Home         Who Am I         Corner         RC 2017         Book Sale         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

14 October 2018

Black Leather Jacket - Aditia Yudis & Ifnur Hikmah | Ngewagerin Buku


41941352

BLACK LEATHER JACKET
ADITIA YUDIS & IFNUR HIKMAH
SC; 14 x 20 cm
Jumlah Halaman: 370 hlm
Bookpaper 55 gr; 
ISBN :
978-602-51290-5-6
Harga: Rp  88,000


SETIAP CINTA BUTUH REVISI

Laura tak punya alasan untuk menyukai Aidan. Pertama, novel debut lelaki itu kini mengalahkan novel-novel Laura di rak best seller. Kedua, foto Aidan yang terpampang besar di sampul belakang novelnya semakin mempertajam kecurigaan Laura: lelaki itu hanya penulis romance (genre yang dibencinya!) bermodal tampang. Jadi, maaf deh kalau dia merasa keberatan ketika Laura dipasangkan dengan Aidan untuk proyek novel selanjutnya. Tahu apa lelaki itu soal menulis novel berkualitas?

Semakin jauh mengenal Aidan, Laura tahu bahwa lelaki itu punya pengetahuan luas tentang thriller, genre cerita favorit Laura. Aidan bahkan hafal kutipan-kutipan Agatha Christie! Sedikit demi sedikit Laura membangun respek tersendiri untuk Aidan—dan belakangan tanpa dia sadari… cinta.

Tapi sebelum Laura berhasil membuat Aidan tahu tentang perasaannya, lelaki itu menghilang. Membiarkan proyek menulis mereka terbengkalai begitu saja—seolah tak ada artinya. Alih-alih marah, Laura merasa sangat kecewa dengan sikapnya itu. You’re breaking my heart, Aidan, and the saddest part is… you don’t even know about it.

Here we go..
 
Aku mau bahas mulai dari tokohnya dulu yaaa.

Laura, gadis yang pintar, berprofesi sebagai penulis, menyukai warna gelap, tertarik dengan misteri, memiliki gaya tersendiri, orangnya terkesan ketus, dan susah menerima masukan dari orang lain. Tidak suka dibanding-bandingkan dengan orang lain, bahkan dia tak suka jika berada di bawah bayang-bayang ayahnya, seorang penulis sastra terkenal.

Aidan Gio, penulis baru yang baru memiliki satu karya namun mampu membawa dirinya pada zona nyaman. Terlahir dari keluarga yang cukup terpandang, membuat Aidan nekat untuk keluar dari zona yang selama ini dijalaninya, berprofesi sebagai penulis demi menyelesaikan karya Ibunya yang belum selesai. Memiliki kakak yang sangat amat pengertian dan perhatian, juga memiliki calon kakak ipar yang luar biasa baiknya. Paman yang selalu mendukungnya.

Black Leather Jacket ini menceritakan kisah tentang seorang gadis bernama Laura yang berprofesi sebagai penulis thriller, bahkan dikenal sebagai Queen of Thriller. Memiliki karya yang banyak dan terkenal. Terlahir dari keluarga yang memiliki darah seni. Sang ayah, Aji Saka Ranggawarsita, adalah seorang penulis sastra yang terkenal hingga saat ini. Ibunya, seorang pelukis. Walaupun akhir-akhir ini lebih senang merajut dan berkebun.

Buku-buku Laura diterbitkan di sebuah penerbit ternama, Galaxy Publishing. Di bawah tangan dingin Mya, sang editor penyuka romance. Di novelnya yang berjudul Brown Eyes Don’t Lie, Laura dituntut oleh Mya untuk memasukkan unsur romance ke dalam novelnya, yang tentu saja masih dengan genre yang sama, thriller. Hingga akhirnya Mya mengelu-elukan novel dari penulis baru, Aidan Gio yang berjudul Black Leather Jacket. Hal itu membuat kepala Laura malah bertambah pening.

Ketika Mya memintanya untuk menuliskan kisah romansa di novel thrillernya bersama dengan Aidan, Laura menolaknya. Akan tetapi, ketika sang ayah memberikannya nasihat, dia merubah pendiriannya. Tanpa menyangka jika selama ini Laura hanya memandang sisi negatif sosok Aidan, kali ini dia melihat sosok yang berbeda dari seorang Aidan. Mengetahui bagaimana kehidupan Aidan, cerita Aidan mengenai Pamannya, Richard, dan juga kisah pamannya bersama Lani. Selain itu, juga ada kisah tentang Allan dan Claudia.

Namun, ketika tenggat waktu yang diminta Aidan dari paman dan kakaknya semakin habis, Aidan berubah, tak seperti Aidan yang biasanya di mata Laura. Aidan tak menjelaskan apapun pada Laura. Hingga hari itu, ketika Aidan melihat dengan mata kepalanya sendiri, Claudia menangis. Dia kembali mempertanyakan keputusannya selama ini.

Lalu bagaimana dengan proyek novel antara Aidan dan Laura? Akankah Laura akhirnya mengetahui alasan yang mendasari keputusan Aidan?

Membaca cerita tentang kisah antara Aidan dan Laura bikin aku terdiam sebentar. Tanpa sadar waktu 2,5 – 3 jam aku habiskan membaca novel ini tanpa beranjak dari tempatku membaca. Aku tahu bagaimana tak mudahnya ketika seorang penulis mendapatkan tantangan menuliskan kisah yang tak sesuai dengan genre yang biasa ditulisnya.

Aku menemukannya di kisah Laura yang diminta oleh Mya untuk memasukkan bumbu romantis ke dalam kisah novelnya. Alasan yang diberikan Mya memang masuk akal, agar novel itu lebih berwarna dan siapa tahu akan membawa Laura memiliki pembaca baru juga. Namun, Laura dengan keras kepalanya sulit menerima keinginan Mya. Mencoba dan mencoba hingga dia putus asa. Lalu ketika Mya menyodorkan ide untuknya, Laura marah, tak terima. Hingga lambat laun, ide Mya tersebut dijalaninya, tanpa dia tahu apa yang terjadi ke depannya.

Disini aku menemukan kisah yang menarik hati. Awalnya aku berpikir akan menemukan kisah biasa dalam cerita ini, namun, aku salah. Aku menemukan kisah tak biasa dalam cerita novel ini. Disini tak hanya menceritakan bagaimana perjuangan seorang penulis dalam menuliskan kisah mereka untuk para pembaca. Namun juga, kehidupan mereka dalam mencari ide, bahkan konflik serta intrik yang ada di dalamnya. Laura yang merasa tersaingi dengan kehadiran Aidan, tak terima ketika dibandingkan bahkan tulisannya disamakan dengan Aidan. Memberontak namun entah mengapa itu malah mengusik hidupnya. Aidan memilih meneruskan tulisan ibunya, kemudian istirahat sejenak dari rutinitasnya sebagai CTO di Haryanto Group. Berbeda dengan Allan, kakaknya, yang lebih senang meneruskan mimpinya.

Aidan boleh saja memiliki alasan untuk berhenti sejenak dari rutinitasnya demi mengejar passionnya sebagai penulis, namun apakah kemudian dia tega menyakiti orang-orang di sekitarnya. Mungkin permasalahan Claudia dan Allan hanyalah pemantik dari segala keputusan yang dibuatnya. Mengesampingkan ego dan harga dirinya, Aidan memutuskan sesuatu yang membuat dirinya melupakan seseorang yang tanpa sadar sudah masuk ke dalam hatinya.

Disini aku menemukan pesan dari penulis, tentang mengejar sebuah mimpi dan meneruskan mimpi. Menjalani apa yang sebenarnya ingin kamu jalani tanpa harus menyakiti bahkan mengorbankan hidupmu. Seperti Laura yang memilih menjadi penulis sesuai dengan mimpinya, walaupun dia meraihnya dengan jatuh bangun. Lalu ada Allan yang selepas kuliah langsung memutuskan menjalani pekerjaan yang sesuai dengan apa yang selama ini menjadi passionnya. Berbeda dengan Aidan yang sudah dibentuk untuk menjadi sosok Aidan Haryanto sedari kecil, walaupun Aidan tahu dirinya memiliki mimpi, memiliki passion sendiri.

Konfliknya cukup dalam, membuat aku terhanyut akan kisah Aidan dan Laura ini. tak luput juga dengan kisah keluarga Aidan. Rumit banget, gaes. Serumit hatiku menetapkan pilihan antara makanan atau buku. Aku menyukai ide mengenai tantangan dan kehidupan seorang penulis itu seperti apa, juga rumitnya menetapkan sebuah pilihan. Eksekusi dari kisah awal hingga ke konflik membekas banget di ingatanku. By the way, aku sudah membaca novel ini 3x lho. Terhanyut dan terbuai banget ke dalam ceritanya. Jadi salah satu novel favorit aku nih.

Ada banyak cara dan jalan agar orang bisa menggapai mimpinya. Aku suka bagaimana penulis menjabarkan hidup Aidan, Laura, Richard, kehidupan di penerbit. Ada sesuatu hal yang menarik aku untuk tahu lebih dalam tentang kisah mereka. Aku suka dengan cara penulis menceritakan kisah kehidupan seorang penulis yang mungkin saja dialami oleh penulis-penulis di seluruh dunia, walaupun sebenarnya aku masih merasa kurang dengan kisah yang terjadi antara Aidan dan Laura. But anyway, I’m falling in love with this story.

Untuk tokoh favoritnya sih, aku suka sama Aidan. Walaupun dia memiliki passion di dunia menulis, namun dia memilih untuk melanjutkan usaha keluarganya. Hingga bertemu Laura membuat dunianya pun berwarna. Berbeda dengan Laura yang hidupnya diisi dengan hitam dan putih, tanpa ada warna lain. Bertemu dengan Aidan membuat dirinya memiliki kesempatan mengenal warna lain dalam hidupnya selain hitam dan putih. Dan aku sangat menikmati cerita ini, karena cerita ini tak hanya terfokus pada kehidupan Aidan dan Laura, namun juga tokoh-tokoh pendukung dalam kisah ini. Benar-benar asyik, bikin baper, chemistrynya pun kuat juga.

Novel ini tak hanya menceritakan mengenai kisah cinta saja, namun juga mengenai pengorbanan dan keluarga. Bikin susah move on banget. Bawaannya baper banget. Nah, buat kalian penggemar dan mengaku fans karya kak Aditia Yudis & Ifnur Hikmah,  maka kalian tidak boleh melewatkan novel Black Leather Jacket ini. Karena kalian akan dibawa ke dalam kisah yang tak terduga dan tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Dan seperti biasanya, di setiap blog tour bersama Penerbit Twigora, pasti ada challenge tersendiri untuk setiap hostnya. Dan kali ini yang dipilih adalah challenge foto memakai baju berwarna merah bersama dengan buku Black Leather Jacket. Yaaa, mari kita lihat seperti apa hasilnya?

Dan ini dia penampakan dari Asri :


Lokasi tempat aku berfoto adalah di sebuah kedai kopi di sebuah daerah bernama Kulon Progo. Jauh dari keramaian, karena di sekeliling kedai kopi ditemani banyak tanaman, dan bukit serta sungai.

Nah, buat kalian yang ingin mendapatkan 1 eksemplar novel Black Leather Jacket, jangan lewatkan giveawaynya yaa dalam Blog Tour pada postingan berikutnya yaa.. Ingat, besok yaaa.. Stay tune terus di Peek A Book.  

4 comments:

  1. Jadi nasehat ayahnya yang kemudian membuat Laura mau bekerja sama dengan Aidan? Kupikir karena tuntutan penerbit lho awalnya. Ternyata...salah akunya 😄

    ReplyDelete
  2. Wah seru juga yaa kak konfliknya, menceritakan kehidupan penulis. Aku juga nggak nyangka sih kalo ternyata nasihat dari ayahnya lah Laura mau bekerja sama sama Aidan, kurang lebih 3 jam waktu kakak membaca buku ini? aku udah bisa ngebayangin sih kak gimana serunya ini cerita makanya gak bisa ditunda-tunda hehe. Bismillah semoga kali ini berjodoh😊

    ReplyDelete
  3. Ngg tahu mau ngomong apalagi. Sudah sangat penasaran dengan kisah Aidan dan Laura ini. Love it! Semoga bisa bawa pulang Ya Allah.

    ReplyDelete
  4. Waah ini novel yang berkisah tentang novel yaa. Btw karena penulis novel black leather ini ada dua, aku jadi penasaran apa masing2 penulisnya memegang satu tokoh, Laura dan Aidan? Atau memang dikerjakan bersama2?

    ReplyDelete

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...