Home         Who Am I         Corner         Rate Card         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

9 September 2016

Percayalah, Takdir tak Sejahat itu Padamu | Wedding Debt - Rati Natif, Book Tour

31118277



Hari itu tanpa sengaja, Nayla bertemu kembali dengan teman-temannya sewaktu SD. Mereka sengaja berkumpul saat masih dalam suasana lebaran. Cerita mengalir dengan lancarnya saat bertemu dan berkumpul. Canda tawa semuanya melebur menjadi satu. Walaupun beberapa temannya sudah menikah dan serta merta mengajak suami serta anaknya dalam reunion tersebut. Tapi, itu tak membuat hati Nayla kecil hati.

Hanya saja reuni tersebut tak lengkap karena ada yang tak bisa datang. Tak menjadi masalah untuk Nayla. Bisa bertemu kembali, berbagi cerita dan berkumpul bersama teman-teman SDnya sudah membuat hatinya senang.

Lama setelah masa reuni tersebut, tak sengaja ada satu moment dimana mengharuskan Nayla bertemu kembali dengan teman-teman SDnya. Kali ini dia bertemu kembali dengan teman sebangkunya yang saat reuni awal tak bisa datang karena masih diluar kota. Betapa senangnya hati Nayla bisa bertemu dengan Mira. Mira pun sempat memperlihatkan foto suami dan anaknya pada Nayla. Nayla senang, teman-temannya sudah mendapatkan kebahagiaannya.
  
Jujur, jauh di dalam hatinya dia ingin sekali seperti teman-temannya, menikah, memiliki anak. Tapi, jodohnya belum datang. Tak banyak yang tahu, jika sebenarnya Nayla masih mengharapkan seseorang yang pernah membuatnya jatuh cinta sekali lagi. Tapi, mungkin memang belum jodohnya. Lelaki itu lebih memilih seseorang yang lain. Nayla seolah menyalahkan takdir yang tak berpihak padanya.

Hingga, hari dimana salah satu sahabatnya semasa SD menikah, Dina dan Dani. Nayla bertemu kembali dengan Pram, lelaki yang pernah membuatnya jatuh cinta. Lucu bukan, hari dimana Nayla menyalahkan takdir yang tak berpihak padanya. Kali ini justru takdir seolah berpihak padanya. Terlebih saat Pram melamarnya di tengah-tengah pernikahan Dina dan Dani.

Saat takdir datang padamu walaupun itu untuk kedua kalinya, apakah kamu bisa menolaknya jika kamu dan dia memiliki kesempatan bersama?

Percaya atau tidak, takdir bekerja di saat itu terjadi, kamu tak akan bisa menolaknya. Walaupun jalan yang dilalui harus berliku. Setidaknya yang kita lakukan hanya percaya jika semuanya akan berakhir bahagia. Merasakan sakit di awal itu bisa kita jadikan pelajaran dan pengalaman. Dengan merasakan sakit kita bisa tahu bagaimana cara kita untuk bangkit kembali, berjuang melawan sakit tersebut. Dengan adanya sakit, kita jadi belajar untuk bangkit dan percaya jika akan ada jalan untuk bisa mendapatkan kebahagiaan.

Seperti itu juga yang terjadi pada Kinan dan Prasasti dalam Wedding Debt. Awalnya Kinan merasa takdir begitu jahat padanya. Tak bisa menyatukannya dengan Danny, orang yang dicintainya. Dan malah menyatukannya dengan Prasasti.

Walaupun Kinan menyalahkan takdir yang tak berpihak padanya, sama seperti Nayla, Kinan tak tahu jika kebahagiaannya tengah menghampirinya. Dan saat itu datang, Kinan tak bisa menolaknya sama sekali. Mungkin saja Kinan itu seperti aku, kamu, kalian semua. Yang selalu merasa takdir begitu jahat dan tak ingin berpihak pada kita. Tapi, sedikit saja kamu mau membuka mata dan hati kamu, percayalah, ada kebahagiaan yang menunggumu. Dan pasti disaat bahagiamu datang, kamu tak akan bisa menolaknya.

Kisah Kinan dan Prasasti dalam Wedding Debt membuktikan jika takdir akan bekerja dan kamu tak akan pernah bisa menolaknya.

Ada kebahagiaan yang menunggu di akhir kisah itu, dan itu akan terjadi jika aku, kamu dan kalian percaya.

=== GIVEAWAY TIME ===