertanian di Indonesia maju dari segi teknologi, semuanya serba otomatis dan mudah. Karena pada saat ini jarang sekali mesin digunakan untuk pertanian di Indonesia, kita sangat jauh tertinggal oleh negara-negara maju. Dengan digunakannya mesin di sektor pertanian, saya berharap para generasi muda terkhusus sarjana pertanian untuk menjadi petani, bukan "kerja di bank". Akan merasa bangga apabila Indonesia menjadi negara dengan pertanian terbaik dan semua itu dimulai dari kerja keras generasi muda. Kenapa harus ada embel-embel "Muslim"? Karena semuanya tak akan terjadi tanpa bantuan dari-Nya. Jalan panjang masih harus dilalui, sekarang saya masih semester 2 jurusan Teknik Mesin dan masih banyak ilmu yang harus digali. Tanah subur tak berarti jika tak ditanami. Pilihannya ada 2: Pertama, tidur dan melanjutkan mimpi. Kedua, bangun untuk mewujudkan mimpi. Dengan tegas saya pilih yang kedua!

    ReplyDelete
  15. Nama : Agus Hernowo
    Twitter : @aghernowo
    IG :agusher19
    Domisili : Tanjung Priok Jakarta Utara
    Usia : 21 Tahun
    Link Share : https://twitter.com/aghernowo/status/959072336656740354
    Goodreads : -
    Jawaban : Cita-cita saya ingin menjadi guru PPKN sedangkan mimpi saya ingin menjadi guru yang dapat menjadi suri teladan bagi murid saya kelak. Mengapa saya ingin menjadi guru PPKn, saya ingin mendidik serta mengajarkan nilai-nilai moral yang terkandung pada nilai-nilai pancasila kepada peserta didik. Bagi saya mengajarkan nilai-nilai moral dan kebaikan bukan hanya menjadi tugas guru agama, akan tetapi merupakan tanggungjawab bersama termasuk didalamnya guru PPKN. Mengapa guru PPKN ? karena guru PPKn mengajarkan pendidikan pancasila, kita tahu dalam pancasila terkandung nilai luhur bangsa indonesia yaitu berketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kepemimpinan, dan keadilan yang semua itu mengajarkan pembelajaran moral. Selain itu menurut saya guru PPKN jauh lebih spesial mengingat apabila guru agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan hanya kepada siswa yang seagama dengannya, berbeda dengan guru PPKn yang mengajarkan nilai-nilai moral dan kebaikan kepada semua siswa yang saling berbeda keyakinan disitu terletak adanya sifat toleransi keberagamaan. Untuk mewujudkan itu semua, saya sedang menyelesaikan studi S1 PPKN dan sekarang memasuki semester 6, Insyaa Allah pada tahun 2019 yang sudah mendapat gelar SP.d dan siap untuk memujudkan cita-cita dan mimpi saya menjadi guru PPKn. Mohon doanya semua....

    ReplyDelete

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...